Dewan Pers Desak RI Bebaskan Jurnalis yang Ditahan Israel
Dewan Pers mendesak pemerintah Indonesia menempuh jalur diplomatik untuk membebaskan tiga jurnalis yang ditahan Israel.
Mbah Rubingah yang viral ditendang dan diseret di Sleman. /Detikcom- Jauh Hari Wawan S
Harianjogja.com, SLEMAN-- Polisi akhirnya menemukan Mbah Rubingah, perempuan yang viral karena ditendang dan diseret di Pasar Protojayan, Sleman Polisi menemukan nenek yang tinggal sebatang kara itu.
"Benar, Rubingah sudah ditemukan Sat Reskrim Polsek Prambanan pada Kamis (23/1/2020) sekitar pukul 16.00 WIB," ujar Kasi Humas Polsek Prambanan, Aiptu Ahmad Muchlis saat dihubungi wartawan, Jumat (24/1/2020).
Nenek yang hidup sebatang kara itu ditemukan saat sedang berteduh di pasar hewan, Klaten.
"Iya, Rubingah sudah ditemukan di Pasar hewan Prambanan, Klaten. Dia waktu itu sedang berteduh, kan sore itu hujan," katanya.
Muchlis mengungkap kondisi Rubingah saat ditemukan dalam sehat. Namun, polisi kesulitan untuk berkomunikasi dengan Rubingah.
"Susah diajak dialog. Kalau secara fisik sehat, tapi kondisi kejiwaannya susah untuk diajak berdialog," bebernya.
Selanjutnya, Rubingah dibawa ke Mapolsek Prambanan, Sleman, untuk dimintai keterangan guna membuat berita acara.
"Tapi karena susah diajak bicara kami minta bantuan dari kepala dusun," ungkapnya.
Diberitakan sebelumnya, video Nenek Rubingah ditendang dan diseret di Pasar Protojayan atau Pasar Gendeng viral di media sosial. Polisi turun tangan menyelidiki kasus ini. Sebanyak lima orang diperiksa sebagai saksi. Pria yang menendang dan menyeret Nenek Rubingah, yakni Ngadirin juga telah diperiksa polisi.
Polisi telah mencari keberadaan Rubingah sejak video kekerasan yang dialami Rubingah viral di media sosial pada Rabu (22/1/2020). Sejumlah saksi telah diperiksa polisi terkait peristiwa tersebut. Termasuk di antaranya pedagang pasar dan pria yang menendang dan menyeret Rubingah.
Video kekerasan yang dialami Rubingah berdurasi 30 detik. Kejadian dalam video yang viral itu terjadi pada, Senin (20/1/2020) sekitar 5.30 WIB, di Pasar Potrojayan atau yang biasa disebut Pasar Gendeng. Sejak saat itu, para tetangga tak melihat keberadaan Rubingah di rumahnya yang berada di Dusun Kranggan, Desa Jogotirto, Kecamatan Berbah, Sleman.
Kepala Dusun Kranggan 1, Suharmadi (44) mengatakan Rubingah tinggal sendirian di rumahnya. Rubingah sudah lama bercerai dengan suaminya dan hidup sebatang kara.
Setelah bercerai, lanjut Suharmadi, kondisi Rubingah tampak berbeda dan susah diajak komunikasi. Ia juga terkadang pergi tanpa tujuan yang jelas.
Salah seorang tetangga Rubingah, Darmowiyono (83) menambahkan, Rubingah tidak memiliki pekerjaan dan suka bepergian. Menurutnya, nenek yang tinggal seorang diri itu jarang berkomunikasi dengan tetangga.
"Hanya mau berbicara dengan RT dan Pak Dukuh," kata Darmowiyono saat ditemui di dekat rumah Rubingah, Rabu (22/1/2020).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Detik.com
Dewan Pers mendesak pemerintah Indonesia menempuh jalur diplomatik untuk membebaskan tiga jurnalis yang ditahan Israel.
AQUA resmi bubar setelah 30 tahun berkarier, menutup era musik pop dunia dengan warisan lagu “Barbie Girl”.
Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Daerah Istimewa Yogyakarta terus berkomitmen untuk mendekatkan sarana pelayanan kepada masyarakat luas.
Chery dan BYD mengkaji potensi kenaikan harga mobil di Indonesia akibat pelemahan rupiah dan tekanan biaya produksi.
Panduan membaca hasil TKA Kemendikdasmen agar peserta didik memahami makna skor dan kategori penilaian akademik.
Dinas Kebudayaan (Disbud) Bantul kembali menggelar kegiatan Internalisasi Kesejarahan melalui Pembinaan Komunitas.