Advertisement

Hujan Lebat Picu Longsor di Sleman, Talud Ambrol di Sejumlah Wilayah

Abdul Hamied Razak
Rabu, 15 April 2026 - 10:57 WIB
Abdul Hamied Razak
Hujan Lebat Picu Longsor di Sleman, Talud Ambrol di Sejumlah Wilayah Proses pembersihan material longsor di Pentingsari Umbulharjo Cangkringan, Selasa (14/4/2026) malam.ist - bpbdsleman

Advertisement

Harianjogja.com, SLEMAN—Hujan berintensitas sedang hingga lebat disertai angin kencang yang melanda wilayah Sleman pada Selasa (14/4/2026) sore memicu serangkaian bencana, mulai dari longsor hingga kerusakan infrastruktur di sejumlah kapanewon.

Berdasarkan laporan BPBD Sleman, kejadian terjadi sekitar pukul 17.45 WIB. Kepala BPBD Sleman, R. Haris Martapa, menyebutkan bahwa meskipun tidak ada korban jiwa, dampak kerusakan cukup tersebar di berbagai wilayah.

Advertisement

Longsor dan Kerusakan Talud

Di Kapanewon Pakem, longsor terjadi pada talud lapangan di wilayah Cemoroharjo, Kalurahan Candibinangun. Sempat mengganggu akses jalan Pakisaji–Watugendong, jalur tersebut kini telah kembali normal. Namun, talud jalan di Randu, Hargobinangun ambrol dengan kedalaman sekitar dua meter dan panjang 2,5 meter, sehingga membahayakan pengguna jalan.

Selain itu, hujan deras juga menyebabkan kanopi berukuran 16 x 2 meter di TK ABA Blembem Lor roboh akibat terpaan angin kencang.

Di Kapanewon Cangkringan, talud jalan sepanjang 15 meter dengan tinggi 2,5 meter longsor hingga menutup akses menuju Desa Wisata Pentingsari, Umbulharjo. Warga bersama relawan melakukan pembersihan material secara gotong royong sejak Rabu pagi.

Potensi Bahaya Susulan

Kerusakan juga terjadi di wilayah Tempel, tepatnya di Kalurahan Banyurejo. Talud Sungai Pelem mengalami retakan sepanjang 20 meter dengan lebar satu meter dan tinggi tiga meter. Kondisi ini diperparah dengan keberadaan dua pohon berukuran cukup besar yang berpotensi tumbang jika talud terus tergerus aliran air.

Sementara itu, di Kapanewon Turi, hujan berdurasi panjang menyebabkan pondasi serta pagar batako kandang milik kelompok ternak di Dusun Tunggularum, Kalurahan Wonokerto roboh.

Di wilayah Ngemplak, tanggul di kawasan Koplak, Umbulmartani ambrol ke sungai dan berpotensi mengganggu aliran air. Kondisi ini dikhawatirkan memicu luapan ke permukiman warga jika tidak segera ditangani.

Selain itu, banjir di Kali Boyong wilayah Lojajar, Sinduharjo, Kapanewon Ngaglik, menyebabkan penumpukan sampah hingga menutup akses jalan serta jembatan penyeberangan warga.

Penanganan dan Imbauan

BPBD Sleman bersama warga dan pemerintah kalurahan telah melakukan berbagai upaya penanganan, mulai dari asesmen dampak, koordinasi lintas instansi, hingga pembersihan material longsor. Pemasangan terpal juga dilakukan di sejumlah titik rawan, seperti di kawasan Pentingsari.

Meski tidak menimbulkan korban jiwa, BPBD mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi bencana susulan. Pasalnya, kondisi cuaca di wilayah DIY masih berpotensi hujan dengan intensitas tinggi dalam beberapa hari ke depan.

Data kejadian yang dihimpun saat ini masih bersifat sementara dan dapat berubah seiring perkembangan di lapangan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Advertisement

Harian Jogja

Berita Terkait

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Berita Pilihan

Advertisement

BPJS Kesehatan Luncurkan 8 Program Percepatan Layanan, Ini Daftarnya

BPJS Kesehatan Luncurkan 8 Program Percepatan Layanan, Ini Daftarnya

News
| Rabu, 15 April 2026, 12:07 WIB

Advertisement

Konflik Timur Tengah Picu Kenaikan Harga Tiket

Konflik Timur Tengah Picu Kenaikan Harga Tiket

Wisata
| Selasa, 14 April 2026, 21:47 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement