Ilmuwan Jepang Ciptakan Robot yang Bisa Tersenyum dengan Kulit Hidup di Wajahnya
Ilmuwan Jepang membuat wajah robot yang bisa tersenyum karena wajahnya menyalin struktur jaringan kulit manusia.
Suasana evakuasi Tusiran, warga Samigaluh, yang Kamis (5/3/2020) siang meninggal tertimpa tiang listrik. /Ist-Dok warga
Harianjogja.com, KULONPROGO - Tragedi nahas baru saja dialami Tusiran, 49. Warga Dusun Junut, Kalurahan Purwoharjo, Kapanewon Samigaluh ini pada Kamis (5/3/2020) siang meninggal lantaran tertimpa tiang listrik.
Saat dikonfirmasi Harianjogja.com pada Jumat (6/3/2020), Kapolsek Samigaluh, AKP Purnomo membenarkan kejadian ini. Ia menjelaskan kronologi bermula ketika korban dan dua rekannya sedang rehat setelah menggergaji kayu untuk keperluan membangun rumah korban.
Rupanya pohon jati yang terletak pada tebing di atas lokasi tumbang seakar-akarnya kemudian menimpa jaringan kabel listrik yang mengakibatkan tiang listrik ikut roboh dan mengenai korban. Nahas, korban meninggal di tempat kejadian karena luka di bagian kepala cukup parah.
"Pohon itu sebelumnya tidak ada tanda-tanda akan tumbang, tumbuh normal biasa, hanya memang lokasinya di tepi tebing," kata Purnomo.
Selain menimpa korban, robohnya tiang listrik itu juga merusak gardu pos kamling dan kerugian ditaksir mencapai Rp3 juta.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Ilmuwan Jepang membuat wajah robot yang bisa tersenyum karena wajahnya menyalin struktur jaringan kulit manusia.
Pengurusan SKKH di Sleman masih sepi jelang Iduladha 2026. DP3 tingkatkan pengawasan karena ancaman PMK masih ada.
Lima WNI ditahan Israel saat misi kemanusiaan ke Gaza. Pemerintah RI mendesak pembebasan dan perlindungan.
UMKM di RTP Bulak Tabak Kulonprogo mengeluh sepi pembeli saat musim haji 2026, dampak ekonomi dari embarkasi belum terasa.
Polda DIY lakukan asistensi kasus Shinta Komala di Sleman. Dua perkara diusut, polisi pastikan penanganan sesuai SOP.
DPRD DIY memastikan tidak ada pemberhentian guru non-ASN. Penugasan diperpanjang hingga 2026, kesejahteraan tetap dijaga.