Stok Menipis, Harga Cabai di Kulonprogo Rp90.000 Per Kg

Penjual cabai rawit merah di Pasar Wates, Senin (27/1/2020). - Harian Jogja/Lajeng Padmaratri
28 Januari 2020 09:07 WIB Lajeng Padmaratri Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO - Harga cabai rawit merah di Pasar Wates, Kapanewon Wates beberapa waktu terakhir bisa mencapai Rp90.000 perkilogram. Stok yang menipis dan peralihan pola tanam jadi sebabnya.

Salah satu pedagang cabai di lantai II Pasar Wates, Wasirah, 68, menuturkan harga cabai rawit merah yang dijualnya melambung hingga Rp90.000 perkilogram. Harga itu dikatakannya sudah berlangsung beberapa hari terakhir.

"Beberapa hari ini segitu, tapi kalau cabai kan memang naik turun ya," kata warga Wates ini, Senin (27/1/2020). Sementara itu harga cabai rawit hijau masih stabil di angka Rp35.000 dan cabai keriting Rp60.000.

Senada dengan Wasirah, Marsini, 50, juga mengatakan ada kenaikan harga cabai. Di kedainya, harga cabai rawit merah mencapai Rp80.000 perkilogram. Sementara, harga cabai keriting dan rawit hijau serupa dengan Wasirah.

Meski ada peningkatan harga, pihaknya tak begitu antusias terkait hal ini lantaran pihaknya hanya memasok dari tengkulak. Lain halnya jika dirinya merupakan pemasok cabai itu sendiri, sebab harga tinggi pasti sangat menguntungkannya. Walau diakuinya ia juga mengambil untung, namun tak begitu signifikan. "Sebenarnya agak susah juga karena kulakannya mahal," kata Marsini.

Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kulonprogo, Iffah Mufidati mengakui jika ada kenaikan harga cabai rawit merah. Ia beranggapan hal itu disebabkan stok cabai sedang menipis.

"Lahan tanam cabai sedang mulai digunakan untuk alih fungsi menanam padi. Sementara itu, cabai rawit tidak ada lelang, yang ada lelang cabe merah keriting," kata Iffah.

Dijelaskannya, daerah pesisir yang saat ini menjadi lahan tanam cabai sedang memasuki tahap persiapan tanam setelah beberapa waktu lalu digunakan untuk melon dan semangka. "Ada jadwal pola tanam yang harus diikuti oleh petani untuk meminimalisir dan memutus mata rantai hama, jadi stok agak menipis," jelasnya.

Hal ini dibenarkan oleh Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kulonprogo, Aris Nugraha. Ia mengakui harga cabai di tingkat petani memang sedang melonjak.

"Di wilayah pesisir Kulonprogo ada beberapa titik yang sedang panen. Hal ini dikarenakan petani menerapkan pola tanam, cabai-cabai-semangka atau melon," ujarnya.

Kepala Bagian Administrasi Perekonomian Setda Kulonprogo, Adnan Widodo, beberapa waktu lalu mengatakan ada tiga komoditas yang menjadi perhatian khusus supaya inflasi daerah dapat terkendali, yakni cabai, bawang putih, dan bawang merah.

"Harga komoditas tersebut kenaikan dinamis tergantung pada ketersediaan dan pasokan di pasar. Saat ini harga cabai sangat tinggi. Kami akan melakukan pemantuan di lapangan," harapnya.

Terkait stok beras di Kulonprogo, Adnan menjamin persediaan masih aman selama tiga bulan ke depan. Selain itu, diharapkan pada awal April nanti di beberapa kecamatan akan ada panen raya padi, sehingga ketersediaan pangan aman.

"Stok beras sangat aman, dan semoga tidak ada serangan hama yang mengganggu produktivitas tanaman padi," katanya.