Monkey Malaria Mengintai, IDAI Ungkap Gejala Beratnya
IDAI mengingatkan bahaya monkey malaria yang menular lewat nyamuk dari monyet ke manusia dan bisa memicu infeksi berat hingga kematian.
Seorang calon jemaah haji asal Bantul saat mengikuti pemeriksaan kesehatan di Kantor Dinas Kesehatan Bantul, Sabtu (8/2/2020)./Harian Jogja-Hery Setiawan
Harianjogja.com, BANTUL—Sebanyak 60% calon jemaah haji asal Bantul berasal dari kalangan lanjut usia yang masuk dalam kategori usia rentan. Bahkan secara keseluruhan, kondisi fisik calon jemaah haji Bantul dinilai masih kurang.
Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes Bantul Fauzan mengatakan sebanyak 954 jemaah calon haji asal Bantul mengikuti pemeriksaan fisik di Dinas Kesehatan (Dinkes) Bantul selama dua hari, mulai Sabtu-Minggu (8-9/2/2020). Dari hasil pemeriksaan itu, kata dia, diketahui ternyata sebanyak 60% di antaranya adalah lansia yang masuk dalam kategori usia rentan.
Selain itu, imbuh Fauzan, rerata kondisi kesehatan calon jemaah haji asal Bantul masih terbilang kurang. Hal itu lantaran minimnya aktivitas olahraga yang mereka terapkan sehari-hari. "Itulah sebabnya, kami minta mereka olahraga, terutama lari dan jalan kaki dengan waktu dan jarak tertentu," katanya, Sabtu.
Begitu pula dengan riwayat penyakit. Diakui dia, sebagian besar calon jemaah haji Bantul memiliki riwayat penyakit seperti diabetes melitus, gangguan pernafasan, radang sendi, dan darah tinggi. Menurutnya, kondisi tersebut jelas membahayakan jika tak diantisipasi sejak awal.
Terlebih dengan kondisi iklim di Timur Tengah yang berbeda dengan Tanah Air bajak menguji daya tahan tubuh calon jemaah haji. Fauzan mengimbau agar calon jemaah haji menyiapkan kondisi kesehatannya sedini mungkin.
"Apalagi di tengah isu kesehatan global, itu harus disiapkan. Jangan sampai panik atau bingung. Seolah-olah gak punya pedoman nanti di sana mau bagaimana," katanya Fauzan yang juga menjadi koordinator tim dokter dalam kegiatan pemeriksaan fisik itu.
Salah satu calon jemaah haji asal Bantul, Wongsorejo,Wongsorejo, mengaku siap berangkat haji. "Pokoknya semangat. Insyaallah tetap sehat," katanya.
Tak hanya fisik yang ia persiapkan. Dia juga telah mengikuti berbagai pengajian agar ibadahnya lancar. "Yang penting kalau haji siap fisik dan juga uang. Baru kami lengkapi syaratnya seperti mengaji dan bimbingan."
Seperti diketahui, jumlah calon jemaah haji asal Bantul yang berangkat ke Tanah Suci tahun lalu mencapai 1.082 orang. Jumlah itu meningkat dari total calon jemaah asal Bantul yang berangkat pada 2018 yang jumlahnya hanya 908 orang.
Untuk tahun ini, berdasarkan pernyataan Menteri Agama Fachrul Razi, kuota jemaah haji tahun ini untuk Indonesia tidak akan mengalami pengurangan. Kuota dasar jemaah haji Indonesia sebanyak 221.000 orang, yang terdiri dari 204.000 kuota jemaah haji reguler dan 17.000 kuota jemaah haji khusus. Bahkan ada juga klausul pengajuan penambahan sebesar 10.000 orang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
IDAI mengingatkan bahaya monkey malaria yang menular lewat nyamuk dari monyet ke manusia dan bisa memicu infeksi berat hingga kematian.
Tanggal 18 Mei memperingati Hari Kearsipan Nasional, Hari Museum Internasional, Hari Vaksin AIDS Sedunia, hingga Hari Biola Sedunia.
Guru honorer di daerah mengaku lebih tenang mengajar setelah Kemendikdasmen menerbitkan SE Nomor 7 Tahun 2026 tentang guru non-ASN.
Sebanyak 39 WNI korban kapal tenggelam di Pulau Pangkor, Malaysia, ditemukan. Sebanyak 16 orang meninggal dunia dan pencarian masih berlangsung.
Liverpool keluar dari empat besar Liga Inggris 2025/2026 usai kalah dari Aston Villa, sementara Manchester United pastikan posisi ketiga.
UKDW tidak hanya berfokus pada kualitas akademik, tetapi juga menghadirkan inovasi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat dan tantangan masa depan