11 Juta Turis Datang, Industri Pariwisata Jogja Kelola Sampah Mandiri
Dinpar Kota Jogja mendorong hotel, restoran dan usaha wisata mengelola sampah mandiri melalui PARAMITA demi pariwisata berkelanjutan.
Foto ilustrasi Siswa Sekolah Dasar - Foto dibuat dengan Artificial Intelligence ChatGPT
Harianjogja.com, JOGJA—Pemerintah Kota Jogja menargetkan penambahan sekitar 1.000 siswa baru pada penerimaan peserta didik baru (PPDB) tingkat sekolah dasar negeri pada Juni mendatang. Upaya ini dilakukan untuk meningkatkan minat masyarakat terhadap sekolah dasar negeri yang saat ini masih kalah peminat dibandingkan sekolah swasta.
Target tersebut disiapkan agar jumlah siswa baru di SD negeri di Kota Jogja meningkat dari sekitar 2.700 menjadi sekitar 3.700 siswa pada tahun ajaran baru mendatang.
Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo mengatakan langkah tersebut merupakan bagian dari pembenahan pendidikan dasar agar sekolah negeri kembali diminati masyarakat.
Untuk mencapai target tersebut, kepala sekolah di SD negeri akan diminta menandatangani pakta integritas yang memuat indikator capaian kinerja.
Dalam kebijakan tersebut, kepala sekolah diminta lebih aktif mempromosikan sekolah negeri ke lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) serta taman kanak-kanak (TK) yang berada di sekitar wilayah sekolah.
“Kepala sekolah harus proaktif mempromosikan bahwa SD negeri itu gratis dan kualitas gurunya bagus. Kalau kapasitas kelas belum penuh, kepala sekolah harus mengejar itu,” kata Hasto pada Senin (16/3/2026).
Selain promosi ke PAUD dan TK, Pemkot Jogja juga menyiapkan sistem evaluasi kinerja kepala sekolah melalui rapor kinerja.
Penilaian tersebut akan menggunakan tiga kategori warna, yakni hijau, kuning, dan merah.
Kepala sekolah yang mendapatkan nilai merah dan tidak menunjukkan perbaikan dalam waktu tiga bulan berpotensi diusulkan untuk diturunkan dari jabatannya.
Di sisi lain, Pemkot Jogja juga berencana mengadopsi sejumlah keunggulan sekolah swasta untuk meningkatkan daya tarik sekolah negeri.
Beberapa di antaranya adalah penguatan pendidikan agama serta peningkatan kedisiplinan siswa.
Sekolah juga didorong memanfaatkan Bantuan Operasional Sekolah Daerah (Bosda) untuk mendukung peningkatan kualitas pendidikan.
Anggaran tersebut dapat digunakan, antara lain, untuk menghadirkan guru honorer yang memiliki kemampuan mengajar mengaji atau Iqra bagi siswa Muslim serta pendalaman kitab suci bagi siswa Kristen dan Katolik.
Selain itu, pendidikan berbasis budaya lokal juga akan diperkuat dengan memasukkan nilai budaya Mataram dalam kurikulum pembelajaran.
Pemkot Jogja juga meminta sekolah tidak membatasi jumlah siswa apabila fasilitas yang dimiliki masih memungkinkan untuk menampung peserta didik tambahan.
Dengan berbagai langkah tersebut, pemerintah berharap sekolah negeri di Kota Jogja kembali menjadi pilihan utama masyarakat.
“Kami ingin SD negeri berubah dan memberikan pelayanan pendidikan yang baik sehingga masyarakat kembali percaya dan tidak perlu mengeluarkan biaya besar untuk sekolah swasta,” ujar Hasto.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dinpar Kota Jogja mendorong hotel, restoran dan usaha wisata mengelola sampah mandiri melalui PARAMITA demi pariwisata berkelanjutan.
Kawah Sikidang dipadati wisatawan saat libur HUT RI. Kunjungan ke Dieng meningkat hingga 10.000 orang per hari saat akhir pekan.
Gempa M 7,7 NTT berkaitan dengan Flores Back Arc Thrust. Sesar ini berpotensi memicu gempa besar dan memiliki sejarah gempa merusak.
Harga emas Pegadaian Sabtu 15 Agustus 2026 naik. Antam Rp2,782 juta, Galeri24 Rp2,677 juta, dan UBS Rp2,736 juta per gram.
Peringatan Memetri Kaistimewan 14 tahun Undang-Undang Keistimewaan (UUK) DIY dimeriahkan dengan aksi donor darah di Pendopo Parasamya, Bantul Sabtu (15/8/2026).
Memasuki hari keempat, tim SAR mencari empat korban KMP Putri Yasmin dengan memperluas penyisiran Selat Lombok hingga perairan Nusa Penida.