Buntut Serangan Ransomware, Jokowi Minta BPKP Audit Tata Kelola Pusat Data Nasional
Presiden Jokowi meminta BPKP untuk melakukan audit tata kelola dan finansial pusat data nasional.
Pesawat komersial maskapai Citilink mendarat di landasan Yogyakarta International Airport (YIA) saat \"Proving Flight\" di Kulon Progo, DI Yogyakarta, Kamis (2/5/2019). /Antara Foto
Harianjogja.com, KULONPROGO-- Bandara Yogyakarta International Airport (YIA) bakal membuka penerbangan internasional pada 29 Maret mendatang. Pembukaan ini sudah dirancang jauh hari, namun dalam prakteknya terjadi pada saat wabah virus Corona atau Covid-19 sedang dilakukan penanganan di seluruh dunia.
Kabid P2P Dinkes Kulonprogo, Baning Rahayujati menegaskan sudah siap. Termasuk juga menghadapi calon pemudik menyambut momen lebaran.
Jawatannya akan mencatat seluruh warga yang baru datang dari luar negeri dan memantau selama 28 hari. "Kami sudah susun rencana kontingensi. Sebelum beroperasi penuh 29 Maret besok, kita adakan simulasi untuk penanganan ini," kata Baning, jumpa pers di Aula Dinkes Kulonprogo, Rabu (4/3/2020).
Ia juga akan berkoordinasi dengan Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) di bandara. Jika di bandara kelak ditemukan kasus Covid-19, maka akan langsung dirujuk ke RS rujukan dan pasiennya diberi kartu pantau.
Pelaksana Tugas Kepala Dinkes Kulonprogo, Sri Budi Utami mengatakan di Kulonprogo ada 21 puskesmas, 14 klinik pratama, 2 rumah sakit pemerintah, dan 7 rumah sakit swasta. Di faskes pertama yaitu puskesmas, ia sudah memastikan saat ini stok masker bedah dan masker N-95 mencukupi. Masker ini akan digunakan oleh tenaga kesehatan dan pasien sakit yang datang berobat untuk mencegah penularan virus.
Ia menjelaskan ada empat golongan pasien terkait virus corona, yaitu golongan pemantauan, pengawasan, probabel, dan konfirmasi. Pasien golongan pemantauan merupakan warga yang baru pulang dari luar negeri, terutama negara terdampak COVID-19, untuk langsung melaporkan dirinya ke puskesmas terdekat.
Pasien golongan pengawasan yaitu pasien yang baru pulang dari negara terdampak dan mengalami batuk dan sesak napas akan dirawat di puskesmas atau di rumah.
Menurut Budi, ketika ada pasien suspect COVID-19, pasien tersebut akan dirujuk ke RS Sardjito kemudian ke RS Panembahan Senopati. Namun, jika kedua RS rujukan tersebut kelak penuh, maka RSUD Wates siap menjadi rujukan penanganan pasien positif COVID-19 lantaran saat ini sudah menyiapkan ruang isolasi di IGD.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Presiden Jokowi meminta BPKP untuk melakukan audit tata kelola dan finansial pusat data nasional.
SIM keliling Bantul hari ini hadir di Halaman Kantor Kalurahan Wukirsari. Cek jadwal lengkap dan syarat perpanjangan SIM A dan C.
Bedah buku berjudul Budidaya Bawang Merah Asal Biji digelar di Padukuhan Dayakan 2, Kalurahan Kemiri, Kapanewon Tanjungsari, Gunungkidul, Rabu (20/5).
Katarak kini banyak menyerang usia muda. Faktor diabetes dan paparan UV jadi penyebab utama, kenali gejala sejak dini.
Garebeg Besar 2026 di Keraton Jogja digelar tanpa kirab prajurit. Prosesi tetap sakral meski format disederhanakan.
Jadwal KRL Jogja–Solo terbaru 2026 lengkap dari Tugu ke Palur. Tarif Rp8.000, perjalanan cepat, praktis, dan hemat.