Pilur 31 Kalurahan Gunungkidul Selesai, Lurah Dilantik 26 November
Pilur Gunungkidul di 31 kalurahan berlangsung aman. Lurah terpilih ditargetkan dilantik 26 November 2026 setelah tahapan administrasi selesai.
Bupati Gunungkidul, Endah SUbekti Kuntariningsih saat meninjau pohon pisang berbuah ganda di Kalurahan Tancep, Ngawen, Senin (18/5/2026). Ist/pemkabgunungkidul
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Fenomena unik muncul dari sektor pertanian di wilayah Kapanewon Ngawen, Gunungkidul. Warga Padukuhan Wonongso, Kalurahan Tancep, menemukan tanaman pisang ambon yang mampu berbuah lebih dari satu tandan dalam satu pohon. Keunikan ini kini dilirik pemerintah daerah untuk dikembangkan menjadi komoditas unggulan.
Pemilik tanaman, Pringadi, mengungkapkan bahwa fenomena tersebut pertama kali diketahui pada 2024. Saat itu, satu pohon pisang bahkan mampu menghasilkan hingga empat tandan sekaligus. Seiring waktu, karakter unik tersebut tetap bertahan, meski jumlah tandan kini rata-rata dua per pohon.
“Awalnya kami kira hanya kebetulan, tetapi setelah beberapa kali panen ternyata karakter ini tetap muncul. Bahkan sampai masa tanam ketujuh, masih ada yang berbuah lebih dari satu tandan,” ujarnya, Rabu (20/5/2026).
Ia menjelaskan, bibit awal tanaman tersebut berasal dari program Kuliah Kerja Nyata (KKN) mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM). Bantuan bibit itu awalnya ditujukan untuk mendukung wilayah Tancep sebagai sentra produksi pisang. Namun, hasil yang muncul justru di luar dugaan.
Berdasarkan pengamatan lapangan, fenomena ini diduga terjadi akibat mutasi genetik alami. Kondisi tersebut membuat tanaman memiliki produktivitas berbeda dibandingkan pisang pada umumnya yang hanya menghasilkan satu tandan per pohon.
Selain produktivitasnya yang tinggi, pisang ambon bertandan ganda ini juga dinilai lebih tahan terhadap serangan hama. Pringadi menyebut, saat tanaman lain terserang penyakit, pohon pisang miliknya tetap tumbuh subur dan mampu berbuah optimal.
“Jenisnya ambon, dan saat ini harga jualnya sekitar Rp130 ribu per tandan,” tambahnya.
Keunikan ini pun menarik perhatian Pemerintah Kabupaten Gunungkidul. Kepala Dinas Pertanian dan Pangan, Rismiyadi, menyatakan pihaknya telah meninjau langsung lokasi bersama Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih.
Menurutnya, pemerintah melihat potensi besar dari tanaman tersebut untuk dikembangkan sebagai varietas unggulan daerah. Apalagi, produktivitas yang lebih tinggi berpeluang meningkatkan pendapatan petani.
“Ibu Bupati sangat tertarik dan meminta agar pisang bertandan ganda ini bisa dikembangkan lebih luas,” jelasnya.
Sebagai langkah awal, dinas terkait akan melakukan kajian lebih mendalam serta pendampingan melalui penyuluh pertanian. Selain itu, proses pembibitan juga mulai disiapkan dengan memanfaatkan anakan pohon yang memiliki karakter serupa.
Pengembangan ini diharapkan tidak hanya meningkatkan produktivitas pertanian, tetapi juga memperkuat identitas Gunungkidul sebagai daerah dengan inovasi pertanian berbasis potensi lokal.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pilur Gunungkidul di 31 kalurahan berlangsung aman. Lurah terpilih ditargetkan dilantik 26 November 2026 setelah tahapan administrasi selesai.
SDHI resmi mengelola Bandara Internasional Dhoho Kediri secara mandiri setelah memperoleh Sertifikat Standar BUBU dari Kementerian Perhubungan.
Disdikpora Bantul mengandalkan program revitalisasi sekolah dari pemerintah pusat di tengah keterbatasan anggaran akibat efisiensi.
Persis Solo kalah 0-2 dari Kendal Tornado FC di Stadion Manahan. Patrick Cruz dan Ousmane Maiket mencetak gol untuk tim tamu.
Mendiktisaintek Brian Yuliarto menyoroti proporsi mahasiswa STEM Indonesia yang masih 28 persen dan pentingnya penguatan sains fundamental.
Hotspot karhutla Indonesia naik menjadi 1.271 titik. Kalteng mencatat 355 titik dan Kalbar 246 titik hingga 2 Oktober 2026.