Malam Tirakatan, Sultan Tekankan Indonesia Harus Berdaulat dan Adil

Media Digital
Media Digital Senin, 17 Agustus 2026 04:17 WIB
Malam Tirakatan, Sultan Tekankan Indonesia Harus Berdaulat dan Adil

Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X (kiri) melakukan prosesi pemotongan tumpeng dalam Malam Tirakatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Bangsal Kepatihan, Minggu (16/8/2026) malam. - Harian Jogja/ Ariq Fajar Hidayat

Harianjogja.com, JOGJA— Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X mengingatkan bahwa kemerdekaan Indonesia tidak cukup dimaknai sebagai kedaulatan. Kedaulatan, keadilan, dan kemakmuran harus berjalan beriringan agar cita-cita kemerdekaan benar-benar dirasakan masyarakat.

Pesan tersebut disampaikan Sri Sultan dalam Malam Tirakatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Bangsal Kepatihan, Minggu (16/8/2026) malam. Menurutnya, tema kemerdekaan tahun ini, “Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur”, merupakan satu kesatuan yang harus diwujudkan secara konsisten dan berkelanjutan.

Sri Sultan menegaskan ketiga unsur tersebut tidak dapat dipisahkan. Kedaulatan tanpa keadilan hanya akan menciptakan kekuatan yang timpang, sedangkan keadilan tanpa kemakmuran tidak memiliki pijakan dalam kehidupan nyata.

“Berdaulat tanpa adil hanya melahirkan kekuatan yang timpang. Adil tanpa makmur hanya menyisakan cita-cita yang tak berpijak pada kenyataan,” kata Sri Sultan.

Sebaliknya, kemakmuran tanpa kedaulatan juga dinilai rapuh karena mudah dipengaruhi kepentingan dari luar. Karena itu, kedaulatan, keadilan, dan kemakmuran harus dijaga secara bersamaan sebagai bagian dari cita-cita yang diwariskan para pendiri bangsa.

Tirakatan Jadi Momentum Introspeksi

Sri Sultan mengatakan malam tirakatan bukan sekadar agenda rutin menjelang peringatan Hari Kemerdekaan. Momentum tersebut dapat digunakan untuk berhenti sejenak dan melakukan introspeksi terhadap perjalanan bangsa.

Rasa syukur atas kemerdekaan, menurutnya, perlu dibarengi kesadaran untuk terus memperbaiki sikap dan tindakan dalam menghadapi berbagai persoalan.

“Menjadikan Indonesia yang berdaulat, adil, dan makmur bukan hanya cita-cita di atas kertas, melainkan laku nyata yang kita jalani bersama hari demi hari,” ujarnya.

Sri Sultan juga mengajak masyarakat mengenang jasa para pahlawan yang telah mengorbankan harta dan nyawa untuk merebut serta mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Doa dipanjatkan agar para syuhada bangsa memperoleh tempat terbaik di sisi Tuhan dan mendapat pengampunan atas dosa-dosanya.

Tirakatan Digelar Serentak

Asisten Sekretariat Daerah DIY Bidang Administrasi Umum Imam Pratanadi mengatakan Malam Tirakatan digelar serentak di lingkungan pemerintahan hingga masyarakat dengan menyesuaikan kondisi masing-masing.

Menurutnya, kegiatan tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai seremoni. Malam tirakatan menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk merefleksikan kembali perjuangan dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan.

Di tingkat DIY, rangkaian peringatan HUT ke-81 RI telah diisi sejumlah agenda. Sebelum Malam Tirakatan, Pemda DIY mengikuti secara daring Sidang Tahunan dan Pidato Kenegaraan Presiden RI serta menggelar pengukuhan Paskibraka DIY.

Rangkaian kegiatan kemudian berlanjut dengan Upacara Bendera dan peringatan Detik-Detik Proklamasi pada Senin (17/8/2026). Agenda lainnya meliputi display dan penurunan bendera, Malam Resepsi, serta ramah tamah bersama Paskibraka.

Pada malam yang sama, Apel Kehormatan dan Renungan Suci digelar di Taman Makam Pahlawan Nasional Kusumanegara. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari penghormatan kepada para pahlawan yang telah berjuang bagi kemerdekaan Indonesia.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online