9 SD Negeri di Gunungkidul Berpotensi Diregrouping, Ini Alasannya
Dinas Pendidikan Gunungkidul mengkaji regrouping 9 SD negeri yang kekurangan murid agar layanan pendidikan lebih efektif dan efisien.
Komandang Kodim 0730/GK, Letkol Inf Alfian Yudha Praniawan saat panen melon di Mastani Farm di Padukuhan Besari, Siraman, Wonosari, Sabtu (15/3). Harian Jogja/David Kurniawan.
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL— Lahan yang belum dimanfaatkan di markas Kodim 0730/Gunungkidul rencananya akan digunakan untuk mengembangkan budidaya melon loreng. Rencana tersebut disampaikan Komandan Kodim 0730/Gunungkidul, Alfian Yudha Praniawan, saat menghadiri panen raya melon di Mastani Farm, Padukuhan Besari, Kalurahan Siraman, Kapanewon Wonosari, Sabtu (14/3/2025) sore.
Alfian mengatakan pihaknya tertarik mengembangkan melon loreng setelah melihat langsung berbagai jenis melon yang dibudidayakan di lokasi tersebut.
“Ini kejutan. Karena ada empat jenis melon yang dibudidayakan dan salah satunya jenis loreng [mirip seragam TNI]. Saya tidak tahu nama resminya apa, tapi kami tertarik untuk membudidayakannya,” kata Alfian.
Menurut dia, masih terdapat lahan yang belum produktif di lingkungan markas komando Kodim yang berpotensi dimanfaatkan untuk pengembangan budidaya buah, termasuk melon loreng. Upaya tersebut sekaligus menjadi bagian dari dukungan terhadap kampanye konsumsi buah demi menjaga kesehatan masyarakat.
“Acuannya jelas dari World Health Organization yang menyarankan untuk makan sayur dan buah. Untuk takarannya, satu porsi buah dengan berat 100–150 gram per harinya,” katanya.
Ia menilai budidaya melon memiliki prospek pasar yang cukup menjanjikan. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik pada 2025, produksi melon di wilayah Gunungkidul atau Bumi Handayani tercatat mencapai 3.793,98 kuintal.
“Kami siap mendukung untuk budidaya buah. Untuk jenisnya tidak hanya melon, tapi ada pepaya, pisang, dan lainnya. Dalam pengembangannya, kami berkomitmen menggandeng para petani milenial seperti di Mastani Farm,” ujarnya.
Alfian menambahkan, keterlibatan petani muda dinilai penting untuk mendorong inovasi di sektor pertanian. Dengan dukungan generasi muda, kegiatan bertani diharapkan dapat dikembangkan secara lebih kreatif dan produktif.
“Dengan menggandeng petani milenial, proses bertani menjadi lebih menyenangkan. Selain itu juga muncul ide-ide dan inovasi baru untuk mendukung budidaya,” katanya.
Ia menjelaskan melon yang dikembangkan di lokasi tersebut termasuk kategori premium karena dibudidayakan menggunakan metode hidroponik di dalam green house.
Sementara itu, Ketua Mastani Farm, Fahid Nur Arosyid, mengatakan budidaya melon dilakukan di dalam green house dengan luas sekitar 12 meter x 31 meter.
Dalam satu siklus penanaman, fasilitas tersebut mampu menampung hingga 1.024 benih melon.
“Modal awal sekitar Rp120 juta, tapi berdasarkan kalkulasi sudah bisa balik modal di tahun kedua setelah budidaya,” katanya.
Ia menambahkan, potensi pengembangan budidaya melon di Gunungkidul cukup terbuka, terutama jika melibatkan generasi muda.
“Sudah ada simulasinya dan berdasarkan perhitungan bisa mendapatkan keuntungan sekitar Rp5 juta per bulan dan ini jelas jauh di atas UMK yang berlaku di Gunungkidul,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dinas Pendidikan Gunungkidul mengkaji regrouping 9 SD negeri yang kekurangan murid agar layanan pendidikan lebih efektif dan efisien.
Studi terbaru ungkap anak lahir musim panas berisiko lebih tinggi terkena flu akibat jadwal vaksin yang tidak optimal.
Kasus DBD di Gunungkidul turun saat kemarau, namun warga tetap diminta waspada karena potensi penularan masih ada.
Maroko menyingkirkan Belanda lewat adu penalti 3-2 setelah bermain imbang 1-1 dan melaju ke babak 16 besar Piala Dunia 2026 menghadapi Kanada.
Cari city car bekas di bawah Rp100 juta? Honda Brio, Toyota Agya, Honda Jazz, Toyota Yaris, dan lainnya bisa jadi pilihan. Simak tips membeli mobil bekas!
Tiga pasangan resmi menikah dalam nikah bareng di atas moge Harley Davidson di KUA Sewon Bantul.