Advertisement

Pendidikan Khas Kejogjaan Ditargetkan Masuk Semua Sekolah DIY

Lugas Subarkah
Selasa, 24 Februari 2026 - 12:57 WIB
Maya Herawati
Pendidikan Khas Kejogjaan Ditargetkan Masuk Semua Sekolah DIY Foto ilustrasi Siswa Sekolah Dasar / Foto dibuat dengan Artificial Intelligence ChatGPT

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA—Program Pendidikan Khas Kejogjaan (PKJ) ditargetkan mulai diterapkan di seluruh sekolah di Daerah Istimewa Jogja (DIY) pada tahun ajaran 2026–2027 sebagai upaya penguatan karakter berbasis budaya lokal. Kebijakan ini didorong Pemerintah Daerah DIY agar nilai-nilai budaya Jogja terintegrasi sejak pendidikan anak usia dini hingga perguruan tinggi.

Ketua Dewan Pendidikan DIY, Sutrisna Wibawa, menjelaskan implementasi PKJ yang mulai digulirkan sejak 2024 saat ini belum menjangkau semua satuan pendidikan. Arahan Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X, menekankan percepatan penerapan agar program tersebut dapat berlaku merata pada tahun pelajaran mendatang.

Advertisement

“Kami tentu perlu berhati-hati dan melakukan uji coba. Kami diminta Sri Sultan HB X untuk segera dilakukan di semua sekolah, mulai dari tingkat PAUD, SD, SMP, SMA/SMK dan juga perguruan tinggi,” ujarnya dalam pers rilis, Selasa (24/2/2026).

Hasil evaluasi terhadap uji coba PKJ di 10 sekolah menunjukkan dampak positif terhadap pembentukan karakter peserta didik. Pada indikator pengukuran karakter dengan skala 1 hingga 5, nilai rata-rata mencapai 4,1 yang dinilai cukup baik untuk tahap awal penerapan

“Artinya ini sudah bagus. Karena itu kami pun merasa sekolah lain perlu untuk melaksanakannya juga,” katanya.

PKJ sendiri merupakan konsep pendidikan nilai-nilai Jogja yang berfokus pada pembentukan karakter berbasis budaya lokal. Program ini merupakan tindak lanjut dari pidato Gubernur DIY pada 2019 mengenai pendidikan khas kebudayaan. Meski menggunakan istilah pendidikan, PKJ tidak akan menjadi mata pelajaran baru, melainkan diintegrasikan dalam pembelajaran yang sudah ada.

“Misalnya saja masuk dalam pelajaran Bahasa Jawa karena mungkin itu yang paling mudah. Tapi banyak juga materi PKJ yang dapat disisipkan pada mata pelajaran lain, misalnya pendidikan agama, di mana filosofi sankan paraning dumadi tentang asal usul dan tujuan manusia diciptakan. Begitu pula dengan pelajaran Bahasa Indonesia atau IPS yang dapat disisipi wacana Jogja,” paparnya.

Pada jenjang perguruan tinggi, materi Pendidikan Khas Kejogjaan dapat diberikan sejak masa pengenalan kampus. Beberapa perguruan tinggi di DIY disebut telah mulai menerapkan pendekatan tersebut, dengan harapan penguatan kajian budaya Jogja juga berkembang dari sisi akademik dan penelitian.

“Untuk pelaksanaannya, saat ini buku PKJ maupun media-media pembelajarannya sudah siap. Kami juga sudah menyiapkan serangkaian bimbingan teknis dan akan terus berlanjut kami lakukan,” imbuhnya.

Kesiapan perangkat pembelajaran tersebut menjadi bagian penting agar penerapan Pendidikan Khas Kejogjaan di seluruh sekolah DIY pada tahun ajaran 2026–2027 dapat berjalan optimal sekaligus memperkuat identitas budaya daerah dalam sistem pendidikan formal.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Berita Pilihan

Advertisement

BRIN Kembangkan Sistem Peringatan Dini Banjir dan Erosi

BRIN Kembangkan Sistem Peringatan Dini Banjir dan Erosi

News
| Selasa, 24 Februari 2026, 13:27 WIB

Advertisement

Nawang Senja Jadi Spot Ngabuburit Favorit di Pantai Glagah

Nawang Senja Jadi Spot Ngabuburit Favorit di Pantai Glagah

Wisata
| Selasa, 24 Februari 2026, 13:47 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement