Panas Bumi Ungaran Dikembangkan, PLN Siapkan PLTP 55 MW
PLN mendapat penugasan mengembangkan WKP Ungaran hingga 55 MW. Proyek masih dalam tahap studi dengan kajian lingkungan dan sosial.
Warga binaan dan petugas Rutan Kelas IIB Wates saat mendengarkan kotbah dalam Salat Id di halaman dalam Rutan Kelas IIB Wates, Rabu (5/6/2019).- Harian Jogja/Ist
Harianjogja.com, KULONPROGO - Di tengah mewabahnya penyebaran Covid-19 sejumlah masjid di Kapanewon Wates tetap melakukan salat jemaah. Tak terkecuali pada salat Jumat. Meski tetap melaksanakan salat Jumat beberapa masjid meningkatkan intensitas pembersihan masjid.
Ketua Takmir II Masjid Jami\' Wates, Ribut Dwi Priyono menjelaskan salah satu langkah yang dilakukan untuk mencegah penyebaran Covid - 19 yakni dengan menggulung karpet. Seluruh karpet di masjid tersebut digulung tanpa terkecuali.
"Penggulungan karpet adalah langkah sederhana yang paling bisa dilakukan, keputusan ini diambil setelah melakukan rapat takmir," ujar Ribut.
Sebelum dilakukan penggulungan karpet, terlebih dahulu dilakukan sosialisasi terhadap jemaah masjid untuk membawa sajadah sendiri bila ingin salat berjamaah. "Upaya penggulungan karpet ini sifatnya inisiatif dari takmir, melihat kondisi yang terjadi," ujar Ribut ditemui pada Kamis (19/3/2020) di Masjid Jami\' Wates.
Ribut sebenarnya berharap Masjid Jami\' Wates bisa disemprot disinfektan. Pasalnya hingga saat ini belum ada penyemprotan dari pemerintah. Para takmir sebenarnya siap untuk melakukan penyemprotan mandiri. Namun Ribut mengaku bingung apa bahan yang digunakan untuk disinfektan dan bagaimana cara mendapatkannya. "Kalau alat semprotnya teman-teman ada, cuma bahan buat semprotnya itu apa saja enggak tahu," ujar Ribut.
Hal serupa juga terjadi di Masjid Agung Kulonprogo. Meski masih melaksanakan salat jemaah termasuk sholat jumat, Masjid Agung Kulonprogo juga belum disemprot disinfektan. Takmir Bagian Seksi Keamanan Masjid Agung Kulonprogo, Muhammad Irsyad mengatakan takmir pun akhirnya sepakat untuk melakukan tindakan preventif dengan menggulung 80% karpet yang ada.
"Alasan masih kami sisakan tiga buah karpet di depan untuk mengakomodasi para jemaah dari perjalanan jauh yang barangkali tidak membawa sajadah," kata Irsyad.
Namun Irsyad menjelaskan meski ada karpet yang belum digulung, pihak takmir telah memberikan pengumuman khususnya kepada jemaah di sekitar masjid untuk selalu membawa sajadah jika ingin berjamah. "Kalau jemaah tetap, hampir semuanya sudah bawa sekarang, awalnya dulu belum bawa sajadah kalau ke masjid," ujar Irsyad.
Penanganan lebih jauh juga dilakukan takmir Masjid Agung Kulonprogo dengan melakukan pengepelan lantai masjid yang bisa sampai tiga kali sehari. Pemberisihan dengan dengan mengepel seluruh lantai masjid pada pagi, siang, dan menjelang magrib.
Tidak hanya itu, lantai dan tembok keran wudhu pun tak luput dari sikat yang dilakukan sehari dua kali. "Kami berharap para jemaah turut membantu menghadapi Corona (Covid - 19) ini dan semoga wabah ini segera berlalu sehingga jemaah bisa tenang kembali untuk berjemaah di masjid," ujar Irsyad.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PLN mendapat penugasan mengembangkan WKP Ungaran hingga 55 MW. Proyek masih dalam tahap studi dengan kajian lingkungan dan sosial.
Esteban Ocon memutuskan meninggalkan Haas pada akhir musim F1 2026 setelah menjalani 39 balapan bersama tim tersebut
Bupati Gunungkidul memberi ASN waktu 1,5 jam tiap Jumat awal bulan untuk belanja di pasar tradisional dan UMKM.
inflasi September 2026 diproyeksi mencapai 3,34%-3,35%, dipicu pangan, El Nino, MBG, dan kenaikan harga minyak dunia.
Delapan gerai KDMP Bantul telah diverifikasi. Hasil pemeriksaan akan menjadi bahan laporan tim dan review BPKP terkait pembangunan.
Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih mulai beroperasi 1 Oktober 2026 dan akan dievaluasi pemerintah pada 7 Oktober.