Rumor Adidas Jadi Apparel PSIM, Van Gastel: Saya Tebak Warnanya Biru dan Putih
Van Gastel menyambut rumor Adidas menjadi apparel baru PSIM Jogja musim 2026/2027. Jersey anyar akan diperkenalkan pada 29 Agustus.
Proses pemilahan sampah di Purbayan, Kotagede. – Istimewa
Harianjogja.com, JOGJA—Kondisi depo sampah di Kelurahan Purbayan, di Kotagede, Kota Jogja kini nyaris kosong setelah pola pengelolaan sampah diubah langsung dari sumbernya.
Perubahan ini berdampak pada penurunan signifikan volume sampah, sehingga depo yang sebelumnya penuh kini hanya menampung sedikit kiriman dari penggerobak.
Upaya tersebut digerakkan oleh Juru Pemilah Sampah (Jumilah) yang mengubah pendekatan dari pemilahan di depo menjadi pengelolaan sejak dari warga.
Petugas Jumilah Purbayan, Yusran Reta, menjelaskan strategi baru dilakukan dengan melibatkan penggerobak dan masyarakat.
“Kami kerja sama dengan penggerobak-penggerobak di Kelurahan Purbayan agar seluruh pelanggan dari penggerobak itu bisa memilah organik mentah dan matang,” ujarnya.
Melalui pola ini, pemilahan dilakukan langsung dari rumah tangga sehingga sampah yang masuk ke depo semakin berkurang.
Saat ini, tim Jumilah di Purbayan hanya terdiri dari dua orang, yakni Yusran dan Jade Tri Atmaja.
Meski terbatas, keduanya tetap konsisten melakukan edukasi dan pengawasan di tingkat warga.
Perubahan sistem ini mulai dirasakan masyarakat, terutama dari kondisi lingkungan yang lebih bersih dan tertata.
“Deponya sekarang sudah kosong, paling cuma satu pickup saja sudah bersih,” kata Yusran.
Respons warga pun cenderung positif karena sampah tidak lagi menumpuk seperti sebelumnya.
“Banyak yang komentar, ‘sekarang di depo sampahnya bersih semua ya’. Banyak yang positif,” ujarnya.
Menurutnya, persoalan sampah di wilayah tersebut kini jauh lebih terkendali karena alur pembuangan sudah jelas antara sampah organik dan anorganik.
Sampah anorganik hanya dikirim ke depo melalui penggerobak, sementara warga tidak lagi membuang langsung ke lokasi tersebut.
“Alhamdulillah untuk sekarang enggak, sudah ada tempatnya masing-masing,” ucapnya.
Keberhasilan ini bahkan mendapat perhatian dari Wali Kota Jogja, Hasto Wardoyo, yang memberikan apresiasi kepada tim Jumilah. Yusran mengaku terkejut sekaligus bangga atas penghargaan tersebut. “Perasaannya kaget, kok ada kayak gini juga. Ya senang, ada hasil dari kami selama ini,” katanya.
Penguatan Pengelolaan Sampah Mandiri
Sebelumnya, pada 2025, pengelolaan sampah berbasis masyarakat di Kelurahan Purbayan, di Kotagede, Kota Jogja mulai diperkuat melalui Program Masyarakat Jogja Olah Sampah (Mas Jos).
Program yang digencarkan oleh Wali Kota Jogja, Hasto Wardoyo tersebut mendorong warga untuk memilah dan mengolah sampah langsung dari rumah tangga. Di RW 11 Selokraman, sekitar 150 dari 200 kepala keluarga telah aktif mengelola sampah secara mandiri, baik organik maupun anorganik.
Sampah anorganik dikirim ke bank sampah atau diolah menjadi produk kerajinan, sementara sampah organik dimanfaatkan melalui metode biopori, ember tumpuk, hingga kalam untuk kebutuhan pertanian warga.
Pemerintah menilai keberhasilan tersebut tidak lepas dari partisipasi aktif masyarakat, sehingga pola pengelolaan berbasis rumah tangga di Purbayan diharapkan dapat menjadi contoh bagi wilayah lain di Kota Jogja.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Van Gastel menyambut rumor Adidas menjadi apparel baru PSIM Jogja musim 2026/2027. Jersey anyar akan diperkenalkan pada 29 Agustus.
Muhammad Zidan mengajukan talak cerai terhadap Raisya Bawazier. Sidang perdana digelar 1 September 2026 di Jakarta Pusat.
Pedro Acosta finis kedua di MotoGP Aragon 2026. Pol Espargaro menyebut performanya menjadi pasokan oksigen bagi KTM.
Pokémon: Wild Card resmi diumumkan dan dijadwalkan tayang global pada 2027. Teaser perdana menampilkan Mimikyu dan pemain TCG misterius.
Jose Mourinho memberikan penghormatan kepada Lionel Messi setelah bintang Argentina itu mengumumkan pensiun dari sepak bola internasional.
Wakil presiden bukan jabatan wajib di setiap negara. Rusia, Korea Selatan, Prancis hingga Meksiko punya mekanisme suksesi tanpa wakil presiden.