Jadwal SIM Keliling Bantul Mei 2026, Ada Layanan Malam
Jadwal SIM keliling Bantul Mei 2026 hadir di Manding, Gilangharjo, hingga layanan malam di Kantor Parasamya Bantul.
Polisi mengumbau sejumlah remaja yang tengah menongkrong untuk segera bubar, Minggu (12/4/2020)/Istimewa-Polres Gunungkidul
Harianjogja.com, JOGJA--Satpol PP DIY kini dibekali pentungan dan TNI Polri membawa senjata api untuk membubarkan kerumunan di tengah masyarakat.
Tetapi senjata yang digunakan itu tidak untuk digunakan hanya untuk menunjukkan ketegasan. Mengingat saat ini banyak masyarakat yang tidak mengindahkan imbauan physical distancing, memakai masker sehingga ditemukan banyak warga yang masih berkumpul.
Kepala Satpol PP DIY Noviar Rahmad mengatakan untuk melakukan pembubaran kerumunan tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Bidang Penengakan Hukum akan lebih tegas lagi dalam membubarkan kerumunan atau masyarakat yang tidak taat dengan protokol Covid-19. TNI dan Polri yang tergabung dalam tim di lapangan akan dilengkapi dengan senjata api, begitu juga dengan Satpol PP akan dibekali pentungan.
Senjata itu bukan untuk digunakan tetapi sebagai bentuk bahwa aparat akan lebih tegas. Harapannya masyarakat bisa lebih tertib, mengindahkan physical distancing.
"Untuk membubarkan kerumunan massa kita harus lebih tegas lagi dengan cara dari TNI Polri akan membawa senpi [saat di lapangan] tetapi tidak untuk dipakai ya. Senpi hanya akan dibawa. Kami [Satpol PP] akan membawa pentungan tetapi tidak untuk dipakai," katanya Rabu (29/4/2020).
Ia menambahkan pihak yang menciptakan kerumunan akan diminta membuat surat pernyataan untuk tidak mengulangi. Kafe atau warung yang masih buka dengan posisi kursi tidak berjarak satu meter, maka salah satu kursi yang berhimpitan akan diminta petugas. Begitu juga untuk warung lesehan yang tidak mengindahkan jaga jarak akan langsung digulung dan dibawa oleh petugas.
Kemudian bagi tempat usaha akan diberikan surat teguran sampai pada pencabutan izin. Hal ini tidak perlu ada regulasi baru, karena sebelumnya sudah ada aturan.
"Jadi kalau ada tempat usaha masih ngeyel tidak menerapkan physical distancing terancam dicabut izinnya," ucapnya.
Noviar menambahkan, pihaknya sudah membentuk empat regu untuk berjaga guna merespons aduan dari masyarakat terkait adanya kerumunan. Menurutnya aduan kerumunan itu datang dari berbagai wilayah yang jumlahnya sudah ratusan setiap harinya. Tim Gugus Tugas DIY bersama Kota Jogja akan menindaklanjuti aduan yang berada di dalam ringroad, sedangkan di luar Ringroad akan diserahkan kepada Gugus Tugas kabupaten sesuai wilayah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jadwal SIM keliling Bantul Mei 2026 hadir di Manding, Gilangharjo, hingga layanan malam di Kantor Parasamya Bantul.
SIM keliling Sleman 19 Mei 2026 hadir di Mitra 10, termasuk layanan malam di Sleman City Hall untuk perpanjangan SIM A dan C.
Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo dorong skrining kesehatan mental siswa usai kasus klitih yang menewaskan pelajar di depan SMAN 3 Jogja.
Jadwal SIM keliling Jogja hari ini hadir di Alun-Alun Kidul dan layanan drive thru di Mal Pelayanan Publik Kota Jogja.
KAI Daop 6 Yogyakarta mencatat 246 ribu penumpang KAJJ selama libur Kenaikan Yesus Kristus, naik 189 persen dari pekan sebelumnya.
Disdik Sleman mulai adaptasi penerapan Bahasa Inggris di SD menjelang kebijakan wajib nasional pada tahun ajaran 2027/2028.