Peneliti Temukan Resep Membuat Es Krim Anti Meleleh
Peneliti membuat terobosan baru setelah menemukan cara untuk membuat es krim yang hampir tidak meleleh.
Ilustrasi. /Bisnis Indonesia- Paulus Tandi Bone
Harianjogja.com, PENGASIH - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kulonprogo menilai tingginya potensi produksi kayu di Perbukitan Menoreh belum dioptimalkan dalam pengolahannya. Hal itu membuat mereka mendesak Pemerintah Kabupaten Kulonprogo untuk bisa melihat peluang ini.
Anggota Komisi II DPRD Kulonprogo, Septi Nur Anggraeni menuturkan setiap bulan ada 100 truk bermuatan kayu gelondongan dari Perbukitan Menoreh yang dikirim ke sejumlah kawasan di Jawa Tengah, seperti Purworejo, Wonosobo, hingga Jepara. Meski begitu, kayu masih saja dikirim secara mentah sebagai bahan baku kerajinan kayu di Jawa Tengah.
Padahal, menurutnya ada potensi pengolahan kayu gelondong menjadi bentuk lain yang dapat meningkatkan nilai jual sekaligus perekonomian masyarakat. "Kami dorong masuknya investor industri kayu dan meubel ke kawasan Bukit Menoreh," kata Septi, Selasa (28/1/2020).
Dorongan ini tak hanya dimaksudkan Septi untuk mengeruk potensi sumber daya alam Bumi Menoreh, melainkan juga mengembangkan kesejahteraan warga. "Investor bisa fasilitasi pengembangan industri pengolahan kayu untuk kesejahteraan petani dan rakyat kecil," ujar politisi PDI Perjuangan ini. Ia tak ingin kayu dari Kulonprogo hanya terus menerus jadi bahan baku kerajinan di daerah lain tanpa bisa mengolahnya sendiri.
Kurang optimalnya pengelolaan kayu ini juga menjadi perhatian Ketua II DPRD Kulonprogo, Lajiyo Yok Mulyono. Menurutnya pemanfaatan hasil produksi kayu di Menoreh masih memiliki peluang besar untuk ditingkatkan.
Ia merinci, ada beberapa wilayah di kawasan Bukit Menoreh yang menjadi penghasil kayu di Kulonprogo, yakni Kapanewon Kokap, Girimulyo, Samigaluh, Kalibawang, dan sebagian di Kapanewon Pengasih.
Saat ini, ia melihat hasil produksi kayu dari Kulonprogo dijual secara gelondongan ke wilayah Jawa Tengah yang menjadi pusat kerajinan kayu. "Lebih baik Pemkab Kulonprogo mendatangkan investor industri kayu untuk mengolah kayu," kata Lajiyo.
Politisi Partai Gerindra ini mengatakan investasi di bidang pengolahan kayu sangat penting, terlebih sumber dayanya dirasa melimpah tak akan habis. Selain mengoptimalkan potensi lokal, industri kayu ini dapat meningkatkan nilai jual kayu, menciptakan lapangan pekerjaan, serta mendongkrak pertumbuhan ekonomi masyarakat di kawasan Bukit Menoreh.
"Kalau hanya dijual gelondongan tidak akan meningkatkan ekonomi masyarakat. Untuk itu, perlu adanya investor bidang pengolahan kayu, sehingga membuka lowongan pekerjaan, ekonomi masyarakat terangkat, dan kesejahteraan masyarakat meningkat," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Peneliti membuat terobosan baru setelah menemukan cara untuk membuat es krim yang hampir tidak meleleh.
Jadwal terbaru Prameks Jogja–Kutoarjo 2026 lengkap. Simak jam keberangkatan, tips hindari kehabisan tiket, dan jam sibuk penumpang.
Jadwal DAMRI Jogja ke YIA 2026 lengkap dengan tarif Rp80.000. Transportasi praktis, nyaman, dan bebas ribet menuju bandara.
Jadwal lengkap KA Bandara YIA 2026 dari Tugu Jogja ke bandara. Solusi cepat, bebas macet, dan tepat waktu untuk kejar pesawat.
Cek jadwal lengkap KRL Solo–Jogja 16 Mei 2026 dari Palur hingga Jogja. Tarif Rp8.000, berangkat pagi hingga malam.
Libur panjang akhir pekan dorong wisata Sleman naik. Merapi, Kaliurang hingga Prambanan diprediksi jadi tujuan favorit.