Mendagri Tito Usul Kepala Daerah Dapat Insentif dari PAD
Mendagri Tito Karnavian mengusulkan kepala daerah mendapat insentif dari PAD jika berhasil meningkatkannya. Aturan masih perlu dikaji bersama.
Ilustrasi tanah longsor./Harian Jogja-Ujang Hasanudin
Harianjogja.com, BANTUL--Hujan yang mengguyur wilayah Bantul selama beberapa hari terakhir mengakibatkan tanah longsor di dua lokasi, yakni di Dusun Tegalawas, Desa Jatimulyo, Imogiri dan Dusun Nglengkong, Desa Bawuran, Pleret. Itulah sebabnya warga yang bermukim di dekat tebing atau dataran tinggi diminta waspada karena potensi hujan masih akan terjadi dalam beberapa ke depan.
Sukani, salah satu warga Dusun Tegalawas mengatakan pada Selasa (24/3/2020), sekitar pukul 06.00 WIB, dia dikejutkan oleh suara gemuruh di belakang rumahnya. Awalnya dia mengira ada mobil terperosok lantaran di area itu ada jalan menanjak yang acap dilewati kendaraan bermotor.
Tetapi setelah ia mengecek, ternyata suara itu bersumber dari ambrolnya sebidang tanah seluas 8 x 5 meter. Material tanah longsoran, kata dia, sempat mengenai tembok kamar mandi milik rumah tetangganya yang bernama Saniyem. “Untungnya, kamar mandi tidak jebol,” kata dia kepada Harianjogja.com, Selasa.
Sebenarnya saat hujan turun, dia sama sekali tak mengira tebing tanah itu bakal longsor, terlebih saat itu hujan hanya turun rintik-rintik.
Selain di Tegalawas, tanah longsor juga terjadi di Dusun Nglengkong, Desa Bawuran, Kecamatan Pleret, tepatnya di sebelah barat Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Piyungan.
Kejadian itu sebenarnya sudah diprediksi oleh Maryono selaku Ketua Paguyuban Warga TPST Piyungan pada (11/2) lalu. Rembesan air hujan mengakibatkan tanah di sisi barat TPST menjadi labil dan berpotensi terjadi longsor. “Tanah itu kalau didiamkan saja bisa longsor,” katanya.
Retakan Tanah
Kepala Seksi Operasional (Kasiops) SAR DIY Distrik Bantul Bondan Supriyanto mengaku telah mengamati sejumlah wilayah rawan longsor sejak 1,5 tahun yang lalu. Dua kejadian tersebut, menurut dia, dipicu oleh faktor yang sama yaitu retakan tanah. “Ketika hujan turun, katanya, air akan masuk ke dalam retakan tanah. Jika dibiarkan berlama-lama tanah itu akan menjadi jenuh atau lembek,” ucap dia.
Lantaran hujan diprediksi bakal masih mengguyur wilayah Bantul, SAR terus mengingatkan warga beserta perangkat desa agar tetap waspada. Khusus untuk warga yang berada di lokasi rawan agar selalu siap untuk evakuasi bila terjadi hujan deras.
“Untuk semua warga, selama cuaca buruk harap menerapkan kesiapsiagaan tingkat III [Waspada],” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Mendagri Tito Karnavian mengusulkan kepala daerah mendapat insentif dari PAD jika berhasil meningkatkannya. Aturan masih perlu dikaji bersama.
Munja menargetkan ekspor kendaraan pemadam kebakaran mulai 2027 setelah menguasai 35% pasar domestik dan membidik pangsa pasar 70%.
DPC PDI Perjuangan Kota Yogyakarta melantik pengurus Baguna periode 2025-2030 sekaligus menggelar simulasi penyelamatan korban bencana di Sungai Gajahwong.
Sebanyak 22 mahasiswa dari 17 negara belajar pengelolaan sampah perkotaan secara langsung di Kelurahan Terban dan Baciro, Kota Jogja.
Geopark Ijen akan menjalani revalidasi UNESCO pada 3-7 Agustus 2026 untuk mempertahankan status green card yang diraih sejak 2023.
PDI Perjuangan Kota Jogja menggelar pemeriksaan kesehatan gratis bagi lansia sekaligus mendorong kenaikan anggaran JSLU dan memperingati Kudatuli 1996.