Peneliti Temukan Resep Membuat Es Krim Anti Meleleh
Peneliti membuat terobosan baru setelah menemukan cara untuk membuat es krim yang hampir tidak meleleh.
Ilustrasi angin kencang./JIBI
Harianjogja.com, KULONPROGO - Banyaknya kejadian bencana akibat cuaca ekstrem sepanjang 2020 di Kulonprogo rupanya tidak ditangani dengan dana kedaruratan Pemerintah Kabupaten Kulonprogo. Intensitas bencana yang tidak begitu besar membuat penanganannya dilakukan secara swadaya.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kulonprogo, Ariadi mengungkapkan anggaran Pemkab Kulonprogo untuk kedaruratan pada 2020 sebesar Rp3,6 miliar. Namun, anggaran ini belum digunakan sedikit pun untuk penanggulangan bencana.
Badan ini mencatat sedikitnya ada 171 kejadian bencana akibat cuaca ekstrem selama 2020. Kejadian pohon tumbang akibat hujan deras dan angin kencang mendominasi catatan bencana di Bumi Menoreh sepanjang tahun ini, mencapai lebih dari 80 kejadian.
Bencana yang terjadi sepanjang tahun ini dianggap Ariadi tersebar di banyak spot namun intensitasnya kecil sehingga dampaknya masih bisa diatasi secara swadaya. "Seperti pada Senin kemarin yang terjadi di Ngestiharjo, sempat terjadi erosi sungai sehingga aliran irigasi terkikis. Penanganannya pakai alat berat secara mandiri oleh warga," kata dia ketika ditemui di ruangannya, Rabu (26/2/2020).
Ia mengapresiasi banyaknya kepedulian dari berbagai pihak untuk mengatasi bencana di Kulonprogo, mulai dari masyarakat setempat, pemerintah kalurahan, serta jawatan lain. Namun, meski sama sekali belum digunakan, Ariadi mengaku pihaknya sudah siap mencairkan anggaran itu jika sewaktu-waktu ada kondisi atau status tanggap darurat.
Keberadaan desa tangguh bencana (destana) yang diatur untuk menganggarkan dana untuk penanggulangan bencana juga dirasa bisa membantu penanganan bencana. Saat ini, sudah ada 43 kalurahan di Kulonprogo yang dideklarasikan menjadi destana.
Ariadi mengimbau seluruh warga untuk dapat waspada menghadapi puncak musim hujan ini. Tak hanya di wilayah rawan longsor, melainkan juga rawan banjir seperti pinggiran Sungai Serang. "Semuanya saya harap tingkatkan kewaspadaan," tegasnya.
Sementara itu Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik, Edi Wibowo menuturkan kejadian terakhir akibat cuaca ekstrem yaitu pohon sengon yang tumbang menimpa rumah seorang warga di Kalurahan Banjararum, Kapanewon Kalibawang pada Selasa (25/2/2020) siang. Dampaknya, atap rumah rusak dan kerugian diperkirakan mencapai Rp2 juta.
Beruntung, Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kulonprogo lekas bergerak dibantu warga setempat dan beberapa jawatan terkait untuk bekerja bakti memotong pohon yang menimpa rumah tersebut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Peneliti membuat terobosan baru setelah menemukan cara untuk membuat es krim yang hampir tidak meleleh.
Polresta Sleman bentuk tim khusus untuk selidiki kasus 11 bayi di Pakem, termasuk dugaan adopsi ilegal dan TPPO.
Grand Rohan Jogja kembali menghadirkan ruang apresiasi seni melalui pameran seni lukis bertajuk “The Beauty of Color”. Pameran ini resmi dibuka Senin (18/5)
Dua wakil Indonesia lolos ke babak utama Malaysia Masters 2026, drama kualifikasi warnai hasil di Axiata Arena Kuala Lumpur.
Samsung Messages resmi dihentikan Juli 2026. Pengguna Galaxy wajib pindah ke Google Messages. Simak cara backup data dan jadwalnya.
Gerbang Tol Trihanggo Sleman usung siluet Ratu Boko dan aksara Jawa, jadi ikon budaya baru di Tol Jogja–Solo.