Peneliti Temukan Resep Membuat Es Krim Anti Meleleh
Peneliti membuat terobosan baru setelah menemukan cara untuk membuat es krim yang hampir tidak meleleh.
Ilustrasis siswa ujian /ANTARA FOTO-Syifa Yulinnas.\n
Harianjogja.com, JOGJA--Setelah diumumkan pada Sabtu (2/5/2020) lalu, Balai Pendidikan Menengah Kota Jogja mencatat angka kelulusan siswa SMA/SMK di Kota Jogja belum 100%. Terhitung ada 18 siswa yang dinyatakan tidak lulus.
Kepala Balai Pendidikan Menengah Kota Jogja, Suhartati menyebut tingkat kelulusan siswa SMA di Kota Jogja sebesar 99,96%. Di Kota Jogja, ada 5.530 siswa yang lulus dari seluruh jumlah peserta ujian sebanyak 5.532. Ada 2 siswa yang tidak lulus, yang terdiri dari satu siswa mengundurkan diri dan satu siswa meninggal dunia.
Sementara, untuk jenjang SMK, tingkat kelulusannya 99,7%. Jumlah siswa yang lulus dari 30 sekolah yaitu 5.214 siswa dari total jumlah peserta ujian 5.230 siswa. Tingkat ketidaklulusannya 0,3% sebanyak 16 siswa. Alasan tidak lulus ini lebih beragam, mulai dari sudah mengundurkan diri, sudah bekerja, hingga ada siswa menyadari sudah sering tidak masuk kelas dan mata pelajaran banyak yang tidak tuntas sehingga memutuskan akan mengulang kelas XII lagi.
Suhartati menyebut angka kelulusan siswa pada tahun ini lebih baik daripada tahun lalu, meski tidak menyebutkan angkanya secara rinci. "Kebanyakan tidak lulusnya juga bukan karena nggak ikut ujian, tapi karena sudah jarang masuk kelas," kata dia ketika dihubungi pada Senin (4/5).
Lebih lanjut, ia menyampaikan jika sama seperti tahun lalu, nilai ujian nasional tidak menjadi syarat tunggal kelulusan. Terlebih, tahun ini ujian nasional dibatalkan berkaitan dengan pandemi Covid-19. Siswa dinyatakan lulus dari jenjang SMA/SMK diputuskan oleh masing-masing sekolah berdasarkan beberapa nilai gabungan yang disebut nilai akhir.
"Kelulusan siswa itu menggunakan nilai akhir. Nilai akhir terdiri dari nilai rapor, nilai ujian sekolah, nilai ujian praktik, nilai ujian nasional, serta sikap perilaku baik," kata Suhartati.
Salah satu sekolah yang belum dapat meluluskan seluruh siswanya yaitu SMKN 2 Yogyakarta. Dihubungi terpisah, Kepala SMKN 2 Yogyakarta, Dodot Yuliantoro menuturkan pada tahun 2020 ini, SMKN 2 Yogyakarta meluluskan 99,68% dari total siswanya, lantaran 2 siswa tidak memenuhi kriteria yang ditetapkan.
"Dengan sangat terpaksa kami tidak dapat meluluskan siswa 100% dikarenakan 2 siswa yang tidak memenuhi kriteria kelulusan yang ditetapkan," kata Dodot.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Peneliti membuat terobosan baru setelah menemukan cara untuk membuat es krim yang hampir tidak meleleh.
KAI Commuter menambah 4 perjalanan KRL Jogja-Palur selama libur panjang Kenaikan Yesus Kristus 14–17 Mei 2026.
Pertemuan Donald Trump dan Xi Jinping di Beijing membahas Taiwan, AI, tarif dagang, hingga Selat Hormuz.
Semen Padang siap tampil maksimal melawan Persebaya Surabaya meski sudah dipastikan terdegradasi dari BRI Super League 2026.
Ekonomi Indonesia tumbuh 5,61 persen pada triwulan I-2026. Menkeu Purbaya menyebut konsumsi rumah tangga jadi penopang utama daya beli.
Jemaah haji asal Probolinggo meninggal dunia di Makkah setelah dirawat di ICU akibat gagal napas. Almarhum sempat menunaikan umrah wajib.