Advertisement
Malioboro Bisa Jadi Full Pedestrian Saat Lebaran 2026
Suasana di Jalan Malioboro, Kota Jogja, Minggu (5/9/2021). - Harian Jogja/Gigih M. Hanafi
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA— Skema pengaturan lalu lintas di Kota Jogja selama libur Idulfitri 2026 masih menunggu hasil koordinasi antara Dinas Perhubungan Kota Yogyakarta dan pihak kepolisian. Salah satu opsi yang tengah dibahas adalah kemungkinan menjadikan kawasan Malioboro Street sebagai area full pedestrian selama masa libur Lebaran.
Kepala Dinas Perhubungan Kota Yogyakarta, Agus Arif Nugroho, mengatakan pembahasan teknis akan dilakukan dalam rapat koordinasi bersama yang dijadwalkan berlangsung pekan depan.
Advertisement
“Kalau kaitan itu nanti sementara ini kan libur Lebaran itu direktif delegatifnya di Kepolisian. Kemungkinan Senin itu baru teman-teman Kepolisian akan koordinasi dengan kita seperti apa teknisnya,” ujar Agus Arif saat dihubungi, Jumat (6/3/2026).
Menurutnya, keputusan terkait kebijakan Malioboro sebagai kawasan pedestrian penuh akan disesuaikan dengan situasi di lapangan setelah hasil pembahasan bersama aparat kepolisian.
BACA JUGA
“Kalau kebijakan Malioboro pedestrian itu ya tentu kita melihat situasi kondisinya. Tapi nanti hasil pembahasannya dengan teman Kepolisian seperti apa,” ujarnya.
Kantong Parkir Disiapkan
Di sisi lain, Dishub Kota Jogja telah memetakan sejumlah kantong parkir untuk menampung kendaraan wisatawan selama libur Lebaran. Lokasi tersebut akan dimasukkan dalam Rencana Operasi (Renops) lalu lintas yang nantinya dipublikasikan kepada masyarakat.
“Kalau untuk parkir mobil kan yang di Senopati ada, di utara pasar, di Ngabean, selatan Pasar Beringharjo, di Menara Kopi, insyaallah sudah terpetakan,” kata Agus.
Ia memperkirakan pola pengaturan lalu lintas pada libur Lebaran tahun ini tidak akan jauh berbeda dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Hal itu mengingat karakter Kota Jogja sebagai destinasi wisata utama masih relatif sama.
Arus kendaraan wisatawan biasanya mengarah ke sejumlah destinasi populer seperti kawasan Tugu Yogyakarta, Malioboro Street, Keraton Yogyakarta, hingga Gembira Loka Zoo. Selain itu, pusat oleh-oleh serta kawasan kuliner malam juga menjadi titik konsentrasi wisatawan.
Pemantauan Lalu Lintas Situasional
Meski demikian, Dishub akan terus memantau kondisi lalu lintas secara situasional selama masa libur Lebaran. Jika terjadi kepadatan di titik tertentu, penanganan dapat dilakukan melalui diskresi yang berada di kewenangan aparat kepolisian.
“Secara insidental nanti kita tetap pantau situasinya seperti apa. Kalau memang sekiranya enggak mampu betul ya harus dilakukan diskresi sewaktu,” katanya.
Terkait kondisi Jembatan Kewek, Agus menyebut akses tersebut masih belum dapat difungsikan karena proses pembangunan belum selesai. Dengan demikian, skema lalu lintas di kawasan tersebut tetap seperti kondisi saat ini.
Dishub Kota Jogja juga belum menerima data terbaru dari pemerintah pusat terkait perkiraan jumlah pemudik maupun wisatawan yang diprediksi datang ke Yogyakarta selama libur Lebaran tahun ini.
“Karena kan perjalanan dari mereka, dari kementerian nanti biasanya sudah rilis beberapa tujuan-tujuan pemudik. Nanti kami update,” tandasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Harga Minyak Dunia Naik, Pemerintah Buka Peluang Kenaikan BBM Subsidi
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Angin Kencang Robohkan Pohon, Rumah Mbah Karto di Kulonprogo Hancur
- Sampah Dapur di Demangan Jogja Diolah Jadi Pakan Maggot
- Warga DIY Diajak Tanam Cabai Mandiri Guna Jaga Stabilitas Harga
- Dinkes DIY Temukan 57 Kasus Positif Campak, Targetkan Imunisasi Merata
- Rhodamin B Ditemukan di Makanan, Pemkot Jogja Lacak Pemasok
Advertisement
Advertisement







