Kisah Udi, Petugas yang Berjalan 12 Km Demi Jalur Kereta Aman Dilalui
Udi Analisa berjalan sekitar 12 km setiap hari memeriksa rel dari Patukan ke Lempuyangan demi memastikan perjalanan kereta tetap aman.
Foto ilustrasi. /Ist-Freepik
Harianjogja.com,BANTUL-Sebanyak enam tenaga kesehatan dan satu tenaga non kesehatan di sejumlah puskesmas di Bantul diisolasi di Rumah Sakit Lapangan Khusus Covid-19 (RSLKC) setelah hasil tes cepat melalui Rapid Diagnostic Test (RDT) terhadap mereka menunjukan reaktif atau positif.
Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Penularan Infeksi Covid-19 Bantul, Sri Wahyu Joko Santoso mengatakan membenarkan adanya enam tenaga medis dan satu orang non medis yang hasil tes cepatnya positif. Pihaknya sudah melakukan tindakan.
“Tindakan yang sudah dilaksanakan adalah mengisolasikan teman-teman [tenaga kesehatan] tersebut ke RSLKC untuk dilakukan swab test untuk penegakan diagnosa,” kata Sri Wahyu, Jumat (1/5/2020). Dinas Kesehatan juga sudah melakukan penelusuran semua orang yang berkontak erat dengan tenaga kesehatan tersebut.
Pria yang akrab disapa dokter Oky ini mengaku belum mengetahui pasti riwayat kontak para tenaga kesehatan itu sehingga hasil tes cepatnya reaktif, namun ia menduga karena kontak erat dengan para pelaku perjalanan yang melakukan pemeriksaan kesehatan di puskesmas.
“Untun riwayat penularan dugaan sementara . Sekali lagi dugaan sementara adalah kontak pada saat melakukan screening rapid test pada pelaku perjalanan. Karena saat ini puskesmas giat untuk screening para pelaku perjalanan yang dari daerah terjangkit atau pun dari kluster-kluster yg ada,” ujar Oky.
Lebih lanjut Oky menyatakan bahwa rapid test adalah deteksi dini untuk mendeteksi munculnya antibodi tubuh terhadap penyakit tertentu. Saat ini RDT corona dipergunakan untuk mendeteksi antibodi terhadap virus corona. Sedangkan jenis virus corona lebih dari satu macam.
“Untuk penegakkan diagnosa virus corona 19 atau SARS CoV-2 atau Covid-19 dilakukan dengan swab diperiksa dgn PCR [polymerase chain reaction],” kata Oky.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Udi Analisa berjalan sekitar 12 km setiap hari memeriksa rel dari Patukan ke Lempuyangan demi memastikan perjalanan kereta tetap aman.
Pasar Sentul menghadapi persaingan pedagang yang berjualan di rumah warga. Kemudahan akses dan kebiasaan pembeli menjadi tantangan revitalisasi.
Kiper PSIM Cahya Supriadi memilih fokus menjaga konsistensi di liga. Ia realistis menghadapi persaingan untuk kembali memperkuat Timnas Indonesia.
Warga Gunung Rego, Kulonprogo, meminta tambang CV Handika Karya beroperasi lagi. Perizinan terkendala status KP2B dan tata ruang.
Jogja Educulture Journey–Laras Triloka menghubungkan Taman Pintar, Taman Budaya Embung Giwangan, dan Taman Bhineka GIK UGM.
Aduan pungutan Rp300.000 untuk pendatang di Jambean, Bantul, diselidiki Inspektorat. Lurah Triwidadi menegaskan surat domisili gratis.