Dugaan Kekerasan Seksual, ISI Jogja Nonaktifkan Seorang Dosen
ISI Jogja menonaktifkan seorang dosen usai Satgas PPKPT menuntaskan pemeriksaan laporan dugaan kekerasan seksual terhadap mahasiswa.
Kepala Dinkes Bantul, Agus Tri Widiyantara/ Harian Jogja-Stefani Yulindriani
Harianjogja.com, BANTUL—Dinas Kesehatan Kabupaten Bantul akan mendirikan sejumlah pos layanan kesehatan di kawasan objek wisata pantai guna memberikan penanganan medis bagi wisatawan selama masa libur Lebaran.
Pos layanan tersebut disiapkan untuk membantu wisatawan yang membutuhkan pertolongan kesehatan darurat saat berkunjung ke wilayah pesisir Kabupaten Bantul.
Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinkes Bantul, Ahmad Riyanto, mengatakan bahwa setiap musim libur Lebaran sering terjadi insiden di kawasan pantai, seperti kecelakaan laut maupun wisatawan yang tersengat ubur-ubur.
Untuk mengantisipasi kejadian tersebut, Dinkes Bantul rutin mendirikan posko kesehatan agar penanganan medis dapat dilakukan dengan cepat.
"Petugas kesehatan nantinya akan dilengkapi dengan peralatan yang lengkap dan mulai tugas sejak masa libur Lebaran," katanya, Jumat (13/3/2026).
Petugas Disiagakan di Pos Pantau Mudik
Ahmad menambahkan, selain membuka pos layanan kesehatan di kawasan pantai, Dinkes Bantul juga menugaskan tenaga kesehatan di sejumlah pos pantau mudik Lebaran.
Setiap pos pantau akan diisi tiga petugas kesehatan yang bertugas selama periode 18–25 Maret. Pos tersebut tersebar di beberapa lokasi, yakni Druwo, Piyungan, Parangkusumo, Srandakan, serta Bantul Kota.
"Pos-pos pantau tersebut melibatkan fasilitas pelayanan kesehatan yang ada di Kabupaten Bantul. Jadi tidak hanya puskesmas, tidak hanya PSC, tidak hanya rumah sakit daerah, tetapi kita juga melibatkan swasta yang ada di Bantul," jelasnya.
Puskesmas Rawat Inap Buka 24 Jam
Sementara itu, Kepala Dinkes Bantul, Agus Tri Widiyantara, menyampaikan seluruh fasilitas layanan kesehatan di wilayah Bantul tetap memberikan pelayanan selama masa libur Lebaran.
Ia menjelaskan bahwa seluruh puskesmas rawat inap serta rumah sakit akan tetap melayani pasien selama 24 jam.
"Khusus untuk puskesmas rawat inap yang ada sebanyak 16 di Bantul, ini akan buka 24 jam untuk layanan gawat darurat. Kemudian puskesmas yang lainnya yang 11, ini tetap melayani pada saat cuti bersama. Jadi hanya libur pada saat tanggal merah yang ditetapkan oleh pemerintah," kata Agus.
Antisipasi Kasus Kesehatan Selama Lebaran
Selain layanan umum, Dinkes Bantul juga menyiapkan langkah antisipasi terhadap kasus kegawatdaruratan maternal dan neonatal selama masa libur Lebaran.
Rumah sakit yang memiliki layanan Pelayanan Obstetri Neonatal Emergensi Komprehensif (PONEK) diminta menyiapkan dokter spesialis obstetri dan ginekologi untuk menangani kasus darurat yang berkaitan dengan ibu hamil, ibu bersalin, maupun ibu nifas.
"Puskesmas juga kami minta siaga untuk menghadapi adanya kasus-kasus entah itu penyakit-penyakit yang tiba-tiba muncul, ataupun juga mungkin kasus-kasus keracunan makanan yang mungkin terjadi pada saat Lebaran," pungkas Agus.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
ISI Jogja menonaktifkan seorang dosen usai Satgas PPKPT menuntaskan pemeriksaan laporan dugaan kekerasan seksual terhadap mahasiswa.
Renault 8 Gordini Concept hadir sebagai coupe listrik 270 HP bergaya café racer. Ikon balap 1964 ini tidak diproduksi massal, simak detailnya.
Lansia belum punya akta kelahiran tetap bisa mengurus ke Disdukcapil. Gunakan SPTJM F-2.03 dan F-2.04 bila dokumen hilang.
Poktan Swa Katon Asri Wirobrajan menanam padi dalam ratusan galon bekas. DPRD Kota Jogja menilai inovasi ini layak direplikasi.
Sinopsis film Gak Ada Matinya, kisah Binsar yang berharap uang asuransi ayahnya menyelamatkan hidupnya, tetapi semuanya berubah.
Instagram menghadirkan Pixel, fitur AI baru untuk menyamarkan wajah atau objek di Stories hanya dengan perintah teks.