Advertisement
Kurda Jadi Senjata untuk Penguatan Modal UMKM di Gunungkidul
Ilustrasi. - Freepik
Advertisement
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Pemkab Gunungkidul tahun ini mengalokasikan Rp250 juta untuk mendukung Kredit Usaha Rakyat Daerah (Kurda). Diharapkan dengan program penguatan modal ini, maka sektor UMKM di Bumi Handayani bisa lebih berdaya.
Kepala Dinas Perindustrian Koperasi dan UKM Gunungkidul, Supartono mengatakan, terus berupaya meningkatkan daya saing sektor UMKM di Bumi Handayani. Selain terus melakukan berbagai pelatihan dan pendampingan, juga ada bantuan untuk permodalan melalui program kurda.
Advertisement
Menurut dia, program ini sudah dijalankan sejak beberapa tahun lalu untuk memberikan kemudahan akses perbankan bagi pelaku usaha. Bentuk dukungan ini diwujudkan dengan memberikan subsidi pembayaran bunga di setiap pengajuan kredit Kurda di BPR Bank Daerah Gunungkidul (BDG).
“Ada subsidinya. Tahun ini ada alokasi subsidi sebesar Rp250 juta,” kata Supartono, Jumat (6/3/2026).
BACA JUGA
Diharapkan dengan program ini, makan bisa untuk penguatan modal bagi UMKM sehingga usaha yang dijalankan bisa terus berkembang. “Teknis program ini ada di BDG. Yang jelas, pemkab komitmen untuk membantu upaya dalam pengembangan UMKM karena dapat meningkatkan kesejahteraan sehingga tingkat kemiskinan bisa diturunkan,” katanya.
Terpisah, Kasubag Bisnis, BPR BDG, Darmi Agus Saputra mengatakan, program Kurda untuk penguatan UMKM di Gunungkidul sudah dijalankan sejak beberapa tahun lalu. Sebagai contoh di 2023 ada bantuan subsidi dari pemkab sebesar Rp250 juta. Total, kredit yang berhasil disalurkan saat itu mencapai Rp2,4 miliar.
Adapun di 2024, ada bantuan subsidi bunga dari Pemkab Gunungkidul sebesar Rp550 juta. Total kredit yang disalurkan sebanyak Rp4,4 miliar untuk 581 nasabah.
Untuk 2025, ada subsidi Bunga sebesar Rp350 juta, dengan realisasi kurda sebesar Rp2,8 miliar. Pinjaman ini terdistribusi kepada 365 pelaku UMKM di Bumi Handayani.
“Di 2026, ada bantuan subsidi Rp250 juta, yang bisa untuk membantu merealisasikan kredit sekitar Rp2,5 miliar,” katanya.
Agus menjelaskan, besaran pinjman kurda dibatasi maksimal Rp10 juta dengan tenor angsuran maksimal dua tahun. Warga yang mengajukan tidak membayar bunga secara penuh karena ada subsidi yang diberikan oleh Pemkab Gunungkidul.
“Jadi relatif ringan dengan adanya subsidi ini sehingga bisa sangat membantu untuk pengembangan usaha UMKM di Gunungkidul,” katanya.
Disinggung mengenai tunggakan kurda, ia mengakui para pemohon kredit ini tertib dikarenakan hampir tidak ada tunggakan. “Kredit macetnya hanya di kisaran 0,1%. Jadi, sangat kecil dan relative lancar. Apalagi juga ada bantuan dari pemkab,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Harga Minyak Dunia Naik, Pemerintah Buka Peluang Kenaikan BBM Subsidi
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Angin Kencang Robohkan Pohon, Rumah Mbah Karto di Kulonprogo Hancur
- Sampah Dapur di Demangan Jogja Diolah Jadi Pakan Maggot
- Warga DIY Diajak Tanam Cabai Mandiri Guna Jaga Stabilitas Harga
- Dinkes DIY Temukan 57 Kasus Positif Campak, Targetkan Imunisasi Merata
- Rhodamin B Ditemukan di Makanan, Pemkot Jogja Lacak Pemasok
Advertisement
Advertisement







