CSR Perusahaan Bisa Dipakai Lindungi Pekerja Informal, Ini Arahan Sri Sultan
Sri Sultan Hamengku Buwono X mendorong CSR perusahaan dimanfaatkan untuk memperluas perlindungan Jamsostek bagi pekerja informal di DIY.
Direktur Utama PDAM Tirta Sembada Sleman Bernadus Edy Nugroho.ist
Harianjogja.com, SLEMAN— Kemarau panjang yang melanda sejumlah wilayah di Indonesia sepanjang 2026 mulai berdampak pada ketersediaan air. Meski demikian, kondisi tersebut sejauh ini belum mengganggu distribusi air bersih kepada pelanggan PDAM Tirta Sembada Sleman.
Direktur Utama PDAM Tirta Sembada Sleman Bernadus Edy Nugroho mengatakan pasokan air kepada pelanggan masih berjalan stabil. Kondisi tersebut didukung pengelolaan sumber air baku yang tersebar di sejumlah wilayah Sleman.
“Durasi kemarau tahun ini memang lebih panjang dibanding tahun sebelumnya. Meski demikian, pelayanan distribusi air bersih PDAM Tirta Sembada Sleman kepada masyarakat tetap berjalan stabil,” ujar Edy, Selasa (8/9/2026).
Salah satu sumber air yang menjadi andalan PDAM Tirta Sembada Sleman adalah mata air Umbul Wadon di kawasan Plunyon, Kali Kuning, Kapanewon Cangkringan.
Pada musim hujan, debit mata air tersebut dapat mencapai sekitar 650 liter per detik. Sementara ketika memasuki musim kemarau, debitnya masih berada di kisaran 400 liter per detik.
Kondisi tersebut membuat Umbul Wadon tetap menjadi salah satu sumber penting untuk menopang kebutuhan air bersih masyarakat Sleman di tengah kemarau panjang.
Sejumlah Wilayah Mulai Alami Penurunan Suplai
Meski secara umum distribusi masih aman, PDAM Tirta Sembada mulai mencatat adanya penurunan debit air di sejumlah wilayah.
Salah satunya terjadi di Kalurahan Bimomartani, Kapanewon Ngemplak. Suplai air ke wilayah tersebut sedikit berkurang seiring menyusutnya sumber air permukaan dan meningkatnya penggunaan air oleh masyarakat.
Kondisi serupa juga terjadi di wilayah Kalurahan Tambakrejo, Kapanewon Tempel, hingga ke selatan menuju Kalurahan Sendangrejo, Kapanewon Minggir.
PDAM terus melakukan pemantauan terhadap kondisi sumber air dan pola penggunaan pelanggan untuk memastikan penurunan debit di sejumlah titik tidak berkembang menjadi gangguan distribusi yang lebih luas.
Saat ini, PDAM Tirta Sembada Sleman melayani 45.993 pelanggan aktif yang tersebar di 16 kapanewon.
Untuk memenuhi kebutuhan pelanggan, perusahaan daerah tersebut tidak hanya mengandalkan satu sumber air. Sumber air baku yang dikelola berasal dari mata air, sungai, sumur dalam, sumur dangkal, hingga sumber air permukaan.
Selain itu, tambahan pasokan juga diperoleh melalui Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) regional yang sumber airnya berasal dari Sungai Progo.
Keberagaman sumber air tersebut menjadi salah satu strategi PDAM dalam menjaga kontinuitas pelayanan, terutama ketika sebagian sumber mengalami penurunan debit akibat perubahan musim.
Pelanggan Diminta Hemat Air
Di tengah kondisi kemarau yang berlangsung lebih panjang, Edy mengajak masyarakat ikut menjaga ketersediaan air. Penghematan air dinilai penting agar sumber daya air yang tersedia dapat digunakan secara bijaksana.
Ia mengimbau pelanggan membiasakan diri menutup keran setelah selesai digunakan dan segera memperbaiki apabila menemukan kebocoran pada jaringan air di rumah.
Masyarakat juga dapat menggunakan kembali air bekas cucian untuk keperluan lain, seperti menyiram tanaman.
“Penggunaan air secara bijaksana akan membantu menjaga ketersediaan sumber daya air. PDAM Tirta Sembada Sleman akan terus berupaya memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat Kabupaten Sleman,” pungkasnya.
PDAM Tirta Sembada Sleman memastikan pemantauan terhadap sumber air dan jaringan distribusi terus dilakukan. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga layanan air bersih tetap berjalan di tengah tantangan kemarau panjang 2026.
Dengan kondisi sumber air yang masih relatif mencukupi dan dukungan dari berbagai sumber baku, distribusi air kepada puluhan ribu pelanggan di Sleman sejauh ini tetap terjaga. Namun, partisipasi masyarakat dalam menghemat air tetap diperlukan untuk menjaga ketersediaan air dalam menghadapi kemarau yang belum sepenuhnya berakhir.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sri Sultan Hamengku Buwono X mendorong CSR perusahaan dimanfaatkan untuk memperluas perlindungan Jamsostek bagi pekerja informal di DIY.
Jadwal KRL Solo-Jogja Rabu 9 September 2026 lengkap 12 perjalanan dari Palur. Cek waktu kedatangan di 12 stasiun, aturan pembayaran, dan info perubahan jadwal
Kemarau panjang 2026 mulai menurunkan debit air di sejumlah wilayah Sleman. PDAM Tirta Sembada memastikan distribusi air ke 45.993 pelanggan tetap stabil.
DPRD Sleman menilai pemetaan sekitar 114.000 UMKM belum optimal. Pemerintah diminta menyesuaikan pemberdayaan dengan persoalan tiap pelaku usaha.
Anggota DPRD Gunungkidul Mega Nusantara Wati kaget masuk desil 5 DTSEN. Begini penjelasan soal desil dan cara mengajukan pembaruan data.
Trailer terbaru Memburu Pemangsa ungkap investigasi empat jurnalis yang berubah menjadi teror demonologi. Dibintangi Laura Basuki dan Prilly Latuconsina.