Abrasi Putus Jalan Pantai Cangkring-Tanggultirto Bantul, Warga Terpaksa Memutar
Jalan alternatif Pantai Cangkring-Tanggultirto Bantul putus akibat abrasi sejak awal September. Warga kini harus memutar lewat JJLS.
Foto ilustrasi campak. - Antara
Harianjogja.com, BANTUL—Kasus campak di Kabupaten Bantul menunjukkan peningkatan pada awal 2026. Dinas Kesehatan Bantul mencatat hingga pertengahan Maret terdapat 17 kasus campak, lebih tinggi dibandingkan sepanjang 2025 yang tercatat 14 kasus.
Dinas Kesehatan Bantul menyebut Kapanewon Banguntapan menjadi wilayah dengan jumlah kasus campak tertinggi di kabupaten tersebut. Dari total 17 kasus yang tercatat, lima di antaranya berasal dari wilayah Banguntapan.
Kepala Bidang Penanggulangan Penyakit Dinas Kesehatan Bantul, Samsu Aryanto, mengatakan peningkatan kasus penyakit yang disebabkan virus Morbillivirus ini dimungkinkan karena tingkat penularannya yang cukup tinggi.
"Sekarang semuanya sudah sembuh dan tidak ada yang sampai meninggal dunia," ujarnya, Sabtu (14/3).
Samsu menjelaskan pihaknya telah berkoordinasi dengan Puskesmas di berbagai wilayah untuk menggencarkan program imunisasi campak bagi anak usia sembilan hingga 59 bulan sebagai langkah pencegahan.
Dalam program tersebut, Puskesmas di masing-masing wilayah akan menjadi garda terdepan dalam pelaksanaan imunisasi dengan target sasaran sebanyak 1.116 anak.
"Untuk campak ini kalau memang ada gejala seperti demam, batuk, pilek, mata kemerahan, segera saja diobati. Kemudian sebaiknya tidak kontak dulu dengan orang-orang karena penularannya memang cepat," ungkap Samsu.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Bantul, Agus Tri Widiyantara, mengungkapkan masih terdapat sejumlah wilayah di Bantul yang menolak imunisasi campak. Penolakan tersebut disebut berkaitan dengan pandangan budaya di sebagian masyarakat.
Kondisi tersebut dinilai turut memengaruhi upaya peningkatan cakupan imunisasi sekaligus berdampak pada naiknya jumlah kasus campak di wilayah Bantul.
"Idealnya kami menargetkan minimal 95 persen anak itu sudah bisa diimunisasi campak. Namun memang masih ada beberapa tempat yang agak sulit untuk dijangkau karena ada persepsi yang berbeda dari sekelompok masyarakat di Kabupaten Bantul soal imunisasi," jelasnya.
Agus menambahkan imunisasi masih menjadi langkah paling efektif untuk mencegah penyebaran campak. Oleh karena itu Dinkes Bantul akan terus berupaya meningkatkan cakupan imunisasi agar kasus penyakit tersebut tidak semakin meluas di masyarakat.
"Kami akan coba sosialisasi pelan-pelan untuk masyarakat yang masih belum mau, mudah-mudahan ada jalan keluar," pungkas dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jalan alternatif Pantai Cangkring-Tanggultirto Bantul putus akibat abrasi sejak awal September. Warga kini harus memutar lewat JJLS.
Dealer baru Royal Enfield Jogja resmi dibuka di Jalan Laksda Adisucipto. Ada test ride, servis, sparepart asli, hingga ruang komunitas.
Jenazah Taruno Hidayat, korban KMP Virgo, ditemukan di Masalembo dan dimakamkan di Madiun. Adiknya masih dalam pencarian.
Pilur serentak Gunungkidul diikuti 91 calon dari 31 kalurahan. Sebanyak 11 lurah petahana gagal mempertahankan jabatannya.
KPK menyita dolar AS, dolar Singapura, dan perhiasan diduga emas saat menggeledah Kanwil BPN Jatim terkait dugaan korupsi.
Gunung Semeru erupsi empat kali pada Minggu, dengan letusan tertinggi mencapai 1.300 meter. Status masih Level III atau Siaga.