Advertisement
Sampah Dapur di Demangan Jogja Diolah Jadi Pakan Maggot
Salah satu kelompok budi daya maggot di Kampung Sapen, Demangan, pada Kamis (5/3/2026). - Harian Jogja - Ariq Fajar Hidayat
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA—Program budi daya maggot di Kelurahan Demangan di Gondokusuman, Kota Jogja, berhasil menekan volume sampah dapur rumah tangga secara signifikan. Warga memanfaatkan sisa makanan seperti kulit buah, sayuran, hingga nasi basi sebagai pakan larva lalat hitam atau maggot sehingga limbah organik tidak lagi menumpuk di tempat pembuangan akhir.
Lurah Demangan, Suleman Pirson Joko Susilo, menjelaskan bahwa pengolahan sampah dapur melalui budi daya maggot difokuskan pada limbah organik rumah tangga yang sebelumnya disalurkan kepada pihak ketiga atau offtaker pakan ternak.
Advertisement
Kini, seluruh sisa makanan tersebut dialihkan menjadi pakan utama koloni maggot yang dibudidayakan warga di wilayah Demangan.
Program pengelolaan sampah dapur menjadi pakan maggot di Demangan digerakkan oleh Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM) bersama Forum Bank Sampah Kelurahan. Melalui program ini, warga yang tertarik mendapatkan dukungan berupa boks pemeliharaan serta baby maggot sebagai bibit awal.
BACA JUGA
Inisiatif berbasis komunitas tersebut menunjukkan hasil yang cukup signifikan. Dari 122 warga pembudidaya maggot yang tersebar di berbagai wilayah Demangan, panen maggot tercatat dapat mencapai lebih dari 100 kilogram setiap dua minggu sekali.
Kampung Sapen menjadi pusat kegiatan budi daya maggot di Demangan dengan sistem pengelolaan kelompok yang cukup terorganisasi. Bahkan, terdapat petugas khusus yang mengambil sampah organik dari puluhan pelanggan setiap dua hari sekali untuk dijadikan pakan koloni maggot.
Menariknya, tingginya partisipasi warga dalam menyetor sisa makanan dapur justru membuat kelompok pembudidaya kerap mengalami kekurangan stok sampah organik. Sisa makanan yang masuk cepat habis karena langsung dikonsumsi koloni maggot.
“Pada awal program memang ada kekhawatiran dari warga, terutama karena merasa geli dan takut muncul bau tidak sedap dari budi daya maggot. Namun setelah kami memberikan edukasi mengenai teknik pengolahan limbah dapur, kekhawatiran tersebut perlahan hilang,” ujar Susilo, belum lama ini.
Salah satu teknik yang diterapkan adalah membilas sisa makanan menggunakan air sebelum diberikan sebagai pakan maggot, lalu meniriskannya agar tidak menimbulkan aroma menyengat. Metode ini membuat kegiatan budi daya maggot di permukiman padat Demangan tetap terjaga kebersihannya.
Selain itu, kerja sama antara warga dan pengepul turut memastikan siklus produksi maggot berjalan lancar. Pengepul menyediakan bibit baru sekaligus menyerap hasil panen secara rutin. Sistem ini tidak hanya membantu mengurangi sampah dapur rumah tangga di Demangan, tetapi juga mendukung penyediaan pakan ternak alternatif serta memperkuat pemilahan sampah bernilai ekonomi melalui bank sampah sehingga residu sampah yang tidak dapat diolah semakin berkurang di Kota Jogja.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Ini Daftar Kategori Obat dan Makanan Ilegal Terlaris di Online 2025
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- 400 ASN Gunungkidul Pensiun 2026, Dua Kepala Dinas Ikut Purna Tugas
- Disnaker Kulonprogo Buka Posko Aduan THR hingga H+10 Lebaran
- Longsor Jalur Clongop Gunungkidul, Tiga Alat Berat Diterjunkan
- Tol Jogja-Solo Fungsional, Jogja-Klaten Cuma 20 Menit Saat Lebaran
- Dies Natalis 80 FK-KMK UGM Tegaskan Inovasi Kesehatan Bangsa
Advertisement
Advertisement







