Kasus Bertambah, Cek Data Covid-19 di DIY 18 Maret
Kasus Covid-19 di DIY kembali melonjak. Pada Kamis (18/3/2021), gugus tugas setempat melaporkan penambahan kasus baru sebanyak 257.
Foto Ilustrasi. /Ist-Freepik
Harianjogja.com, KULONPROGO--Puluhan musisi asal Kulonprogo kini tengah menggalang dana untuk membantu pemenuhan Alat Pelindung Diri (APD) bagi para tenaga medis yang berjibaku menangani pasien terjangkit Coronavirus Disease 2019 (COVID-19).
Para musisi itu tergabung dalam Gerakan Musisi Kulonprogo Bergerak Melakukan Donasi (Beraksi). Beberapa musisi yang ikut dalam gerakan ini antara lain Guyon Waton, Riot and Funny, KARNAMERAKA, The Mad, The Flash, Rindiantika, FINA FASANDA, L-Sista dan puluhan kelompok musik lain yang semuanya berasal dari Kulonprogo.
Penot dari grub band The Mad selaku Ketua Gerakan Musisi Kulonprogo Beraksi, mengatakan gerakan ini lahir dari keprihatinan para musisi Kulonprogo terhadap mewabahnya virus corona. Menurutnya pihak yang paling berisiko tertular virus ini adalah para tenaga medis. Sementara saat ini, problematika yang dihadapi tenaga medis yaitu minimnya ketersediaan APD.
"Oleh karena itu kami tergerak untuk melakukan donasi, guna membantu pemenuhan APD kepada temen-temen medis, ini merupakan dukungan kami sebagai warga Kulonprogo, agar mereka tetap diberi keselamatan saat saat menangani pasien corona," kata Penot, Sabtu (11/4/2020).
Donasi itu dapat disalurkan melalui Rekening BNI 0851201404 an.Scholastica Berty, Bank Mandiri 1370015931369 an. Nurrahman, Bank BCA 8025123031 an. Burhan Irdawanto. Semua donasi akan disumbangkan dalam bentuk APD kepada RSUD Wates dan Puskesmas yang ada di Kulonprogo. "Penyerahan bantuan rencana akan diserahkan 18 April 2020," ujarnya.
Selain melakukan donasi, Gerakan Musisi Kulonprogo Beraksi juga membikin sebuah lagu video klip berjudul "Kulonprogo Damai" yang telah diunggah di channel YouTube Musisi Kulonprogo per 10 April kemarin. Lagu berdurasi sekitar 4 menit ini diciptakan sebagai wujud dukungan kepada tenaga medis dan masyarakat Indonesia terutama yang tinggal di Kulonprogo agar lebih kuat menghadapi pagebluk corona.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kasus Covid-19 di DIY kembali melonjak. Pada Kamis (18/3/2021), gugus tugas setempat melaporkan penambahan kasus baru sebanyak 257.
Mendiktisaintek Brian Yuliarto menyebut dugaan fabrikasi riset oleh WNI di Denmark dilakukan untuk memperoleh travel grant konferensi internasional.
Kasus leptospirosis Sleman mencapai 59 kasus pada 2026. Dinkes juga menguji tikus untuk mengantisipasi potensi penyebaran hantavirus.
Menkes Budi Gunadi Sadikin menargetkan transplantasi hati tersedia di 34 provinsi untuk menekan pasien berobat ke luar negeri.
PWM DIY meluncurkan instrumen KPI sekolah Muhammadiyah dan menjalin kerja sama dengan lembaga pendidikan Singapura untuk peningkatan mutu.
Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja menargetkan penyelesaian sekitar 900 berkas permohonan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) yang hingga kini masih mengantre. Pemkot