Pemkot Jogja Biayai Relokasi Anak Korban Daycare, Izin Diperketat
Pemkot Jogja membiayai relokasi 88 anak korban daycare Little Aresha sekaligus mempercepat pembenahan izin daycare di Kota Jogja.
Pernikahan - Ilustrasi/Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Jumlah pernikahan di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) terus mengalami penurunan dalam beberapa tahun terakhir. Tren menyusutnya angka pernikahan ini sudah terjadi sejak 2019 dan belum menunjukkan tanda pemulihan, bahkan setelah pandemi Covid-19 dinyatakan mereda.
Berdasarkan data Kementerian Agama (Kemenag) DIY, pada 2019 tercatat sebanyak 24.462 pernikahan berlangsung di wilayah DIY. Angka tersebut kemudian terus menurun dari tahun ke tahun hingga pada 2025 hanya tersisa 18.490 pernikahan.
Penurunan angka pernikahan tersebut juga terjadi di hampir seluruh kabupaten dan kota. Di Kota Jogja, jumlah pernikahan yang pada 2019 masih berada di atas 2.200, turun menjadi sekitar 1.400 pernikahan pada 2025. Tren serupa juga terlihat di Sleman dan Bantul, meskipun pada tahun-tahun tertentu sempat terjadi kenaikan tipis.
Analisis Kebijakan Ahli Madya Kemenag DIY, Halili Rais, mengatakan tren penurunan angka pernikahan merupakan fenomena baru yang mulai tampak sejak 2019. Sebelumnya, jumlah pernikahan di DIY cenderung stabil bahkan menunjukkan peningkatan.
“Kalau tahun-tahun sebelum 2019 itu malah meningkat, stabil gitu ya. Nggak ada penurunan. Kecenderungannya naik,” ujar Halili saat dihubungi, Selasa (20/1/2026).
Halili menjelaskan, penurunan angka pernikahan tidak hanya terjadi di DIY, melainkan juga berlangsung secara nasional. Kondisi tersebut memperlihatkan adanya perubahan pola sosial yang lebih luas.
“Persisnya seperti itu. Itu secara nasional juga turun,” katanya.
Ia menyebut pandemi Covid-19 sempat dianggap sebagai faktor utama penurunan angka pernikahan. Namun, kenyataannya tren tersebut tetap berlanjut meskipun pandemi telah berlalu.
“Tidak hanya pas pandemi, ternyata pasca pun juga turun. Maka sebenarnya waktu itu kan asumsi kita karena Covid itu kan sudah pasti turun memang. Ternyata setelah itu pun juga turun,” ujarnya.
Lebih lanjut, Halili menyampaikan Kemenag sempat membahas berbagai upaya untuk mendorong peningkatan angka pernikahan, mulai dari program promosi hingga penyelenggaraan nikah massal. Meski demikian, keputusan untuk menikah tetap bersifat personal dan tidak dapat didorong secara cepat.
“Tapi tetep aja, mayoritas orang nikah itu kan nggak semudah kaya orang beli barang,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkot Jogja membiayai relokasi 88 anak korban daycare Little Aresha sekaligus mempercepat pembenahan izin daycare di Kota Jogja.
Penelitian terbaru menunjukkan AI mampu memperpanjang usia baterai mobil listrik hingga 23 persen tanpa memperlambat pengisian daya.
Penyandang disabilitas saat ini telah menjadi bagian dari kelompok masyarakat yang memainkan peran yang sama pentingnya dengan masyarakat umum dalam sektor
Libur panjang Kenaikan Yesus Kristus mendongkrak kunjungan wisata Gunungkidul hingga 145 ribu orang dengan PAD mencapai Rp1,7 miliar.
Menyapa konsumen setia Honda, Astra Motor Yogyakarta kembali hadir dengan Honda Premium Matic Day (HPMD)
Malta menjadi negara pertama yang bekerja sama dengan OpenAI untuk membagikan ChatGPT Plus gratis kepada seluruh warganya selama setahun.