Proyek Kantor Dinkes Rp7,1 Miliar Mulai Dikerjakan di Siraman

David Kurniawan
David Kurniawan Senin, 20 Juli 2026 14:37 WIB
Proyek Kantor Dinkes Rp7,1 Miliar Mulai Dikerjakan di Siraman

Tugu Selamat Datang Gunungkidul. - ist

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Kantor Dinas Kesehatan senilai Rp7,1 miliar mulai dibangun di kawasan kantor terpadu Pemkab Gunungkidul di Kalurahan Siraman, Wonosari mulai dibangun. Ditargetkan proyek pembangunan ini selesai pada pertengahan Desember 2026.

Kepala Bidang Cipta Karya, Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPUPRKP) Gunungkidul, Ashari Nurkalis mengatakan, pembangunan gedung baru dinas kesehatan merupakan salah satu proyek strategis yang dimiliki bupati di tahun ini. Di awal perencanaan, pagu anggaran yang disediakan mencapai Rp7,4 miliar, namun setelah Lelang selesai pembangunan hanya membutuhkan biaya Rp7,1 miliar.

“Minggu lalu sudah tanda tangan kontrak dengan rekanan pemenang Lelang,” kata Ashari, Senin (20/7/2026).

Dia menjelaskan, untuk pembangunan sudah dimulai dengan membersihkan area lokasi gedung baru. Rencananya, pengerjaan proyek ini berlangsung hingga 11 Desember 2026.

“Mudah-mudahan dapat berjalan dengan lancar sehingga selesai tepat waktu, sesuai dengan kontrak yang telah ditandatangani,” ungkapnya.

Disinggung mengenai sisa anggaran dari pagu yang disediakan sejak awal, Ashari mengakui ada sisa sekitar Rp300 juta. Pagu ini akan dikembalikan ke kas daerah karena sampai sekarang belum rencana addendum penambahan dana untuk pembangunan.

“Kalau ada sisa memang harus dikembalikan ke kas daerah,” katanya.

Sekretaris Daerah Gunungkidul, Sri Suhartanta mengatakan, pembangunan kawasan terpadu kantor Pemkab Gunungkidul akan dilanjutkan tahun ini, setelah berhenti di 2023 yang ditandai dengan pembangunan gedung laboratorium kesehatan daerah (Labkesda). “Pembangunan kantor terpadu ini diawali membangun gedung BPBD di 2019 dan selesai di 2021 lalu,” kata Sri Suhartanta.

Menurut dia, alasan pemindahan kantor dinas kesehatan agar menjadi satu kawasan dengan keberadaan labkesda yang dibangun lebih dahulu. “Makanya tahun ini difokuskan membangun kantor dinas kesehatan sehingga nyambung dengan keberadaan gedung labkesda yang dibangun lebih dulu,” katanya.

Mantan Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah ini memastikan pembangunan tidak berhenti untuk kantor dinas kesehatan. Paslanya, sudah ada masterplan berkaitan dengan pembangunan tersebut.

Hanya saja, untuk prosesnya tidak serta merta dilakukan secara serentak. Hal ini dikarenakan pembangunan disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah yang masih sangat terbatas.

“Tetap berlanjut, tapi pelaksanaan pembangunan dilakukan secara bertahap. Tahun ini difokuskan untuk pembangunan kantor dinas kesehatan,” katanya. 

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online