Krisis Air Bersih Mengancam, Gunungkidul Petakan Sumber Air Baru
BPBD Gunungkidul memetakan sumber air baru di daerah kekeringan sebagai solusi jangka panjang bagi warga yang terdampak musim kemarau.
Salah seorang petani, Triyanti, sedang memanen cabai rawit yang ditanam di lahannya di Padukuhan Dringo, Kalurahan Bendung, Kapanewon Semin, Selasa (24/2/2026). - Harian Jogja/David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Harga cabai rawit di Gunungkidul melonjak hingga Rp100.000 per kilogram, membawa angin segar bagi petani yang mulai memasuki masa panen awal 2026. Kondisi ini diakui pemerintah daerah dipicu keterbatasan stok dan pengaruh cuaca ekstrem yang berdampak pada produksi cabai di sejumlah daerah pemasok.
Salah seorang petani cabai di Padukuhan Dringo, Kalurahan Bendung, Kapanewon Semin, Triyanti (58), mengaku bersyukur karena tanaman cabai rawit yang dibudidayakan sejak akhir Desember 2025 mulai menghasilkan panen meskipun belum maksimal. Dalam kurun tiga hari terakhir, ia sudah melakukan pemetikan sebanyak tiga kali.
“Yang ditanam ada sekitar 500 batang benih cabai rawit. Usianya sudah hampir tiga bulan dan sudah mulai panen,” kata Triyanti saat ditemui di sela-sela kegiatan memetik cabai di ladangnya, Selasa (24/2/2026).
Ia menjelaskan hasil panen masih terbatas karena buah yang dipetik hanya cabai yang sudah berwarna merah. Dalam dua kali pemetikan awal, total hasil yang diperoleh baru sekitar 10 kilogram.
“Yang dipetik rawit yang sudah memerah. Kalau yang kuning [muda] masih banyak, tapi sayang kalau dipanen lebih awal,” ungkapnya.
Tingginya harga cabai rawit merah di pasaran menjadi alasan utama petani menunda panen buah yang belum matang sempurna. Saat ini harga di tingkat konsumen mencapai Rp100.000 per kilogram, sedangkan harga jual di tingkat petani berkisar Rp90.000 per kilogram.
“Cabai yang saya petik sudah dipesan. Jadi, setelah dipanen sudah ada yang mengambilnya seharga Rp90.000 per kilo,” katanya.
Triyanti mengaku kondisi harga yang tinggi membuatnya lebih optimistis, meskipun pada awal masa tanam sempat khawatir karena cuaca buruk menyebabkan sebagian tanaman mati.
“Ada yang mati, tapi tetap bersyukur karena masih banyak yang tumbuh dan berhasil panen. Mudah-mudahan harga bisa terus bagus agar petani mendapatkan untung,” katanya.
Terpisah, Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perdagangan dan Tenaga Kerja Gunungkidul, Ris Heryani, menjelaskan kenaikan harga cabai rawit sudah terjadi sejak beberapa waktu terakhir, namun lonjakan tertinggi tercatat pada Kamis (19/2/2026) dari Rp80.000 menjadi Rp100.000 per kilogram. “Kenaikan harga terjadi pada semua jenis cabai,” katanya.
Menurutnya, kondisi tersebut dipengaruhi belum meratanya masa panen di daerah pemasok sehingga stok cabai di pasaran berkurang. Selain itu, cuaca ekstrem juga berdampak pada hasil produksi komoditas hortikultura tersebut.
“Sesuai dengan hukum ekonomi kalau stok berkurang, dan permintaan tetap tinggi, maka harganya akan naik,” katanya. Dengan kondisi harga cabai yang masih tinggi, petani di Gunungkidul diharapkan dapat menikmati keuntungan lebih baik pada musim panen berikutnya, terutama jika produksi mulai meningkat seiring membaiknya kondisi cuaca di wilayah sentra pertanian.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BPBD Gunungkidul memetakan sumber air baru di daerah kekeringan sebagai solusi jangka panjang bagi warga yang terdampak musim kemarau.
Jadwal KRL Solo-Jogja Selasa 28 Juli 2026 lengkap dari Palur hingga Yogyakarta. Cek 12 jadwal perjalanan dan tarif tetap Rp8.000.
Kemkomdigi meminta publik melihat utuh pernyataan Presiden Prabowo soal "londo ireng" dan menegaskan tidak ditujukan kepada profesi atau kelompok tertentu.
Jadwal KRL Jogja-Solo Selasa 28 Juli 2026 tersedia dengan 15 perjalanan. Tarif tetap Rp8.000 dari Stasiun Yogyakarta hingga Palur.
Megawati Soekarnoputri meresmikan Monumen Peristiwa Kudatuli di Kantor DPP PDIP dan mengajak generasi muda tidak melupakan sejarah perjuangan bangsa.
Polres Bantul menyita 307 botol miras berbagai merek dari 14 lokasi dalam operasi KRYD untuk menekan peredaran minuman keras ilegal.