Lumbung Mataram Kalurahan Purwosari di Kulonprogo Mengoptimalkan Pertanian dan Peternakan Warga
Salah satu implementasi program Lumbung Mataram di Kulonprogo dilakukan Kalurahan Purwosari, Kapanewon Girimulyo
Beasiswa pendidikan - ilustrasi/Freepik
Harianjogja.com, KULONPROGO—Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kulonprogo berharap makin banyak program Corporate Social Responsibility (CSR) yang berasa dari sektor swasta, bisa disalurkan untuk program beasiswa pelajar putus sekolah.
Selama ini pendanaan program beasiswa pelajar SD dan SMP di Kulonprogo rutin didanai Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Jumlah anggarannya stabil tiap tahunnya, tak ada kenaikan signifikan karena keterbatasan APBD.
Disdikpora Kulonprogo menyebut rata-rata anggaran beasiswa dari APBD itu Rp1,35 juta untuk pelajar SMP penerimanya dan siswa SD sebesar Rp1 juta. Jumlah penerima beasiswa ini pada 2024 sebanyak 828 pelajar.
Kepala Disdikpora Kulonprogo, Nur Wahyudi menyebut jumlah penerima dan besaran beasiswa tak pernah meningkat. "Meskipun SD dan SMP negeri sudah gratis tapi beasiswa ini penting untuk anak dari keluarga miskin, supaya mencegah putus sekolah," terangnya, Rabu (2/10/2024).
Beasiswa tersebut diberikan dalam bentuk uang tunai, jelas Wahyudi, yang umumnya dibelanjakan untuk kebutuhan pendidikan. Seperti tas sekolah, sepatu, hingga buku dan alat tulis lainnya.
BACA JUGA: Pengadaan Tanah Tol Jogja-Solo-YIA 4 Kalurahan di Sleman Ini Terus Dikebut
Kebutuhan pokok para siswa miskin di Kulonprogo, jelas Wahyudi, perlu didukung bersama pasalnya jika tidak putus sekolah bisa lebih banyak terjadi. "Sekalipun sekolah sudah gratis karena program wajib belajar sembilan tahun, tapi prasarana utama untuk menunjang pendidikan ini juga penting agar siswa miskin juga bersemangat dalam belajar," ujarnya.
Selain dari beasiswa yang bersumber dari APBD, sambung Wahyudi, ada beberapa bantuan dana yang sifatnya langsung menyasar ke siswa miskin. "Biasanya langsung lewat yayasan di sekolah tersebut dan tidak lewat Disdikpora, tentu ini kami apresiasi juga tapi harapannya juga dapat disampaikan agar tidak ada yang dapat bantuan ganda," ujarnya.
Terbaru terdapat percontohan program makan bergizi gratis di tiga SD swasta di Kulonprogo, menurut Wahyudi, hal itu juga bagian dari meningkatkan sumber daya manusia Kulonprogo. "Kami berharap program seperti itu makin banyak lagi, kolaborasi swasta lewat CSR sangat kami sambut baik," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Salah satu implementasi program Lumbung Mataram di Kulonprogo dilakukan Kalurahan Purwosari, Kapanewon Girimulyo
Pembangunan aviary Purwosari Gunungkidul kembali dilanjutkan tahun ini dengan anggaran Rp5,6 miliar dari Dana Keistimewaan DIY.
Amerika Serikat disebut telah menghabiskan Rp507 triliun untuk operasi militer melawan Iran sejak konflik pecah Februari 2026.
Jadwal KRL Jogja-Solo Rabu 13 Mei 2026 lengkap dari Yogyakarta hingga Palur, tarif tetap Rp8.000 sekali perjalanan.
Festival Dalang Cilik Kulonprogo menjadi ajang regenerasi dalang muda dan pelestarian budaya wayang di kalangan pelajar.
Jadwal KRL Solo-Jogja Rabu 13 Mei 2026 lengkap dari Palur hingga Yogyakarta dengan tarif Rp8.000 sekali perjalanan