Makna Podhang Ngisep Sari, Ikon Gunungkidul yang Berkibar saat HUT RI
Podhang Ngisep Sari ikut berkibar di berbagai ruas jalan Gunungkidul menjelang HUT RI ke-81. Simak sejarah dan makna ikon resmi daerah ini.
Dokter dan pasien. - Ilustrasi/Freepik
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Layanan kegawatdaruratan dan persalinan dipastikan tetap berjalan selama libur Lebaran di Gunungkidul. Rumah sakit dan puskesmas di wilayah ini menyiagakan tenaga kesehatan agar pelayanan bagi masyarakat tetap tersedia meskipun memasuki masa libur panjang.
Salah satu layanan yang dipastikan tetap beroperasi adalah Instalasi Gawat Darurat (IGD) di RSUD Wonosari, yang akan melayani pasien selama 24 jam tanpa jeda selama libur Idulfitri.
Wakil Direktur Pelayanan RSUD Wonosari, Diyah Prasetyorini, mengatakan rumah sakit telah menyiapkan petugas jaga untuk memastikan pelayanan darurat tetap berjalan.
“Jadi, untuk layanan IGD tidak ada libur dan kami sudah siapkan petugas jaga,” kata Diyah.
Selain layanan darurat umum, RSUD Wonosari juga siap menerima rujukan kasus kegawatdaruratan bagi ibu hamil yang akan menjalani proses persalinan.
“Sudah dipersiapkan dan saat dibutuhkan akan memberikan bantuan untuk proses persalinan yang dirujuk ke RSUD,” katanya.
Di sisi lain, Dinas Kesehatan Gunungkidul juga melakukan langkah antisipasi agar layanan persalinan tetap optimal selama masa libur Lebaran.
Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul, Ismono, mengatakan pihaknya telah mengeluarkan surat edaran terkait kesiapan layanan kesehatan saat libur Idulfitri.
Surat tersebut telah disampaikan kepada UPT puskesmas, rumah sakit, serta fasilitas layanan kesehatan di Gunungkidul.
Salah satu instruksi dalam edaran tersebut adalah pendataan ibu hamil yang diperkirakan melahirkan selama masa libur Lebaran.
Pendataan dilakukan oleh petugas puskesmas di setiap kapanewon di Gunungkidul bersama bidan di kalurahan.
Data yang dihimpun mencakup ibu hamil dengan Hari Perkiraan Lahir (HPL) pada periode 17–24 Maret 2026.
Menurut Ismono, pendataan ini merupakan langkah rutin untuk memastikan proses persalinan dapat ditangani dengan baik meskipun berlangsung saat libur panjang.
“Kalau sudah didata masa diketahui kapan prakiraan melahirkan, maka bisa kita perhatikan dan dilakukan antisipasi untuk penanganan sehingga tidak ada masalah didalam proses persalinan,” kata Ismono, Senin (16/3/2026).
Selain itu, rumah sakit yang memiliki fasilitas Pelayanan Obstetri Neonatal Emergensi Komprehensif (PONEK) juga diminta bersiaga penuh selama masa libur Lebaran. “Wajib siaga 24 jam untuk memberikan pelayanan,” ujarnya.
Dinas Kesehatan juga menyiagakan petugas di puskesmas, posko kesehatan, hingga rumah sakit di Gunungkidul selama libur berlangsung.
Setiap fasilitas kesehatan diminta membuat laporan kondisi di wilayah masing-masing, termasuk jika terjadi kejadian luar biasa seperti kasus keracunan makanan.
“Jadi tidak hanya perkiraan ibu hamil, tapi setiap ada kejadian luar biasa harus dilaporkan. Tujuannya, agar bisa dilakukan penanganan dengan baik,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Podhang Ngisep Sari ikut berkibar di berbagai ruas jalan Gunungkidul menjelang HUT RI ke-81. Simak sejarah dan makna ikon resmi daerah ini.
Kecelakaan maut terjadi di Jalan Jogja-Wates, Bantul, Sabtu pagi. Dua pengendara sepeda motor meninggal dunia setelah tertabrak bus.
Suzuki mulai menyerahkan XL7 terbaru kepada konsumen. Pesanan mencapai lebih dari 1.300 unit dalam 16 hari sejak diluncurkan.
PSS Sleman kembali menggelar uji coba tertutup pekan ini. Super Elja akan menghadapi salah satu tim Super League di DIY.
Badan Geologi meminta warga waspada setelah gempa NTT M7,7. Masyarakat diminta mengecek bangunan dan menjauhi tebing rawan longsor
Gempa M7,7 NTT mengganggu 200 BTS di 10 kabupaten dan kota. Kemkomdigi memantau pemulihan jaringan bersama operator seluler