Bayi Meninggal Tertimpa Pohon, Pemkab Sleman Serahkan Bantuan

Bupati Sleman Sri Purnomo memberikan bantuan kepada Endi Yogananta di Rumah Sakit JIH, Jumat (21/2/2020). - Harian Jogja/Abdul Hamid Razak
21 Februari 2020 18:27 WIB Abdul Hamied Razak Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN—Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman menyerahkan bantuan kepada korban pohon tumbang di lampu merah Jalan Wates Km 4, Gamping, Rabu (5/2/2020) lalu. Meskipun mendapat bantuan, salah seorang korban tetap meminta jaminan kesehatan bagi korban.

Bantuan diserahkan langsung oleh Bupati Sleman, Sri Purnomo, yang didampingi sejumlah pejabat Pemkab Sleman di dua lokasi berbeda. Bantuan pertama diserahkan di Kantor Bupati Sleman kepada tiga korban luka-luka.

Ketiga korban adalah Vicky Septian Hidayat (warga Puluhan, Argomulyo, Sedayu) yang mendapat santunan Rp3,15 juta, serta Erwin Kurniawan dan Naufal Azka Fabregas (warga Patukan, Ambarketawang, Gamping) masing masing mendapat santunan Rp2,7 juta dan Rp3,45 juta.

Penyerahan santunan dilanjutkan di Jogja International Hospital (JIH) kepada pasangan suami istri Endi Yogananta dan Israni Silvia. Selain kehilangan bayinya, Silvia hingga kini harus mendapatkan perawatan intensif atas musibah yang dialami. Total santunan yang diberikan Pemkab sebesar Rp73,2 juta untuk Endi. Bantuan tersebut termasuk untuk melunasi biaya perawatan di RS PKU dan JIH.

“Dana yang diserahkan berasal dari penggalangan dana dari Pemkab Sleman, Baznas Sleman, TRC Gamping, CSR PDAM Sleman dan CSR Bank Sleman,” kata Sri seusai menyerahkan bantuan, Jumat (21/2/2020).

Pemkab, kata Sri, turut prihatin atas musibah yang dialami para korban. Bantuan tersebut diberikan sebagai bentuk kepeduliaan sosial Pemkab. Ia berharap santunan yang diserahkan dapat meringankan beban korban, termasuk membantu biaya perawatan korban yang sedang menjalani pengobatan.

“Kami sangat prihatin dan berduka dengan musibah ini. Kami tidak mau menyalahkan siapa yang harus bertanggungjawab karena kejadiannya di Jalan Wates. Tapi semoga sedikit bantuan ini dapat menjadi bentuk solidaritas untuk meringankan beban para korban,” kata Sri.

Saat menerima bantuan, Endi berharap agar Pemkab juga memberikan jaminan kesehatan kepada istrinya, Silvia. Selain kehilangan anak, istrinya juga menderita retak tulang punggung, tulang kemaluan, dan tulang duduk. “Jadi harus dioperasi. Belum lagi masalah trauma yang sampai saat ini dialami istri saya. Saya berterima kasih atas respons yang diberikan Pak Bupati,” katanya.

Endi berharap pemerintah memberikan jaminan kesehatan kepada istrinya karena proses penyembuhan istrinya masih membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Hingga kemarin, tercatat biaya perawatan istrinya di JIH sebesar Rp33 juta. Jumlah tersebut belum termasuk rencana operasi, pemasangan pen dan biaya lainnya.

“Saya punya BPJS Kesehatan kelas 3, tidak saya pakai karena istri saya bukan sakit demam, pilek. Tapi mengalami patah tulang akibat pohon yang tumbang itu. Saya tetap minta ada jaminan kesehatan full sampai istri saya sembuh,” katanya.

Sri Purnomo mengatakan pemberian bantuan kepada korban sudah diatur dalam peraturan daerah, begitu pula pemberian jaminan kesehatan. Jika Pemkab keluar dari aturan tersebut, hal itu bisa menjadi temuan BPK.

“Kami hanya bisa memberikan jaminan kesehatan bagi warga miskin dan rentan miskin melalui pembayaran iuran BPJS Kesehatan untuk kelas 3,” katanya.

Di luar ketentuan itu, Pemkab tidak bisa menanggung jaminan kesehatan para korban. Ada juga jaring pengaman sosial (JPS) untuk warga Sleman namun bantuannya juga tidak bisa diberikan secara penuh. Salah satu cara yang bisa dilakukan, katanya, aksi penggalangan sosial bagi korban. “Ini mungkin bisa menggerakkan masyarakat untuk membantu korban,” katanya.

Korban lainnya, Erwin Kurniawan bercerita saat kejadian ia bersama anak dan istrinya berboncengan motor hendak pulang kerumah. Saat di lampu merah lokasi kejadian, tiba-tiba pohon besar tumbang dan menimpa beberapa pengendara motor termasuk dirinya. “Tidak ada hujan atau angin tiba-tiba pohonnya roboh dan menimpa kami,” ujarnya.

Erwin mengaku berterimakasih atas santunan yang diberikan pada keluarganya tersebut. “Alhamdulillah atas bantuan yang diberikan oleh Pemkab semoga semua dapat membaik dan sehat seperti sediakala,” kata dia.