Pilur 2027 Gunungkidul Digelar di 55 Kalurahan, Anggaran Disiapkan
Pilur 2027 Gunungkidul akan digelar serentak di 55 kalurahan. Pemkab mulai mengkaji kebutuhan anggaran untuk pelaksanaan pemilihan.
Embung Nglanggeran di Kecamatan Patuk, Gunungkidul. - Harian Jogja/Galih Eko Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Merebaknya isu penyebaran virus corona (Covid-19) tidak menyurutkan Dinas Pariwata (Dispar) Gunungkidul untuk menggelar agenda kepariwisataan. Dalam waktu dekat ada beberapa event yang digelar seperti Gunungkidul Tourism Festival di kawasan wisata Gunung Api Purba Nglanggeran; Pentas Seni Kerakyatan di Lembah Ngingrong hingga Festival Rock Fishing di kawasan pantai selatan.
Kepala Dispar Gunungkidul, Asti Wijayanti, mengatakan jajarannya tidak terganggu dengan adanya isu penyebaran Covid-19. Saat ini objek wisata di Gunungkidul dan DIY aman untuk dikunjungi. “Di Indonesia ada temuan Covid-19, tetapi dari jarak masih jauh dengan Gunungkidul sehingga masih aman,” kata Asti saat ditemui Harian Jogja, Kamis (5/3/2020).
Karena itu, agenda kepariwisataan yang disusun jalan terus. Meski demikian, untuk memberikan rasa aman bagi pengunjung Dispar tetap berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Gunungkidul. Koordinasi ini sangat penting sebagai langkah antisipasi.
Bentuk antisipasi dilakukan dengan banyak hal, salah satunya menyediakan tempat cuci tangan dengan sabun hingga penyediaan sarana hand sanitizer bagi pengunjung. “Kami koordinasi dengan Dinkes. Yang jelas kami tetap menjalankan agenda pariwisata, tetapi di sisi lain juga memberikan rasa aman kepada pengunjung,” katanya.
Untuk agenda pariwisata, Asti mengakui banyak kegiatan yang digelar di Maret ini. Agenda itu diselenggarakan sebagai bentuk dukungan terhadap penyelenggaraan Jogja Heboh yang berlangsung sejak Februari hingga akhir Maret. “Tema kami Gunungkidul Beautiful. Untuk penyelenggaraan difokuskan di beberapa destinasi seperti Gunung Api Purba Nglanggeran, Lembah Ngingrong, Pantai Baron hingga Air Terjun Sri Gethuk,” kata mantan Sekretaris Dinas Pertanahan dan Tata Ruang Gunungkidul ini.
Ketua Komisi D DPRD Gunungkidul, Supriyadi, meminta Pemkab untuk mewaspadai potensi penyebaran Covid-19. Kewaspadaan ini dibutuhkan agar ada antisipasi sejak dini sehingga tidak kecolongan seperti kasus antraks yang terjadi beberapa waktu lalu. “Ini harus diwaspadai dan harus ada kesiapan untuk penanganan dan pencegahan,” katanya
Menurut dia, untuk pencegahan, pemkab harus terus melakukan sosialisasi. Salah satunya memberikan pemahaman kepada masyarakat agar tidak terjadi isu liar yang cenderung menyesatkan dan membuat panik. “Jangan sampai ada informasi liar atau berita bohong beredar di masyarakat karena dampaknya akan sangat meresahkan,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pilur 2027 Gunungkidul akan digelar serentak di 55 kalurahan. Pemkab mulai mengkaji kebutuhan anggaran untuk pelaksanaan pemilihan.
Jadwal KRL Jogja-Solo Kamis 8 Oktober 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal lengkap dan tarif KRL Rp8.000.
Awal musim hujan di Bantul diprediksi mundur lebih dari 30 hari. DPRD Bantul menyiapkan posko dan antisipasi kekeringan.
Suzuki e SKY resmi diperkenalkan di Jepang dan dijual mulai 16 November 2026. Mobil listrik mungil ini punya jarak tempuh 310 km dan desainnya tercatat di DJKI.
DPRD DIY meminta BUMD tak hanya mengejar pertumbuhan aset, tetapi juga memperbesar keuntungan dan kontribusi terhadap pendapatan daerah.
Para chef mengeksplorasi kuliner Jawa Tengah dan Jawa Timur, dari sate srepeh hingga tahu telur, untuk menghidupkan kembali makanan lokal.