Advertisement

Angklung IKBB Srikandi Meriahkan Prambanan, Angkat Musik Tradisional

Andreas Yuda Pramono
Selasa, 20 Januari 2026 - 16:22 WIB
Sunartono
Angklung IKBB Srikandi Meriahkan Prambanan, Angkat Musik Tradisional Anggota IKBB Srikandi sedang berfoto dengan latar Candi Prambanan di Kompleks Candi Prambanan, Kabupaten Sleman, Minggu (18/1/2026). Harian Jogja - Andreas Yuda Pramono

Advertisement

Harianjogja.com, SLEMAN—Kompleks Candi Prambanan menjadi panggung pertunjukan musik tradisional angklung yang digelar Ikatan Keluarga Bogor Baru (IKBB) Srikandi, Minggu (18/1/2026). Kegiatan ini menghadirkan sejumlah grup angklung dari berbagai wilayah di Provinsi Daerah Khusus Jakarta dan sekitarnya, sekaligus menarik perhatian wisatawan yang berkunjung ke kawasan cagar budaya tersebut.

Pertunjukan tersebut merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) IKBB Srikandi ke-47. Organisasi ini dikenal sebagai perkumpulan ibu-ibu RW di kawasan Bogor Baru yang aktif mengembangkan berbagai kegiatan sosial dan budaya.

Advertisement

Ketua IKBB Srikandi, Halimah Iding, menjelaskan bahwa grup angklung menjadi salah satu kegiatan terbaru yang dikembangkan organisasinya sejak 2024. Meski tergolong baru, antusiasme anggota dinilai cukup tinggi.

“Kami punya banyak kegiatan. Grup angklung salah satunya yang baru terbentuk tahun 2024,” kata Halimah saat ditemui di Kompleks Candi Prambanan, Minggu.

Dalam pertunjukan kali ini, IKBB Srikandi turut menghadirkan lima grup angklung dari Jakarta, Depok, dan Bogor. Para pemain membawakan beragam lagu tradisional khas Minangkabau, Jawa Barat, hingga Yogyakarta.

Selain menjadi rangkaian perayaan HUT, pertunjukan angklung tersebut juga dimanfaatkan sebagai sarana untuk memperkenalkan alat musik serta lagu tradisional kepada para pengunjung kawasan wisata.

“Harapan kami bisa ada tindak lanjut untuk pertunjukan lain. Suara dari musik angklung juga enak didengarkan,” katanya.

Sejak terbentuk sekitar setahun lalu, grup angklung IKBB Srikandi telah tampil di sejumlah destinasi wisata nasional, seperti Taman Mini Indonesia Indah (TMII) dan Monumen Nasional (Monas). Pentas di Daerah Istimewa Yogyakarta ini menjadi yang pertama bagi kelompok tersebut.

Ketua Grup Angklung IKBB Srikandi, Indria Prawitasari, mengungkapkan gagasan untuk menggelar pertunjukan di Candi Prambanan datang darinya. Tujuan utamanya adalah turut mempromosikan destinasi wisata budaya yang menjadi ikon nasional tersebut.

Atas dasar itu, IKBB Srikandi juga mengundang Ketua Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) DIY, Gusti Kanjeng Ratu Bendara, untuk hadir dalam acara tersebut. Namun, undangan itu belum dapat dipenuhi.

“Tapi kebetulan beliau belum bisa hadir,” kata Indria.

Sementara itu, Pelatih Angklung Jabodetabek, Ilham Banyu Setia, mengatakan persiapan pertunjukan dilakukan dalam waktu sekitar satu bulan. Meski singkat, latihan rutin tetap digelar setiap pekan.

“Saya pakai metode hand sign yang mudah dan menyenangkan khusus untuk ibu-ibu. Cukup instruksi kode tangan saja. Kendala paling lupa kode saja,” ujar Ilham.

Ilham menambahkan, perkembangan musik tradisional angklung saat ini cukup pesat, terutama di Jakarta. Pemerintah Provinsi Jakarta disebut aktif memberikan dukungan, termasuk melalui kerja sama dengan Rumah Sakit Universitas Indonesia (RS UI).

Melalui kerja sama tersebut, diketahui bahwa musik angklung dapat menjadi sarana efektif untuk melatih motorik otak sekaligus menekan potensi penyakit alzheimer. Dukungan serupa juga datang dari Pemerintah Kota Bogor yang kerap melibatkan grup angklung dalam kegiatan kedinasan.

“Di Bogor juga ada dukungan dari pemerintah sana. Kami diminta tampil juga di kedinasan,” katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Berita Pilihan

Advertisement

Jaksa Agung Pastikan Perkara Guru Honorer Muaro Jambi Dihentikan

Jaksa Agung Pastikan Perkara Guru Honorer Muaro Jambi Dihentikan

News
| Selasa, 20 Januari 2026, 17:27 WIB

Advertisement

Diawali dari Langgur, Cerita Wisata Kepulauan Kei Dimulai

Diawali dari Langgur, Cerita Wisata Kepulauan Kei Dimulai

Wisata
| Senin, 19 Januari 2026, 18:17 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement