Serangan Monyet Bikin Resah Petani Tanjungsari Gunungkidul
Warga Padukuhan Kelor, Kemadang, Tanjungsari mengeluhkan serangan monyet ekor panjang yang merusak area pertanian yang dimiliki karena bisa gagal panen.
Lokasi Lumbung Mataraman di Padukuhan Kemorosari 2 di Kalurahan Piyaman, Wonosari, Senin (13/4/2026)/ Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Program ketahanan pangan melalui Lumbung Mataraman di Kabupaten Gunungkidul terus diperluas pada 2026. Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menargetkan pembangunan lumbung baru di dua kalurahan guna memperkuat kemandirian pangan masyarakat.
Sekretaris Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul, Raharjo Yuwono, menjelaskan bahwa pengembangan Lumbung Mataraman tahun ini akan difokuskan di Kalurahan Grogol, Kapanewon Paliyan, serta Kalurahan Kelor di Kapanewon Karangmojo.
“Untuk tahun ini akan dibangun di Kalurahan Grogol, Paliyan dan Kelor di Kapanewon Karangmojo,” kata Raharjo, Senin (13/4/2026).
Program Lumbung Mataraman sendiri merupakan inisiatif Pemerintah DIY yang telah berjalan sejak 2022. Hingga 2025, sejumlah lumbung telah dibangun di beberapa wilayah, seperti Kalurahan Bendung di Semin, Kedungpoh di Nglipar, Balong di Girisubo, serta Piyaman di Wonosari.
Pengembangan ini dilakukan sebagai upaya memperkuat ketahanan pangan berbasis masyarakat. Konsep yang diterapkan adalah pertanian terpadu, mencakup sektor tanaman pangan, hortikultura, hingga peternakan dalam satu kawasan.
Raharjo menuturkan bahwa pengelolaan program dilakukan langsung oleh masing-masing kalurahan, dengan dukungan anggaran dari Pemerintah DIY. Pada tahap awal pelaksanaan, setiap lokasi penerima program mendapatkan alokasi dana sekitar Rp750 juta.
“Detail program ada di masing-masing kalurahan karena anggarannya juga langsung cair dari Pemerintah DIY ke kalurahan yang menjadi sasaran penerima program,” jelasnya.
Ia berharap program ini dapat dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat untuk meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus mendorong kesejahteraan warga.
Sementara itu, sejumlah pemerintah kalurahan yang menjadi lokasi pengembangan masih belum memberikan penjelasan rinci terkait implementasi program tahun ini. Perwakilan dari Kalurahan Grogol maupun Kelor belum merespons permintaan konfirmasi terkait detail pembangunan.
Sebagai gambaran, pelaksanaan program serupa sebelumnya di Kalurahan Piyaman, Wonosari, menunjukkan hasil positif. Lurah Piyaman, Tugino, menyebutkan pihaknya menerima bantuan Rp600 juta untuk pembangunan lumbung di Padukuhan Kemorosari 2 dengan memanfaatkan tanah kas desa seluas sekitar 1,5 hektare.
Lahan tersebut digunakan untuk budidaya bawang merah dan tanaman hortikultura lainnya, yang sebagian hasil panennya telah dirasakan manfaatnya oleh masyarakat setempat.
Pengembangan Lumbung Mataraman diharapkan menjadi langkah strategis dalam memperkuat ketahanan pangan lokal sekaligus meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat di wilayah Gunungkidul.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Warga Padukuhan Kelor, Kemadang, Tanjungsari mengeluhkan serangan monyet ekor panjang yang merusak area pertanian yang dimiliki karena bisa gagal panen.
KY memastikan seleksi hakim agung dan hakim ad hoc MA 2026 transparan. Publik bisa memantau proses dan memberi informasi rekam jejak calon.
Jadwal KRL Jogja-Solo Rabu 12 Agustus 2026 tersedia 15 perjalanan. Kereta pertama berangkat 05.05 WIB, tarif tetap Rp8.000.
PSEL Piyungan ditargetkan groundbreaking Desember 2026. Proyek senilai Rp2,5 triliun-Rp3 triliun ini mulai dibangun Januari 2027.
Polisi menyiagakan puluhan personel setelah massa membakar sejumlah kantor pemerintah di Ilaga, Puncak, Papua Tengah.
Jadwal KRL Solo-Jogja Rabu 12 Agustus 2026 tersedia 12 perjalanan dari Palur ke Yogyakarta. Tarif tetap Rp8.000.