PDI Perjuangan DIY Gelar Tahlil Tujuh Hari Wafatnya Guruh Soekarnoputra
DPD PDI Perjuangan DIY menggelar tahlil dan doa bersama untuk memperingati tujuh hari wafatnya Muhammad Guruh Soekarnoputra di Kantor DPD PDI Perjuangan DIY
Alumnus Akper "YKY" Yogyakarta yang bekerja di luar negeri, tanah para nabi Arab Saudi yaitu Ahmad Irfankhan Hamim Sutopo./Ist-Akper "YKY" Yogyakarta
Harianjogja.com, JOGJA-- Di era industri ini peran alumni sangat penting dan kehadirannya sangat diperlukan dalam rangka meningkatkan perkembangan institusi atau almamaternya sekarang dan di masa depan, bukan sebaliknya kehadiran atau keberadaannya untuk jangka pendek atau kepentingan sesaat.
Ikatan alumni sebagai salah satu kekuatan yang sangat penting dalam membangun institusi atau almamaternya. Banyak alumnus Akper “YKY” Yogyakarta yang terlahir dan belajar di Indonesia dan akhirnya bekerja di luar negeri maupun dalam negeri.
Salah satu alumnus Akper “YKY” Yogyakarta yang kini bekerja didalam negeri yaitu di RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta adalah Septi Anggraeni Listiyaningrum lulusan 2017.
Septi mengatakan bahwa selama kuliah, selain mendapat ilmu keperawatan, ia juga dibekali kegiatan untuk mengasah, soft skill sebagai perawat. Septi mengatakan ilmu yang didapatnya di Akper YKY sangat bermanfaat dan ia tuangkan di dunia kerja.
"Saya juga tidak terlalu sulit dalam bekerja, karena sejak awal kuliah sudah diajarkan bagaimana beradaptasi dengan dunia kerja. Terimakasih untuk Akper YKY dan para dosen karena berkat ilmu yang diberikan, sehingga saya bisa bekerja di RSUP dr Sardjito," katanya, Senin (13/4/2020).
Selain itu ada juga alumnus Akper “YKY” Yogyakarta yang bekerja di luar negeri, tanah para nabi Arab Saudi yaitu Ahmad Irfankhan Hamim Sutopo. Kisah keberhasilannya tinggal dan bekerja di Kingdom of Saudi Arabia bermula dari kuliah keperawatan di kampus cokelat di gang kesehatan yaitu Akademi Keperawatan “YKY” Yogyakarta.
Irfankhan mengatakan bahwa sebuah pengalaman yang sangat luar biasa ketika menempuh pendidikan di kampus cokelat. "Saya diajarkan dan dituntut supaya menjadi perawat yang mampu dan bisa bersaing di kancah Internasional," katanya.
Ia mengatakan staf pengajarnya sangat profesional dan ahli di dalam bidangnya masing-masing serta tahu bagaimana menyiapkan lulusan terbaik. Staf kampus juga sangat kooperatif serta bersahaja terhadap setiap mahasiswanya.
Fasilitas kampus sangat lengkap, mulai dari laboratorium berdasarkan mata kuliah, perpustakaan serta ruangan kelas yang nyaman. Ditambah lagi lahan praktek terdapat di sekitaran Yogyakarta, mulai RS pemerintah seperti RSUP Dr. Sardjito serta beberapa RS Swasta, panti wreda, puskesmas serta rumah bersalin.
Biaya kuliah terjangkau, namun mutu tetaplah yang terbaik. Aktif mengadakan seminar-seminar di kampus, bakti sosial serta pelatihan PPGD kepada lapisan masyarakat.
"Dan saat ini saya bekerja di kilnik kulit Dr. Musaad Azallal Medical Center di ibukota Kingdom of Saudi Arabia (Riyadh) menjadi asisten dokter spesialis kulit dan bedah plastik. Berkat belajar di kampus Akper “YKY” Yogyakarta saya bisa bersaing dengan perawat dari Filipina dan tahun 2017 saya dapat menunaikan ibadah haji berkat menunggangi profesi keperawatan," paparnya.
Banyak juga alumnus Akper “YKY” Yogyakarta yang bekerja di dalam negeri dan diterima sebagai Pegawai Negeri Sipil dengan bekerja di RSUD/Puskesmas di wilayah DIY dan masih banyak lagi. Selain itu juga banyak alumnus yang bekerja di RS Swasta baik di wilayah DIY maupun di luar DIY.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPD PDI Perjuangan DIY menggelar tahlil dan doa bersama untuk memperingati tujuh hari wafatnya Muhammad Guruh Soekarnoputra di Kantor DPD PDI Perjuangan DIY
UIN Sunan Kalijaga masuk kelompok 801–1000 dunia THE WUR 2027 dan tercatat di posisi kedua nasional bersama sejumlah kampus Indonesia.
Marc Marquez menemukan kenyamanan pada motor Ducati setelah modifikasi sebelum sprint race MotoGP Jepang dan meraih kemenangan di Motegi.
Program JSB 2026 menargetkan 100.000 pekerja rentan di minimal 10 provinsi melalui bantuan JKK dan JKM selama enam bulan.
SDHI resmi mengelola Bandara Internasional Dhoho Kediri secara mandiri setelah memperoleh Sertifikat Standar BUBU dari Kementerian Perhubungan.
Disdikpora Bantul mengandalkan program revitalisasi sekolah dari pemerintah pusat di tengah keterbatasan anggaran akibat efisiensi.