Nelayan Gunungkidul Dilatih Sertifikasi SKN, Keselamatan Jadi Fokus Utama
Nelayan Gunungkidul mendapat pelatihan SKN, pembekalan BPJS Ketenagakerjaan, serta pemberdayaan ekonomi bagi istri nelayan.
Foto ilustrasi: Sampel darah untuk pengujian virus corona./ REUTERS
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL – Dinas Kesehatan Gunungkidul mengumumkan kasus positif Covid-19 pertama di kabupaten ini. Selain itu, terdapat satu pasien dalam pengawasan (PDP) dari Kecamatan Wonosari yang meninggal dunia saat menjalani perawatan di Panti Rapih, Kota Jogja.
Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul Dewi Irawaty mengatakan kasus positif pertama berada di Kecamatan Ponjong. Kepastian ini diperoleh berdasarkan hasil tes yang diperoleh Rabu (25/3/2020) siang.
Menurut dia, meski berstatus positifi, orang yang bersangkutan tidak sedang menjalani perawatan di rumah sakit rujukan. Dewi menuturkan yang bersangkutan sempat dirawat di RSUD Wonosari namun menunjukan kondisi yang bagus sehingga diputuskan dilakukan isolasi mandiri. “Hasilnya baru saja kami terima dan ternyata positif. Tapi dari kondisi, pasien dalam keadaan bagus,” ungkapnya.
Dinas Kesehatan akan menelusuri warga yang melakukan kontak terhadap pasien yang dinyatakan positif. “Akan kami tracing kontak dengan siapa saja. Dan nantinya dilakukan upaya pencegahan penyebaran yang lebih luas,” katanya.
Selain satu kasus positif, Dewi menambahkan, ada satu orang pasien dalam pengawasan (PDP) asal Kecamatan Wonosari dinyatakan meninggal dunia. Meski demikian, ia menjelaskan, pasien tidak dirawat di Gunungkidul karena menjalani perawatan di Panti Rapih, Kota Jogja. “Jadi hari ini ada satu orang positif dan satu PDP dinyatakan meninggal dunia saat menjalani perawatan,” tuturnya.
Dia mengungkapkan, hingga saat ini, dinas kesehatan masih menunggu hasil sampel untuk tiga warga. Sampel diambil untuk memastikan apakah hasilnya positif tertular atau negatif. Total hingga Rabu siang ada 293 Orang Dalam Pemantauan (ODP), delapan PDP dan satu pasien positif corona. “Untuk PDP yang dirawat di rumah sakit ada dua orang dan ODP yang dirawat juga dua orang,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Nelayan Gunungkidul mendapat pelatihan SKN, pembekalan BPJS Ketenagakerjaan, serta pemberdayaan ekonomi bagi istri nelayan.
Cek mobil listrik di bawah Rp200 juta dan jarak tempuhnya. Ada Aira ev, BYD Atto 1, dan Seres E1 hingga 301 km.
Pemkot Jogja mendorong Gerakan Masyarakat Mencintai Pasar (Gemati) untuk menghidupkan kembali aktivitas pasar rakyat sekaligus memperluas transaksi digital
Bea Cukai Soetta menggagalkan penyelundupan 5,226 kg etomidate oleh lima WN Malaysia yang disembunyikan di sol sepatu.
Influenza A belum ditemukan di Bantul hingga 1 Oktober. Dinkes mengingatkan warga memperkuat PHBS dan menjaga daya tahan tubuh.
Arie Sujito menilai reshuffle kabinet Prabowo harus menjawab problem dan harapan publik, bukan justru memunculkan teka-teki baru.