7.444 Siswa di Gunungkidul Belum Tersentuh Program MBG

David Kurniawan
David Kurniawan Senin, 08 Juni 2026 16:47 WIB
7.444 Siswa di Gunungkidul Belum Tersentuh Program MBG

Foto ilustrasi menu Makan Bergizi Gratis, dibuat menggunakan Artificial Intelligence (AI).

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Gunungkidul belum menjangkau seluruh peserta didik. Dinas Pendidikan Gunungkidul mencatat masih ada 7.444 siswa yang belum menerima manfaat program tersebut hingga awal Juni 2026.

Kepala Dinas Pendidikan Gunungkidul, Nunuk Setyowati, mengatakan MBG sejauh ini telah berjalan di 1.492 sekolah dan satuan pendidikan dengan puluhan ribu penerima manfaat dari berbagai jenjang.

Untuk tingkat taman kanak-kanak (TK), program telah menjangkau 482 sekolah dengan total 12.455 anak penerima manfaat. Di jenjang sekolah dasar (SD), sebanyak 419 sekolah telah menerima MBG dengan jumlah penerima mencapai 40.809 siswa.

Adapun pada jenjang sekolah menengah pertama (SMP), program telah berjalan di 99 sekolah dengan total 22.478 siswa penerima manfaat.

“Program sudah berjalan lancar karena MBG dipasok setiap hari saat sekolah,” kata Nunuk kepada wartawan, Senin (8/6/2026).

Meski demikian, masih terdapat sejumlah sekolah yang belum mendapatkan layanan program tersebut. Di tingkat TK, terdapat 76 sekolah dengan 1.272 anak yang belum menerima MBG.

Untuk jenjang SD, masih ada 41 sekolah dengan total 3.294 siswa yang belum menikmati program makan gratis. Sementara itu, pada tingkat SMP terdapat tujuh sekolah dengan jumlah 1.177 siswa yang belum tersentuh program.

Selain sekolah formal, MBG juga telah menyasar berbagai satuan pendidikan anak usia dini. Tercatat, program menjangkau 16 Tempat Penitipan Anak (TPA) dengan 344 anak penerima manfaat.

Kemudian, sebanyak 121 kelompok bermain telah menerima MBG dengan total 6.099 anak. Program serupa juga telah menjangkau 121 Satuan PAUD Sejenis (SPS).

“Kalau dijumlahkan ada 237 satuan pendidikan dengan jumlah 7.444 anak yang belum menerima MBG,” ujar Nunuk.

Menurut dia, perluasan cakupan program sangat bergantung pada keberadaan dan kapasitas Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang bertugas menyiapkan dan mendistribusikan makanan.

“Biar bisa berjalan, maka harus didukung infrastruktur yang mengelola MBG. Jadi hingga sekarang belum semua murid mendapatkan program makan gratis,” katanya.

Pelaksana Tugas (Plt) Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Gunungkidul, M. Johan Wijayanto, mengatakan hingga saat ini program MBG telah menjangkau sekitar 159.300 penerima manfaat di Kabupaten Gunungkidul.

Untuk mendukung pelaksanaan program tersebut, saat ini terdapat 76 SPPG yang beroperasi dan memasok makanan bergizi kepada kelompok sasaran.

“Sudah berjalan secara rutin. Tapi sebaran dari SPPG juga belum merata di seluruh wilayah sehingga masih ada kelompok sasaran yang belum menerima manfaat,” kata Johan.

Pemkab Gunungkidul berharap penambahan dan pemerataan SPPG dapat memperluas jangkauan Program Makan Bergizi Gratis sehingga seluruh peserta didik yang menjadi sasaran dapat menerima manfaat secara bertahap.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online