Dompet Dhuafa Gulirkan Bestian Sama Yatim
Program muliakan anak yatim dengan BesTeam (Bestian Sama Yatim) digulirkan Dompet Dhuafa sebagai bagian rangkaian Tahun Baru Islam 1448 H.
Sejumlah warga sedang mengerjalan pembangunan jalan konblok di Dusun Kaligondang, Desa Sumbermulyo, Kecamatan Bambanglipuro, Bantul, Jumat (17/4/2020). /Harian Jogja-Ujang Hasanudin
Harianjogja.com, BANTUL- Pemerintah Desa Sumbermulyo terus berupaya mengurangi beban warganya yang terkena dampak adanya pandemi Corona.
Setelah memberikan bantuan sembako dan bantuan langsung tunai, Desa Sumbermulyo juga memberdayakan warganya yang mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK) untuk bekerja dalam proyek padat karya.
Kepala Desa Sumbermulyo, Ani Widayani mengatakan desanya sudah menggulirkan program padat karya berupa pembangunan konblok jalan, rabat beton, pembangunan rumah tidak layak huni, dan pembuatan MCK di 16 pedukuhan. Kebutuhan pekerja dalam semua proyek padat karya tersebut telah dihitung sebanyak 330 tenaga kerja.
“Sebagian besar tenaga kerja ini adalah warga Sumbermulyo dari 16 pedukuhan yang kehilangan pekerjaan atau mata pencaharian selama masa Covid ini,” kata Ani, Jumat (17/4/2020).
Ani mengatakan program Padat Karya Tunai Desa (PTKD) merupakan tindaklanjut dari Surat Edaran (SE) Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Nomor 8 Tahun 2020 tentang Desa Tanggap Covid 19 dan Penegasan PKTD. Program tersebut sebagai bentuk pemberdayaan masyarakat.
Dalam tahap pertama program padat karya desa ini, kata Ani, nilainya mencapai sekitar 300 jutaan, di antaranya pembuatan jalan konblok di sekitar rumah karantina Saemaul sepanjang 125 meter dan lebar 3,5 meter dengan nilai Rp89 juta, bangket Rp60 juta, pembangunan rumah tidak layak huni empat unit masing-masing senilai Rp15 juta. Proyek tersebut saat ini dalam proses pengerjaan.
Ani menambahkan selain PTKD, pihaknya juga sudah menyiapkan bantuan langsung tunai bagi warga miskin dan korban PHK dengan besaran Rp600.000 per kepala keluarga (KK) selama sebulan dan diberikan selama tiga bulan, “Kami sudah punya data warga yang sudah kena PHK,” kata dia.
Menurut Ani, bantuan langsung tunai ini akan memanfaatkan dana desa pencairan tahap kedua sebesar 35%. Sementara penggunaan dana desa pencairan tahap pertama sduah selesai 50%.
Penggunaan dana desa dari pencairan tahap pertama di antaranya digunakan untuk penanganan Covid ini sebesar Rp203 juta dan sudah digunakan lebih dari Rp100 juta untuk bantuan sembako terhadap 815 kepala keluarga selama dua pekan, operasional rumah karantina, penyemprotan, dan kegiatan sosialisasi.
Sementara itu, Saryanto, salah satu tenaga kerja dalam program padat karya tunai desa tersebut mengaku cukup terbantu dengan adanya program tersebut. sebelumnya ia bekerja di salah satu proyek di Maguwoharjo, Sleman.
Namun ia diberhentikan pada akhir Maret lalu, kemudian bergabung di program PTKD dan digaji sebesar Rp75.000 dalam sehari. “Lumayan buat mencukupi kebutuhan keluarga,” kata Saryanto. Warga Dusun Siten, desa setempat ini sudah sepekan bekerja di PTKD.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Program muliakan anak yatim dengan BesTeam (Bestian Sama Yatim) digulirkan Dompet Dhuafa sebagai bagian rangkaian Tahun Baru Islam 1448 H.
Cukup Rp8.000, Ini Jadwal Lengkap KA Prameks Jogja–Kutoarjo Hari Ini.
Jadwal KRL Solo-Jogja Rabu 9 September 2026 tersedia 12 perjalanan dari Palur. Cek jadwal lengkap tiap stasiun hingga Jogja.
Jadwal KRL Solo-Jogja Rabu 9 September 2026 lengkap 12 perjalanan dari Palur. Cek waktu kedatangan di 12 stasiun, aturan pembayaran, dan info perubahan jadwal
Kemarau panjang 2026 mulai menurunkan debit air di sejumlah wilayah Sleman. PDAM Tirta Sembada memastikan distribusi air ke 45.993 pelanggan tetap stabil.
DPRD Sleman menilai pemetaan sekitar 114.000 UMKM belum optimal. Pemerintah diminta menyesuaikan pemberdayaan dengan persoalan tiap pelaku usaha.