Kekeringan Belum Berakhir, Bantuan Air Bersih Gunungkidul Berlanjut
BPBD Gunungkidul melanjutkan bantuan air bersih hingga Desember 2026. Lebih dari 3.950 tangki telah disalurkan kepada warga terdampak kekeringan.
Ilustrasi Alsintan.dok/harianjogja
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Pemerintah Kabupaten Gunungkidul terus memperkuat sektor pertanian dengan menyalurkan berbagai bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) kepada kelompok tani. Program ini diharapkan mampu mendorong percepatan swasembada pangan sekaligus meningkatkan produktivitas pertanian di Bumi Handayani.
Penyerahan bantuan dilakukan langsung oleh Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih di halaman Dinas Pertanian dan Pangan, Kamis (18/6/2026). Sejumlah alsintan disalurkan untuk mendukung proses pengolahan lahan hingga panen.
Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul, Rismiyadi, menjelaskan bantuan yang diberikan cukup beragam, mulai dari 12 unit cultivator untuk pengolahan lahan sebelum tanam, satu unit handtraktor roda dua jenis amberjack, hingga traktor roda empat sebanyak dua unit dan traktor roda tiga sebanyak tiga unit.
Selain itu, kelompok tani juga menerima sepuluh unit power thresher serta combine harvester untuk mendukung proses panen agar lebih cepat dan efisien.
“Sebagian bantuan berasal dari pemerintah pusat dan sebagian lainnya dari APBD kabupaten. Ini bentuk komitmen dalam mendukung ketahanan pangan,” kata Rismiyadi.
Menurutnya, penggunaan alsintan menjadi langkah strategis untuk meningkatkan efisiensi kerja petani. Proses pengolahan lahan yang sebelumnya dilakukan secara manual kini dapat dilakukan lebih cepat, sehingga berdampak pada peningkatan hasil produksi.
“Dengan alsintan, tidak hanya meningkatkan produktivitas, tetapi juga efisiensi tenaga dan waktu. Harapannya hasil panen juga lebih maksimal,” ujarnya.
Tak hanya itu, Pemkab Gunungkidul juga tengah menyiapkan bantuan benih jagung sebagai bagian dari program swasembada pangan nasional. Rencananya, bantuan tersebut akan disalurkan pada Juli 2026 untuk mendukung penanaman di lahan seluas 8.500 hektare.
Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih menegaskan bahwa sektor pertanian memiliki peran strategis dalam menjaga ketahanan pangan. Oleh karena itu, dukungan kepada petani harus terus diperkuat.
“Petani adalah pahlawan pangan. Kita harus memastikan mereka mendapatkan dukungan yang memadai, termasuk melalui bantuan alsintan,” katanya.
Endah berharap bantuan yang diberikan dapat dimanfaatkan secara optimal oleh kelompok tani. Ia juga mengingatkan pentingnya perawatan alat agar dapat digunakan dalam jangka panjang.
“Dengan dukungan ini, proses produksi diharapkan lebih lancar dan hasilnya maksimal. Kami juga berharap para petani selalu diberi kesehatan agar tetap semangat dalam mengolah lahan,” ujarnya.
Melalui kombinasi bantuan alsintan dan penyediaan benih, Pemkab Gunungkidul optimistis sektor pertanian akan semakin kuat, produktif, dan mampu menjadi tulang punggung ketahanan pangan daerah maupun nasional.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BPBD Gunungkidul melanjutkan bantuan air bersih hingga Desember 2026. Lebih dari 3.950 tangki telah disalurkan kepada warga terdampak kekeringan.
Jadwal KRL Jogja-Solo Sabtu 7 November 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal tiap stasiun dan tarif tiket Rp8.000.
FSMR ISI Jogja mengembangkan ARTI untuk menghimpun, mengelola, melestarikan, dan menyebarluaskan karya seni digital dosen serta mahasiswa.
BPS mencatat IPM DIY 2026 mencapai 83,43 atau tumbuh 1,15%. Kota Jogja mencatat nilai tertinggi sebesar 90,28.
FIPGB menyoroti pembatasan gas oleh PGN yang dinilai membuat industri tak sepenuhnya menikmati harga LNG US$13 per MMBTU hingga akhir 2026.
Pemerintah menargetkan revisi keempat aturan DHE SDA rampung akhir November 2026, termasuk relaksasi konversi valas ke rupiah hingga 100%.