Penyebab Kekeringan Bantul dan Gunungkidul, Siaga Darurat Ditetapkan
Status siaga darurat kekeringan ditetapkan di Bantul dan Gunungkidul. Pakar UMY menjelaskan penyebab hingga langkah mitigasinya.
Foto ilustrasi: Sampel darah untuk pengujian virus corona./ REUTERS-Dado Ruvic
Harianjogja.com, JOGJA--Jumlah pasien yang dinyatakan positif Covid-19 di wilayah DIY bertambah sebanyak 12 kasus.
Dengan demikian jumlah pasien positif Covid-19 di DIY total menjadi 18 kasus hingga Rabu (25/3/2020). Dari jumlah yang positif tersebut sebanyak tiga pasien meninggal dunia akibat virus corona tersebut dan satu dinyatakan sembuh.
Berdasarkan data yang dirilis melalui Juru Bicara Pemda DIY, kasus positif Covid-19 pada Rabu (25/3/2020) bertambah sebanyak 12 kasus yang teridentifikasi sebagai Kasus-07 hingga Kasus-18.
Dari jumlah itu dua di antaranya dinyatakan meninggal dunia, yaitu Kasus-10 merupakan pasien usia 69 tahun asal Depok, Sleman yang dirawat di RS Bethesda.
Selain itu pasien Kasus-17, jenis kelamin laki-laki usia 54 tahun asal Kebumen juga dinyatakan meninggal dunia di RS Panti Rapih Yogyakarta.
"Hasil [laboratorium positif 18, pasien sembuh satu dan meninggal tiga. Itu [PDP] yang kemarin sudah meninggal tetapi belum keluar ujinya, [sekarang sudah keluar hasilnya] positif satu [kasus 10]. Kemudian yg sudah positif, meninggal tambah satu juga [kasus 17]," ungkap Juru Bicara Pemda DIY untuk Penanganan Covid-19 Berty Murtiningsih Rabu (25/3/2020) sore.
Adapun 10 pasien positif lainnya yaitu lima pasien dirawat di RS Panti Rapih, terdiri atas Kasus-12 jenis kelamin wanita umur 35 tahun asal Gamping, Sleman. Kasus-13, laki-laki, usia 39, asal Umbulharjo, Kota Jogja, Kasus-14, laki-laki usia 71 tahun domisili di Kasihan, Bantul, Kasus-15 adalah perempuan usia 59 tahun asal Ngaglik, Sleman dan Kasus-16 merupakan perempuan usia 61 tahun asal Ngemplak, Sleman.
Kemudian Kasus-18 merupakan pasien berusia 14 tahun asal Depok, Sleman dirawat di RS Bhayangkara. Serta Kasus-11, laki-laki usia 55 tahun asal Ponjong, Gunungkidul dirawat di RSUD Wonosari. Kasus 09 adalah bayi berusia empat bulan yang dirawat di RSUD Wates, Kasus-08, pasien jenis kelamin laki-laki, usia 36 tahun asal Kalasan Sleman dirawat di RS JIH. Sedangkan Kasus-07 adalah anak berusia tujuh tahun dirawat di RSUD Panembahan Senopati.
"Riwayat kontak bayi empat bulan adalah pulang dari Solo. Hingga Rabu [25/3] terperiksa total ada 115 orang, hasil negatif ada 33 orang, saat ini masih ada 64 orang yang menunggu hasil laboratorium," ujar Berty.
Data yang dilansir Pemda DIY tersebut beda dengan Pusat. Data terbaru pasien positif Covid-19 yang dilansir Pusat melalui laman resmi covid19.go.id menyebut ada tambahan 11 kasus menjadi 17 kasus positif Corona di DIY, dengan jumlah pasien meninggal dua orang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Status siaga darurat kekeringan ditetapkan di Bantul dan Gunungkidul. Pakar UMY menjelaskan penyebab hingga langkah mitigasinya.
Bea Cukai Soekarno-Hatta menggagalkan penyelundupan 3.336 gram happy water dari Kuala Lumpur dan mengungkap dugaan jaringan narkotika internasional.
Regulator gas mendesis bisa dipicu seal, pemasangan, atau regulator rusak. Simak penyebab dan cara mengatasinya dengan aman.
Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo meraih penghargaan dalam Jogja Brand and Business Awards 2026 sebagai “Kepala Daerah Inovator Pembangunan dan Ketahanan
Masa tunggu haji reguler turun menjadi rata-rata 26 tahun. Pemerintah masih mengkaji berbagai skema percepatan keberangkatan jemaah.
Ketua RT mengungkap tersangka teror bom SDN Srengseng Sawah 15 Pagi pernah mengirim ancaman serupa kepada warga di lingkungan tempat tinggalnya.