Advertisement
Polresta Sleman Telusuri Rekaman CCTV Kasus Dugaan Penculikan di Depok
Ilustrasi penculikan anak. - Pixabay
Advertisement
Harianjogja.com, SLEMAN—Jajaran Polresta Sleman tengah melakukan penyelidikan mendalam terkait dugaan aksi percobaan penculikan anak yang dilaporkan terjadi di wilayah Kapanewon Depok, Sleman.
Langkah kepolisian ini mencakup penelusuran rekaman kamera pengawas (CCTV) di sekitar lokasi serta pengambilan keterangan dari sejumlah saksi guna mengungkap fakta di balik peristiwa tersebut.
Advertisement
Penyelidikan intensif ini bermula dari unggahan yang viral di media sosial pada Sabtu (14/3/2026), yang menyebutkan adanya upaya penculikan seorang anak di sebuah area rumah ibadah. Merespons keresahan masyarakat, tim kepolisian langsung diterjunkan ke tempat kejadian perkara (TKP) untuk memverifikasi kebenaran informasi yang beredar luas itu.
"Pengecekan tersebut dilakukan setelah beredar unggahan di media sosial yang menyebut adanya percobaan penculikan terhadap seorang anak di lingkungan masjid," jelas Kasi Humas Polresta Sleman, AKP Salamun, Sabtu malam.
BACA JUGA
Dari hasil klarifikasi awal terhadap korban dan saksi kunci, insiden yang sebenarnya terjadi pada Selasa (10/3/2026) malam itu berlangsung tepat setelah salat Tarawih.
Sekitar pukul 20.00 WIB, korban yang tengah berteduh di serambi masjid karena hujan lebat mendadak dihampiri oleh seorang laki-laki yang turun dari sebuah mobil boks misterius berwarna hitam.
Pria tidak dikenal tersebut dilaporkan berusaha merayu korban dengan iming-iming mengajaknya berjalan-jalan serta memberikan jajanan gratis.
Beruntung, korban secara tegas menolak ajakan orang asing tersebut dan langsung memanggil warga lain yang kebetulan sedang melintas di area masjid.
"Korban menolak ajakan tersebut dan memanggil seseorang yang sedang melintas di sekitar lokasi. Mengetahui ada orang lain datang, pria tersebut kemudian meninggalkan lokasi," ungkap Salamun.
Meskipun tidak ada luka fisik maupun tindakan kekerasan yang menimpa korban, pihak keluarga melaporkan bahwa anak tersebut sempat mengalami trauma dan rasa takut yang mendalam.
Saat ini, tim penyidik terus mengumpulkan bukti-bukti teknis di lapangan, termasuk mendalami ciri-ciri kendaraan mobil boks hitam yang terekam oleh kamera pengintai.
Sebagai langkah antisipasi, Polresta Sleman mengeluarkan imbauan resmi agar seluruh lapisan masyarakat tidak panik secara berlebihan namun wajib meningkatkan standar pengawasan terhadap anak-anak di lingkungan masing-masing.
Peran aktif orang tua dan warga sekitar sangat dibutuhkan untuk menjaga kondusivitas keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah hukum Kabupaten Sleman, terutama di titik-titik keramaian publik.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Menteri Energi AS: Perang Lawan Iran Berakhir dalam Hitungan Pekan
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Prakiraan Cuaca Jogja 15 Maret 2026: Hujan di Hampir Semua Wilayah
- Jadwal KSPN Malioboro ke Obelix Sea View dan Pantai Ndrini 15 Maret
- Jadwal Bus Sinar Jaya Rute Jogja-Parangtritis dan Baron, 15 Maret
- Mudik Lebaran 2026: Penumpang Terminal Giwangan Jogja Naik 15 Persen
- Hujan Turun di Puncak Merapi, Warga Diminta Waspada Lahar
Advertisement
Advertisement








