Otonomi Daerah DIY Didorong Berbasis Keadilan dan Kearifan Lokal
Otonomi daerah DIY diarahkan berbasis keadilan dan kearifan lokal untuk wujudkan pembangunan berdampak langsung bagi masyarakat.
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, JOGJA-- Sembilan remaja diamankan Polsek Kotagede setelah diketahui keluyuran pada dini hari dan membawa beberapa batu, di Jembatan Tegalgendu, Minggu (19/4/2020). Diduga, kesembilan remaja ini hendak membuat onar.
Kapolsek Kotagede, Kompol Dwi Tavianto, menuturkan kejadian bermula ketika kesembilan remaja yang menaiki empat motor ini ditegur warga yang sedang ronda di sekitar Jembatan Tegalgendu, pukul 03.00 WIB. “Warga berhasil menghentikan, saat ditanya identitas, tidak ada yang membawa,” ujarnya, Minggu.
Saat diperiksa, warga menemukan tiga buah batu pecahan batako pada salah satu remaja. Warga pun melapor Polsek Kotagede dan rombongan remaja langsung dibawa ke Kantor Polsek Kotagede untuk pemeriksaan lebih lanjut. Empat sepeda motor, Sembilan handphone dan tiga STNK diamankan sebagai barang bukti.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Otonomi daerah DIY diarahkan berbasis keadilan dan kearifan lokal untuk wujudkan pembangunan berdampak langsung bagi masyarakat.
Honda mencatat rugi pertama sejak IPO akibat EV. Kerugian capai Rp45,9 triliun, proyek Kanada ditunda, target EV diubah.
Gempa M6,3 guncang Jepang timur laut. Shinkansen dihentikan, Miyagi terdampak, namun PLTN Fukushima dilaporkan aman.
Perdagangan hewan kurban di Bantul naik jelang Iduladha 2026. Kambing paling diminati, omzet pedagang diprediksi melonjak.
Indomobil eMotor hadirkan 4 motor listrik di Jogja. Adora, Tyranno, Sprinto tawarkan fitur modern mulai Rp25 jutaan.
Arema FC hajar PSBS Biak 5-2 di Bantul. Joel Vinicius dan Dalberto cetak brace, trio Brasil jadi kunci kemenangan.