RSPS Bantul Raih ISO 27001:2022, Perkuat Keamanan Data Pasien
Sertifikasi ISO 27001:2022 ini menjadi bukti keseriusan RSUD Panembahan Senopati Bantul dalam memberikan layanan yang aman dan profesional
Foto ilustrasi. /Harian Jogja-Jalu Rahman Dewantara
Harianjogja.com, BANTUL- Hujan deras yang terjadi Rabu (4/3/2020) hingga Kamis (5/3/2020) membuat genangan di sejumlah titik, termasuk Sekolah Dasar (SD) Timbulharjo, Sewon, Bantul.
Sekolah yang berada di Simpang Tembi tersebut tergenang hingga setinggi betis orang dewasa. Dari keterangan pihak sekolah, banjir di SD tersebut hampir terjadi setiap tahun dan sudah sering dilaporkan ke Pemkab namun belum ada penanganan.
Seorang Guru SD Timbulharjo, Muhammad Fauzi mengatakan banjir yang menggenangi halaman sekolah terjadi pada Rabu malam. Air yang menggenangi sekolah itu berasal dari drainase di sisi timur Jalan Parangtritis dan limpahan air hujan dari pemukiman warga sekitar sekolah.
Bukan hanya lingkungan sekolah, namun Simpang Tiga Tembi ke timur juga tergenang, “Air baru surut Kamis [5/3/2020] siang,” Kata Fauzi saat ditemui di SD Timbulharjo, Kamis (5/3/2020).
Menurut Fauzi SD Timbulharjo sudah sering tergenang, bahkan sejak dirinya mengajar di sekolah tersebut pada 2010 lalu juga tergenang. Terparah genangan terjadi pada 2017 lalu saat terjadi Siklon Cempaka, air menggenangi sekolah hingga setinggi paha orang dewasa.
Beruntung banjir kali ini tidak sampai masuk ruang kelas, sehingga proses belajar mengajar tidak terganggu atau tetap berjalan. Namun pintu masuk hingga halaman tergenang air membuat siswa membuka sepatu dan menyingsingkan celana saat akan memasuki ruang kelas.
Fauzi berujar pennyebab genangan air itu diduga dari drainase sisi timur Jalan Parangtritis yang sempit. Ukuran drainase tersebut hanya selebar sekitar satu meter. Selain itu drainase tersebut dangkal dan beberapa titik tidak ditembok. Tak hanya itu banyak sumbatan dari drainase tersebut karena banyak bangunan rumah dan warung yang menutup drainase sehingga menyulitkan untuk dibersihkan.
Pihaknya sudah melaporkan persoalan genangan di sekolah dan jalan Simpang Tembi tersebut ke Pemkab Bantul dan Pemda DIY, “Kami minta segera ada penanganan drainase,” kata Fauzi.
Selain perbaikan drainase sisi timur Jalan Parangtritis, Fauzi mengusulkan adanya sodetan atau drainase yang di bawah Jalan Parangtritis agar luapan air hujan di sisi timur jalan terkurangi ke drainase di barat jalan yang lebih lebar.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Bantul, Bobot Arifiaidin mengatakan genangan air yang terjadi di Simpang Tembi dan SD Timbulharjo karena perbaikan drainase di Simpang Tembi ke timur yang belum tuntas. “Nanti akan diperbaiki lagi,” kata Bobot. Sementara untuk drainase di Jalan Parangtritis diakuinya merupakan kewenangan Pemda DIY.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PSS Sleman resmi berpisah dengan Nuri Fasya. Manajemen mengapresiasi dedikasi, semangat juang, dan karakter pantang menyerah sang bek.
Pemkab Bantul menerapkan sistem pembobotan nilai jika bakal calon lurah lebih dari lima orang pada Pilur 2026 sesuai Perbup No. 47/2026.
JBBA 2026 mendorong korporasi dan instansi publik mengadopsi ekonomi berkelanjutan sebagai strategi bisnis dan tata kelola.
Polres Temanggung menangkap dua terduga pelaku pengganjal ATM Bank Mandiri. Korban kehilangan Rp20 juta, satu pelaku diketahui residivis.
Timnas voli putri Indonesia U-18 kalah dramatis 2-3 dari Kazakhstan di AVC U-18 2026 dan gagal memperebutkan peringkat kelima.