Makam Kyai Langgeng Direvitalisasi, Magelang Kembangkan Wisata Religi
Pemkot Magelang memulai revitalisasi Makam Kyai Langgeng untuk melestarikan sejarah sekaligus mengembangkan wisata religi di Kota Magelang.
Ilustrasi hujan lebat./Reuters
Harianjogja.com, JOGJA- Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) meminta warga untuk waspada dengan kemungkinan terjadinya hujan disertai petir dan angin kencang di Sleman, Gunungkidul utara dan Kulonprogo utara yang diperkirakan terjadi pada Kamis (6/2/2020) siang atau sore hari.
Adapun secara keseluruhan wilayah Bantul, Kulonprogo dan Gunungkidul diperkirakan cerah berawan pada siang hari, Sleman dan Kota Jogja hujan lokal.
Pada malam hari, wilayah Bantul dan Gunungkidul diprediksi cerah berawan, sedangkan wilayah Sleman, Jogja dan Wates diprediksi berawan. Pada malam hari, kelima wilayah di DIY diprediksi berawan.
Suhu udara diperkirakan bervariasi dengan kisaran 23 hingga 31 derajat celcius, dengan kelembaban 65 hingga 95%.
Di laut selatan, gelombang diperkirakan setinggi 1 hingga 1,5 meter dengan arah angin dari selatan ke utara.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkot Magelang memulai revitalisasi Makam Kyai Langgeng untuk melestarikan sejarah sekaligus mengembangkan wisata religi di Kota Magelang.
Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan meresmikan operasional LRT Jakarta rute Kelapa Gading-Manggarai pada 26 Agustus 2026 mendatang.
BMKG memprakirakan curah hujan Kalsel mulai meningkat Oktober 2026, tetapi lahan masih sangat mudah terbakar pada 22-23 Agustus.
Prabowo menegaskan pelaku karhutla akan ditindak. Izin korporasi bisa dicabut jika terbukti melakukan pelanggaran hukum.
LRT Jabodebek mencatat rekor 3,06 juta penumpang pada Juli 2026, tertinggi sejak beroperasi dan tumbuh 21% secara tahunan.
BMKG mencatat 776 titik panas di Kalsel pada Sabtu. Sebaran asap meluas ke Kalteng dan Kaltim, sementara jarak pandang turun hingga 200 meter