SPMB Bantul 2026: Jalur Prestasi Khusus Sepi Peminat di Sejumlah SMP
SPMB Bantul 2026 menunjukkan fenomena berbeda. Sejumlah SMP kekurangan pendaftar jalur prestasi khusus, sementara sekolah lain kebanjiran peminat.
Foto ilustrasi. /Ist-Everypixel
Harianjogja.com, JOGJA--Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Jogja berencana melakukan program sensus penduduk (SP) 2020 lanjutan pada Mei-Juni mendatang.
Pelaksanaan program ini diharapkan bisa memperoleh data dasar kependudukan strategis dalam rangka mewujudkan satu data kependudukan Indonesia.
Kepala BPS Kota Jogja, Mainil Asmi menjelaskan, SP 2020 lanjutan nantinya akan mendata informasi tentang fertilitas (tingkat kelahiran), mortalitas (tingkat kematian), migrasi, ketenagakerjaan, mobilitas, pendidikan dan juga perumahan.
“Informasi ini banyak ditunggu oleh berbagai pihak sebagai bahan perencanaan di berbagai bidang,” katanya, Kamis (21/4/2022).
BACA JUGA: Harga Migor Curah Tak Terkendali, Pemda DIY: Jangan Main-Main dengan Barang Subsidi
Menurutnya, terdapat perbedaan mendasar antara SP 2020 lalu dengan SP 2020 lanjutan nanti. Pada SP 2020 lalu informasi yang dikumpulkan lebih sederhana, sementara pada SP 2020 lanjutan ini data yang dihimpun akan lebih rinci dan lengkap.
"Informasi yang dikumpulkan pada SP 2020 lanjutan ini dapat dirinci menjadi beberapa variabel kependudukan," ujarnya.
Khusus di Kota Jogja, sampel data rumah tangga berjumlah 8.800 yang terdiri dari 550 blok sensus. Blok sensus ini tersebar di 14 kemantren dan 45 kelurahan di wilayah setempat. Masyarakat yang mendapat kesempatan sensus diharapkan bisa berpartisipasi sehingga data yang diperlukan bisa digunakan untuk keperluan pembangunan.
"Seluruh petugas lapangan yang akan diterjunkan juga akan dibekali pengetahuan melalui pelatihan dan pada saat di lapangan akan membawa surat tugas dan tanda pengenal," kata Mainil.
BACA JUGA: Buruan Tiket Mudik dan Balik di Daop 6 Sudah Terjual 52%
Sekda Kota Jogja, Aman Yuriadijaya menyebut, program SP sangat penting dilakukan karena menjadi salah satu sumber data strategis dalam penyusunan indikator pembangunan berkelanjutan.
"Masyarakat kami minta juga bisa berperan aktif untuk menyukseskan sensus penduduk. Begitu juga Mantri Pamong Praja, dan Lurah agar ikut serta berperan," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
SPMB Bantul 2026 menunjukkan fenomena berbeda. Sejumlah SMP kekurangan pendaftar jalur prestasi khusus, sementara sekolah lain kebanjiran peminat.
SPMB SMA Negeri DIY 2026 hampir selesai. Dua SMA Negeri di Kulonprogo masih menyisakan puluhan kursi kosong karena minimnya jumlah pendaftar.
Aldila Sutjiadi juara Bad Homburg Open 2026 bersama Vera Zvonareva usai menang di final, menjadi modal menuju Wimbledon.
Hadeging Pakualaman ke-214 menghadirkan kethoprak sejarah Pakualaman, Pasar Sewandanan, Festival Jathilan, dan puluhan UMKM.
Gus Miftah dan Gus Yusuf Macul Langit mengisi pengajian di Bantul untuk mengedukasi masyarakat tentang bahaya pinjol, judol, dan investasi ilegal.
Kekeringan Jawa Tengah melanda Klaten, Pemalang, dan Boyolali. Ribuan warga terdampak, BNPB salurkan bantuan air bersih.