HUT RI, Disdukcapil Kota Jogja Buka Layanan Jemput Bola Adminduk
Disdukcapil Kota Jogja menyiapkan layanan jemput bola selama Agustus 2026 untuk HUT RI dan HUT Kota Jogja. Warga bisa mengurus seluruh dokumen kependudukan.
Sapi - Ilustrasi Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Permintaan sapi kurban dengan kisaran harga Rp23 juta hingga Rp25,5 juta diprediksi menjadi segmen paling diminati masyarakat menjelang Iduladha 2026. Kondisi ini membuat sejumlah peternak di Jogja mendatangkan sapi dari Madura dan Bali untuk memenuhi kebutuhan pasar.
Peternak menilai sapi lokal dengan harga tersebut umumnya belum memenuhi syarat usia kurban atau poel sehingga pasokan dari luar daerah menjadi solusi utama. Selain faktor umur ternak, sapi Madura dan Bali juga dinilai lebih sesuai dengan kemampuan belanja mayoritas pembeli tahun ini.
Pemilik UD Segar Farm, Suharsoyo, mengatakan sapi asal Madura dan Bali menjadi pilihan karena meski ukuran tubuhnya lebih kecil dibanding sapi premium, umur ternaknya sudah memenuhi syarat kurban.
“Kalau sapi harga Rp23 juta sampai Rp25,5 juta, untuk sapi lokal jarang sekali ada yang poel. Umurnya belum mencukupi. Makanya kami mendatangkan sapi dari Madura dan Bali,” ujarnya, Jumat (8/5/2026).
Menurut dia, konsumen tahun ini cenderung mencari sapi dengan harga menengah karena sistem patungan kurban lebih banyak dipilih dibanding pembelian sapi berukuran besar secara mandiri.
Di kandangnya, tersedia berbagai jenis sapi mulai dari limosin, sapi Bali hingga sapi Madura. Saat ini stok ternak mencapai sekitar 92 ekor dan diproyeksikan meningkat hingga 250 sampai 300 ekor mendekati puncak penjualan Iduladha.
“Tahun kemarin terjual sekitar 302 ekor. Tahun ini kemungkinan sekitar 250-an ekor,” katanya.
Ia memperkirakan penjualan sapi kurban tahun ini sedikit melambat dibanding tahun lalu. Salah satu penyebabnya adalah jumlah peserta patungan kurban yang lebih sedikit sehingga berpengaruh terhadap kapasitas pembelian panitia kurban.
Selain permintaan pasar, harga sapi kurban juga mengalami kenaikan seiring naiknya harga karkas sapi nasional. Jika tahun lalu harga karkas berada di kisaran Rp90.000 per kilogram, kini meningkat menjadi sekitar Rp102.000 per kilogram.
“Kalau dihitung, kenaikan biaya untuk peternak bisa sekitar Rp1,5 juta sampai Rp2 juta per ekor,” ujarnya.
Meski harga mengalami kenaikan, peternak menyebut pembeli biasanya baru mulai ramai pada sepekan terakhir sebelum Iduladha. Banyak konsumen memilih menunggu mendekati hari raya dengan harapan memperoleh harga lebih murah.
“Kalau pengalaman saya justru mendekati hari H lebih murah karena biaya perawatan ternak sudah lebih sedikit,” katanya.
Dari seluruh jenis sapi yang tersedia, sapi limosin masih menjadi primadona untuk kategori premium dengan kisaran harga Rp25 juta hingga Rp30 juta. Sementara sapi Madura banyak diburu pembeli yang mencari harga di bawah Rp25 juta.
Untuk bobot ternak, sapi yang dijual memiliki berat mulai sekitar 350 kilogram hingga lebih dari 9 kuintal bobot hidup.
Menjelang distribusi hewan kurban, pengawasan kesehatan ternak juga diperketat. Peternak mengaku rutin mendapat pemeriksaan dari dinas peternakan setiap dua pekan sekali untuk memastikan kondisi sapi tetap sehat dan layak jual.
Selain pemeriksaan kesehatan, peternak juga rutin melakukan vaksinasi dan pemberian vitamin agar kondisi ternak tetap prima hingga proses pengiriman ke panitia kurban.
“Nanti sebelum dikirim ke panitia juga diperiksa lagi oleh dinas kesehatan dan dilengkapi surat keterangan kesehatan hewan,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Disdukcapil Kota Jogja menyiapkan layanan jemput bola selama Agustus 2026 untuk HUT RI dan HUT Kota Jogja. Warga bisa mengurus seluruh dokumen kependudukan.
DPRD Gunungkidul menyoroti sejumlah sekolah yang belum menerima MBG dan mendorong perluasan program agar lebih merata.
Pieter Huistra menyebut pemain asing PSS Sleman masih beradaptasi. PSS juga membuka peluang merekrut pemain lokal dan menyiapkan uji coba.
MA mengoreksi perhitungan kerugian negara kasus korupsi timah. Dari Rp300 triliun, kerugian keuangan negara ditetapkan Rp28,9 triliun.
Pemkab Temanggung mendukung wacana guru PPPK menjadi ASN pusat. Beban APBD daerah berpotensi berkurang sekitar Rp150,5 miliar.
DPRD Bantul mengkaji usulan perubahan Perbup BUMKalma setelah pengelola menyoroti kebutuhan operasional dan penguatan kelembagaan.