Pilur 2027 Gunungkidul Digelar di 55 Kalurahan, Anggaran Disiapkan
Pilur 2027 Gunungkidul akan digelar serentak di 55 kalurahan. Pemkab mulai mengkaji kebutuhan anggaran untuk pelaksanaan pemilihan.
Pantai Timang/JIBI
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Kunjungan wisatawan asing ke sejumlah objek wisata di Gunungkidul, khususnya kawasan pantai turun signifikan. Diduga turunnya angka kunjungan ini sebagai dampak penyebaran virus Corona secara global.
Meski belum ada data pasti terkait dengan turunnya angka kunjungan turis asing, penurunan bisa dirasakan oleh pelaku wisata di kawasan pantai. Salah satunya pemilik warung makan Jaga Segara, Rujimanto, di Pantai Ngandong, Desa Tepus, Kecamatan Tepus.
Menurut dia, sebelum merebaknya virus Corona, setiap pekan minimal ada 200 turis asing yang datang. Namun demikian, sejak awal tahun ini turun drastis. “Bisa 20 turis asing yang berkunjung sudah baik,” kata Rujimanto, Sabtu (15/2/2020).
Ia menjelaskan akibat virus yang menyerang saluran pernapasan ini, usaha yang digelutinya ikut terkena dampak. Rujimanto mengaku sudah menjalin kerja sama selama dua tahun dengan agen travel wisata asal China. Namun sejak virus Corona merebak, ada pembatalan kunjungan hingga waktu yang belum jelas. “Kerja sama baru jalan delapan bulan, tapi karena ada penyebaran penyakit terpaksa berhenti. Kami juga sudah mendapatkan pemberitahuan dari agen,” katanya.
Dia mengungkapkan, penghentian ini jelas memberikan dampak karena agen ini setiap pekan biasa membawa 100 sampai 300 turis asal China. “Ya sekarang berhenti dan belum tahu sampai kapan. Jangankan turis dari China, kunjungan turis dari Malaysia, Thailand hingga Vietnam juga menurun,” katanya.
Rujimanto berharap kondisi bisa segera pulih dan sektor pariwisata bisa kembali menggeliat. “Mudah-mudahan segera bisa diatasi agar kenjungan wisata kembali normal. Saat ini kami mengandalkan kunjungan wisatawan lokal,” katanya.
Hal senada juga diungkapkan pelaku wisata di Pantai Timang, Desa Purwodadi, Kecamatan Tepus, Wasiman. Menurut dia, selama beberapa pekan terakhir kunjungan turis asing turun drastis. Jika sebelumnya kunjungan turis asing mencapai 500 hingga 700 orang, sekarang hanya 50 orang per hari. “Penurunan hampir 85 persen,” katanya.
Wasiman mengaku tak tahu pasti penyebab merosotnya jumlah turis asing yang datang. Namun dia menduga penurunan erat kaitannya dengan penyebaran virus Corona secara global. “Mungkin mereka takut bepergian sehingga memilih tidak bepergian,” katanya.
Saat ini Wasiman mengaku sangat bergantung pada wisatawan lokal. Meski demikian, hal itu tidak bisa terlalu diharapkan karena kunjungan hanya terjadi saat hari libur. “Kalau hari biasa sepi. Padahal biasanya kami mengandalkan wisatawan asing,” kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pilur 2027 Gunungkidul akan digelar serentak di 55 kalurahan. Pemkab mulai mengkaji kebutuhan anggaran untuk pelaksanaan pemilihan.
Colliers Indonesia menilai Gen Z sulit menembus KPR bukan sekadar karena gaya hidup, tetapi terkendala affordability dan bankability.
Komisi IV DPRD Kulonprogo mengintensifkan pengawasan revitalisasi sekolah untuk memastikan bangunan aman, layak, dan berkualitas.
Stefan Ashkovski mengalami cedera ringan dan berlatih terpisah jelang PSS Sleman menghadapi PSM Makassar akhir pekan nanti.
Polresta Sleman mencatat dua kasus penelantaran bayi sepanjang 2026. Keduanya dilakukan pasangan di luar nikah yang bingung mengasuh anak.
Prabowo mengingatkan sekitar 800 pati TNI-Polri untuk bekerja lebih baik, menjaga integritas, kompak, dan tidak mengulangi pelanggaran.