Otonomi Daerah DIY Didorong Berbasis Keadilan dan Kearifan Lokal
Otonomi daerah DIY diarahkan berbasis keadilan dan kearifan lokal untuk wujudkan pembangunan berdampak langsung bagi masyarakat.
Wakil Walikota Jogja, Heroe Poerwadi, mencoba mengisi sensus online, Senin (9/3/2020). /Ist-Dok
Harianjogja.com, JOGJA-- Sensus penduduk online Kota Jogja yang telah berlangsung sejak Sabtu (15/2/2020) hingga Selasa (31/3/2020) mendatang baru diikuti 11,68% dari jumlah yang ditargetkan Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Jogja, yakni 35.000 KK.
Kepala BPS Kota Jogja, Harjana, menjelaskan 11,68% tersebut baru yang merespon atau mengisi data, belum mensubmitnya. Adapun penduduk yang telah mensubmit sebesar 8,3%.
"Itu jumlah yang sudah clear. Ada juga yang sudah submit tapi belum clear, masih ada item yang belum terisi," ujarnya, Senin (9/3/2020).
Maka ia mengimbau penduduk untuk mengecek dengan teliti dulu data yang sudah diisikan sebelum submit. Jumlah penduduk di Kota Jogja sebanyak 133.000 KK. Sensus online hanya menargetkan 26,72% dari total tersebut, sisanya, akan dilakikan sensus manual pada Juli mendatang.
Menurutnya sensus online sifatnya lebih privasi karena penduduk mengisi sendiri datanya, tanpa harus menjawab pertanyaan petugas, sehingga hasilnya bisa lebih akurat. Sensus online baru pertama kali ini diterapkan dan bertujuan mempermudah masyarakat untuk berpartisipasi mandiri.
"Dalam sensus online kami memposisikan masyarakat bukan sebagai objek namun subjek. Selain itu kami juga hendak memberi pendidikan kepada masyarakat akan pentingnya data, minimal data administratif kependudukan dirinya sendiri," ungkapnya.
Untuk meningkatkan partisipasi sensus online, sesuai surat edatan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, bahwa ASN harus ikut dalam sensus online. Pihaknya juga mendatangi kecamatan dan kelurahan bagi masyarakat hang menghendaki sensus bersama.
"Kami juga mendatangi sekolah khususnya SMA, untuk memberi sosialisasi sensus online kepada siswa sekolah. Diharapkan para siswa yang merupakan generasi milenial dan lebih paham internet bisa mengikuti sensus online untuk keluarganya," kata dia.
Wakil Walikota Jogja, Heroe Poerwadi, menuturkan sensus online lebih mudah menggunakan ponsel. Browser yang direkomendasikan yakni Chrome dan Mozila. "Lebih praktis pakai HP karena layar sentuh dan bisa kembali kalau ada kesalahan," ungkapnya.
Menurutnya, sensus onlIine bisa dilakukan dimana saja, asal tahu nomor KTP, KK dan Akta Nikah. "Mumpung belum banyak yang ngisi bareng-bareng, jangan tunggu sampai akhir. Kalau bareng-bareng akan repot karena se-Idonesia, malah bisa down. Di HP cepet, tidak ada waktu jeda," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Otonomi daerah DIY diarahkan berbasis keadilan dan kearifan lokal untuk wujudkan pembangunan berdampak langsung bagi masyarakat.
Sebanyak 1.738 SPPG disuspend untuk perbaikan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Pemerintah perketat pengawasan dan buka kanal pengaduan.
Kejagung tegaskan auditor kerugian negara tidak hanya BPK. Simak isi surat edaran terbaru dan penjelasan lengkap terkait Putusan MK 2026.
Bank Jateng resmi meresmikan Kantor Cabang Pembantu (KCP) UNS dan Gedung UNS Smart yang berlokasi di lingkungan Universitas Sebelas Maret
Sebanyak 38 jembatan di Gunungkidul mulai rusak ringan hingga sedang. Pemkab pastikan masih aman dan lakukan perbaikan bertahap.
KPK sita kontainer suku cadang ilegal di Semarang terkait kasus korupsi Bea Cukai. Sebelumnya, uang Rp5,19 miliar juga disita.