Prabowo Resmikan 1.151 Km Jalan, DIY Kebagian 8 Paket
Presiden Prabowo resmikan 1.151 km jalan daerah. DIY kebagian 8 paket proyek untuk dorong ekonomi dan ketahanan pangan.
Puro Pakualaman./Harian Jogja-Arief Junianto
Harianjogja.com, JOGJA—Wakil Gubernur DIY, KGPAA Paku Alam X, memberikan contoh langsung kepada masyarakat dengan mengikuti pendataan Sensus Ekonomi (SE) 2026 yang digelar Badan Pusat Statistik (BPS) DIY, Rabu (24/6/2026). Dalam kesempatan tersebut, Sri Paduka mengajak seluruh warga untuk berpartisipasi aktif dengan memberikan data yang jujur dan terbuka.
Pendataan dilakukan di Kediaman Wagub DIY di Pura Pakualaman, Jogja, dengan didampingi GKBRAA Paku Alam. Hadir pula Plt. Kepala BPS DIY Endang Tri Wahyuningsih, Ketua Tim SE2026 DIY Catur Didi Wahyudi, serta Kepala BPS Kota Jogja Joko Prayitno beserta jajaran.
Sri Paduka menegaskan bahwa keberhasilan Sensus Ekonomi tidak hanya bergantung pada kelengkapan data, tetapi juga pendekatan petugas di lapangan. Ia menekankan pentingnya komunikasi yang humanis agar masyarakat merasa nyaman saat proses pendataan berlangsung.
“Masyarakat memiliki karakter yang beragam, karena itu, mungkin perlu ada penyederhanaan dalam penyampaian agar lebih mudah diterima. Kita yang harus mengedukasi, bukan mempersulit, petugas lapangan harus dowo ususe dan jembar sabare, karena kadang ada yang senang mengobrol, ada yang membutuhkan penjelasan lebih, dan berbagai kondisi lainnya,” jelas Sri Paduka.
Sensus Ekonomi 2026 sendiri merupakan agenda nasional yang dilaksanakan setiap 10 tahun sekali. Kegiatan ini mencakup pendataan seluruh pelaku usaha, mulai dari usaha mikro rumahan, bisnis online, pertokoan, hingga perusahaan besar. Data yang dihimpun akan menjadi dasar penting dalam penyusunan kebijakan ekonomi yang lebih tepat sasaran.
Dalam pelaksanaannya, BPS menggunakan aplikasi FASIH (Flexible Authentic Survey Instrument Harmony) yang memungkinkan petugas melakukan pendataan secara digital menggunakan perangkat seluler. Sistem ini memastikan seluruh responden mendapatkan pertanyaan yang sama tanpa membedakan latar belakang sosial maupun skala usaha.
Plt. Kepala BPS DIY, Endang Tri Wahyuningsih, menuturkan bahwa partisipasi pimpinan daerah diharapkan mampu meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap petugas sensus. Ia juga mengajak warga DIY untuk menerima petugas dengan baik dan memberikan jawaban sesuai kondisi sebenarnya.
“Mari kita semua warga DIY agar juga sekali lagi melakukan atau menjawab pertanyaan, menerima petugas yang sesuai dengan baik, menjawab pertanyaan dengan apa adanya,” pungkas Endang.
Hingga saat ini, capaian pendataan SE2026 di DIY telah mencapai sekitar 9 persen sejak dimulai pada 15 Juni 2026. Sebanyak 4.082 petugas sensus dikerahkan untuk melakukan pendataan secara door to door hingga 31 Agustus 2026.
Dengan partisipasi aktif masyarakat, diharapkan Sensus Ekonomi 2026 dapat menghasilkan data yang akurat dan komprehensif guna mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, termasuk di Jogja, agar semakin inklusif dan berkelanjutan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Presiden Prabowo resmikan 1.151 km jalan daerah. DIY kebagian 8 paket proyek untuk dorong ekonomi dan ketahanan pangan.
Keributan ojol dan customer di Jogja viral akibat salah antar pesanan. Polisi ungkap penyebab dan kasus berakhir damai.
Prabowo soroti peran TNI dan Polri di sektor pangan. Produksi beras dan jagung Indonesia disebut tertinggi sepanjang sejarah.
Harga beras terus naik meski stok melimpah. Pengamat ungkap penyebab utama dari mahalnya gabah hingga distribusi belum optimal.
Satlantas Gunungkidul akan menindak tegas motor tanpa spion, pelat nomor, dan knalpot blombongan demi keselamatan lalu lintas.
PT Pegadaian (Persero) Area Samarinda menunjukkan komitmennya terhadap pelestarian lingkungan dengan ikut ambil bagian dalam Program 2.000 Pohon untuk Kaltim.